Kerugian Akibat Pembatalan Umrah Diperkirakan Capai Rp200 M Sehari

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 27 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Ketua Umum Sapuhi Syam Resfiadi memperkirakan kerugian akibat kebijakan Arab Saudi menghentikan sementara perjalanan umrah mencapai Rp200 miliar per hari.
tirto.id - Pelarangan sementara perjalanan umrah ke Arab Saudi mendatangkan kerugian yang tak sedikit. Pasalnya per harinya diperkirakan selalu ada ribuan jemaah yang berangkat bergantung musim dan tanggal keberangkatannya.

Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi menyatakan rata-rata per hari ada 5.000 hingga 10.000 jemaah yang diberangkatkan sesuai jadwalnya.

Per orangnya, ia perkirakan harus menanggung Rp20 juta sebagai biaya perjalanan. Bila dikalikan, maka setidaknya akan mencapai nilai Rp200 miliar yang berpotensi hangus.

Syam mengatakan sampai dua minggu ke depan total jemaah yang berangkat bisa mencapai 50 ribu orang. Sampai satu bulan jumlahnya bisa mencapai 110 ribu jemaah.

“Kalau rata-rata Rp20 juta dikali 50 ribu orang saja sudah Rp1 triliun untuk dua pekan depan. Itu tidak bisa ditunda kalau sudah issued visa,” ucap Syam dalam keterangan tertulis yang diterima reporter Tirto, Kamis (27/2/2020).

Dari total biaya Rp20 juta itu, terdiri dari biaya visa sampai akomodasi maskapai dan hotel.

Ia pun berharap jika maskapai maupun pihak hotel bisa mengerti agar deposit yang sudah dibayarkan biro tidak dihanguskan karena jemaah sudah terlanjur membayar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Haji Umrah Mucharom punya perkiraan per harinya ada 3.000 hingga 3.500 jemaah dari Indonesia yang terbang ke Arab Saudi.

Jika dirata-rata, maka per orang seharusnya mengeluarkan biaya hingga Rp25 juta. Dengan kata lain bisa ada setidaknya Rp100 miliar jika keberangkatan sehari tiba-tiba dibatalkan.

“Biayanya kurang lebih rata-rata Rp25 juta. Dihitung sampai 1 sampai 10 hari ke depan. Kerugian ini bisa segera dicabut kebijakan ini,” ucap Mucharom saat dihubungi, Kamis (27/2/2020).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku sudah mengantongi angka-angka kerugian harian gara-gara pembatalan ini. Namun ia enggan membeberkannya karena tak mau dianggap mengeluh tanpa mau memikirkan solusinya.

“Kita kedepankan pernyataan bahwa kita melakukan perhitungan dulu. Ini pasti menimbulkan kerugian tapi kita bukan yang ngomel soal kerugian. Itu jadi tantangan,” ucap Irfan di kantor Garuda Indonesia, Kamis (27/2/2020).

Direktur Utama AP1 Faik Fahmi juga mengaku belum tahu nilai kerugian bandara gara-gara pembatalan mendadak ini. Ia mengaku masih enggan membahasnya.

“Belum-belum. Yang kami lakukan sekarang ini untuk memastikan bahwa penumpang yang nantinya akan berangkat, kami bisa tangani sebaik-baiknya. Jadi kami enggak mikirin soal itu,” ucap Fahmi di Jakarta, Kamis (27/2/2020).


Baca juga artikel terkait UMRAH atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight