Menuju konten utama

Ketahui Cara Membersihkan Vagina dengan Tepat

Organ kewanitaan yang seharusnya dibersihkan adalah vulva atau bagian luar vagina.

Ketahui Cara Membersihkan Vagina dengan Tepat
Ilustrasi Vagina. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Membersihkan organ kewanitaan berarti juga menjaga kesehatan dan melindungi diri dari penyakit. Akan tetapi, bagaimana cara menjaga kebersihan vagina dengan benar?

Perlu diketahui bahwa organ kewanitaan terbagi menjadi dua, yaitu bagian luar (vulva) dan bagian dalam (vagina). Vulva meliputi beberapa bagian seperti klitoris, labia mayora/ minora, dan area ujung vagina. Sementara vagina adalah bagian dalam yang termasuk organ persetubuhan wanita.

Mengutip dari Medical News Today, vagina sebenarnya tidak perlu dibersihkan karena ada banyak bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan organ dalam ini. Membersihkan vagina, terutama dengan sabun, justru bisa merusak keseimbangan pH dan menyebabkan resiko infeksi maupun menimbulkan bau tak sedap.

Organ kewanitaan yang seharusnya dibersihkan adalah vulva atau bagian luar vagina. Cara membersihkan vulva pun sangat mudah dan tidak membutuhkan produk khusus.

Cara membersihkan vagina bagian luar (vulva)

Dilansir dari situs Healthline, berikut dua tips untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan Anda:

  • Gunakan air hangat
Anda disarankan membersihkan vulva atau bagian luar vagina dengan air hangat. Bersihkan setiap bagiannya dengan seksama, termasuk area lipatan bibir (labia mayora/ minora).

Sambil membersihkan vulva, Anda juga bisa sekaligus membersihkan anus dan juga area antara anus dan vulva. Pastikan untuk membersihkan dari arah depan ke belakang (vulva ke anus). Hal ini dilakukan agar bakteri dari anus tidak menyebar ke area vulva/ vagina sehingga tidak terjadi infeksi.

  • Tidak perlu sabun atau produk pembersih kewanitaan
Anda sebenarnya tidak perlu membersihkan vulva dengan sabun maupun produk pembersih yang banyak dijual di pasaran, baik itu berupa cairan atau spray.

Organ kewanitaan memiliki pH cenderung asam yang membantu mengusir bakteri 'jahat'. Penggunaan sabun atau cairan pembersih dikhawatirkan akan merusak pH dan memicu pertumbuhan jamur serta bakteri merugikan.

Namun jika Anda merasa tidak nyaman karena sudah terbiasa memakai sabun, sebaiknya pilih sabun yang benar-benar ringan, lembut, tidak berbau atau tidak mengandung parfum, dan tidak berwarna.

  • Jangan lakukan vaginal douching
Vaginal douching adalah metode pembersihan dengan cara menyemprotkan cairan khusus ke dalam vagina. Cairan yang digunakan biasanya berupa campuran air dan cuka, tapi juga ada yang memakai antiseptik dan pengharum.

Meski bertujuan membersihkan, metode ini justru berbahaya bagi kesehatan vagina dan seluruh organ reproduksi wanita. Beberapa studi membuktikan bahwa metode douching bisa meningkatkan resiko kelahiran bayi prematur dan juga resiko terkena infeksi human papilloma virus (HPV).

  • Hindari vaginal steaming
Steaming adalah metode merawat organ kewanitaan dengan memanfaatkan herbal tertentu yang dicampur dengan air panas. Seorang wanita kemudian duduk di atasnya agar uap dari herbal tersebut masuk ke dalam vagina.

Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa steaming bisa menyehatkan vagina. Steaming justru dianggap berbahaya dan sebaiknya dihindari.

Vagina memiliki jaringan kulit yang sangat lembut dan sensitif. Uap panas justru berpotensi merusak jaringan di sekitar vagina. Tak hanya itu, beberapa jenis herbal yang digunakan untuk steaming juga dikhawatirkan bisa meningkatkan resiko keguguran.

Bagaimana bila vagina bau?

Kebanyakan orang memilih membersihkan vagina luar (vulva) dengan sabun karena takut organ kewanitaannya menimbulkan bau tak sedap. Karena itu tak sedikit pula orang yang memakai cairan pembersih dan melakukan metode douching atau steaming dengan harapan vaginanya bisa lebih wangi.

Vagina memang memiliki bau yang khas dan itu adalah hal yang sangat normal. Tidak ada vagina yang tidak berbau. Vagina yang bersih dan sehat adalah vagina dengan bau khasnya, bukan wewangian seperti bunga atau yang lainnya.

Namun tak bisa dipungkiri bahwa kadang vagina bisa mengeluarkan bau tak sedap. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor, mulai dari keringat, kebersihan, pola makan, hingga pengaruh hormon (menstruasi, kehamilan, dan menopause).

Guna mengatasi bau tak sedap pada vagina, disarankan untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan secara rutin dan benar sesuai tips yang sudah disebutkan di atas. Terapkan pula pola makan yang sehat dan minum air putih yang cukup agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Nur Hidayah Perwitasari