Kenali Wonder Week pada Bayi: Sering Menangis & Rewel Tiba-Tiba

Penulis: Dhita Koesno, tirto.id - 29 Okt 2021 12:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Bayi rewel terus dan sering menangis merupakan perubahan suasana hati bayi atau wonder week pada bayi. Berikut ini penjelasannya.
tirto.id - Bayi rewel sampai usia berapa bulan? Pertanyaan ini mungkin kerap ditanyakan oleh orang tua yang menghadapi situasi sang bayi rewel terus. Bayi sering menangis tiba-tiba tentu membuat orang tua menjadi panik. Perubahan suasana hati bayi ini pun tidak dapat diprediksi. Jika itu terjadi pada bayi, kondisi ini disebut dengan wonder week pada bayi.

Menurut laman Healthline, wonder week adalah istilah yang digunakan oleh pediatris asal Belanda, Fransiscus Xaverius Plooij dan istrinya, Hetty Van de Rijt setelah menggambarkan lompatan perkembangan mental yang dialami bayi pada 20 bulan pertama kelahirannya.

Istilah wonder week tersebut muncul setelah Plooij dan Van de Rijt melakukan penelitian observasional selama 35 tahun di mana keduanya membuat grafik untuk mencoba memprediksi kapan bayi akan rewel dan untuk berapa lama.

Rewel adalah istilah yang relatif. Setiap bayi yang rewel ada keunikannya tersendiri. Perilaku wonder week pada bayi pun akan berubah seiring waktu. Yang terpenting, jangan pernah membandingkan satu dengan bayi lainnya, termasuk saudara kandung sang bayi.

Bagi orang tua baru, mengidentifikasi perilaku wonder week pada bayi mungkin memakan waktu, tetapi dengan memperhatikan tanda-tanda dan gejala yang diberikan bayi, maka orangtua pun kemungkinan bisa mengidentifikasi suasana hati bayi dan menemukan pola perilakunya.

Grafik Wonder Weeks


Untuk mengetahui wonder week atau lompatan perkembangan mental pada bayi, maka orang tua harus menghitung usia bayinya dalam hitungan minggu.

Berikut ini 10 lompatan mental pada bayi yang terjadi selama 20 bulan pertama usianya seperti dilansir The Wonder Weeks.

  • Lompatan pertama atau minggu 1-5

Bayi merespons pertama kali dengan mengeluarkan air matanya, setelahnya bayi mampu tersenyum, melihat objek atau wajah orang tuanya lebih lama dan sering.

  • Lompatan kedua atau minggu ke-8 hingga ke-9

Bayi mulai mampu menemukan bagian tubuhnya, seperti tangan dan kaki, kemudian merasa familiar dengan orang-orang di dekatnya dan objek yang sering dilihat.

  • Lompatan ketiga atau minggu ke-12

Pada minggu ini bayi mempelajari hal-hal yang sangat sederhana, seperti mengeluarkan suara tawa, suka mendengar suara, bisa tengkurap sendiri, dan tertarik pada cahaya.

  • Lompatan keempat atau minggu ke-19

Bayi bisa bertepuk tangan, melambaikan tangan dan menggenggam sesuatu di tangan serta memasukkan barang ke mulut. Bayi juga mulai menikmati musik dan lagu-lagu yang didengarkan. Setelah itu bayi mampu mengenali bayangannya di cermin hingga mengenali namanya sendiri.


  • Lompatan kelima atau minggu ke-26

Saat fase ini bayi berusia sekitar enam bulan di mana bayi mampu memahami kata, bisa melempar benda, dan mengeluarkan satu suku kata.

  • Lompatan keenam atau minggu ke-37

Bayi mulai mencari, membandingkan, dan mengklasifikasikan, seperti mengetahui kucing hitam dan putih bukan sapi atau kuda bukan anjing, setelah itu bayi juga mulai mengekspresikan emosinya, dan belajar merangkak.

  • Lompatan ketujuh atau minggu ke-46

Bayi belajar mengenali dan mengendalikan arus peristiwa dan hubungan, seperti mengambil sendok, menggerakkan sendok ke wajah serta dapat meniru bahasa tubuh yang sering dilihatnya.

  • Lompatan kedelapan atau minggu ke-55

Bayi dapat melihat serangkaian tindakan sebagai satu hal, seperti mengetahui piring kotor harus diletakkan di wastafel, belajar mencari tahu untuk mengerjakan tugas orangtuanya sehari-hari, serta menunjukkan kesukaan terhadap suatu objek.

  • Lompatan kesembilan atau minggu ke-59 sampai 62

Bayi mulai memiliki keinginan untuk melakukan semua hal sendiri, memahami kepemilikan, lebih mahir menunjukkan emosinya termasuk tantrum.

  • Lompatan kesepuluh atau minggu ke -70 hingga 76

Bayi sudah mampu menjawab jika ditanya, mengerti maksud obrolan, dan sudah mulai mau berbagi.

Terlepas dari apa yang sebenarnya terjadi terhadap bayi, satu yang perlu diingat oleh orangtua seperti dilansir situs ASN, adalah orangtua harus memberikan perhatian ekstra selama beberapa hari.

Bayi yang rewel nanti akan ada masanya tidak rewel, dan jika masih rewel, hal ini juga menandakan bahwa bayi terus berkembang, hal ini normal terjadi. Selain itu, ibu juga harus memastikan untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) yang cukup bagi bayinya.


Baca juga artikel terkait BAYI MENANGIS atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Agung DH
Penyelaras: Ibnu Azis
DarkLight