Menuju konten utama

Kenali Daftar Orang Risiko COVID-19 Selain Lansia

Terdapat kelompok orang yang punya risiko tinggi terkait COVID-19 yaitu usia 60 tahun ke atas, punya kondisi penyerta (komorbid), imun lemah, dan obesitas.

Kenali Daftar Orang Risiko COVID-19 Selain Lansia
Ilustrasi Masker. foto/istockphoto

tirto.id - Virus Corona dapat menyerang siapa saja, tanpa batasan rentang usia. Meskipun demikian, terdapat kelompok orang yang memiliki risiko tinggi terkait COVID-19. Mereka adalah orang dengan penyakit penyerta (komorbid), orang usia lanjut, orang yang punya imunitas rendah, dan mereka yang mengalami obesitas.

Berdasarkan analisis data COVID-19 mingguan oleh Satgas Penanangan COVID-19 dengan update pada 15 November 2020, terjadi kenaikan penambahan kasus virus Corona sebesar 17,8 persen daripada minggu sebelumnya.

Ada 22 provinsi yang mengalami peningkatan kasus, sedangkan 12 provinsi lain menunjukkan penurunan kasus. Provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi adalah Jawa Tengah (71,0 persen), Jawa Barat (24,8 persen), lalu DKI Jakarta (13,8 persen).

Secara umum angka kematian pekan ini mengalami penurunan 8,9 persen (603 kematian di seluruh Indonesia dalam seminggu).

Jumlah total kematian karena pengaruh COVID-19 di Indonesia yang mencapai 15.211 orang (3,26 persen) tercatat di atas rata-rata dunia (2,42 persen).

Sementara itu, angka kesembuhan mencapai 391.991 orang (83,92 persen) yang di atas rata-rata kesembuhan dunia (69,68 persen). Jumlah kasus aktif yang 59.911 (12,83 persen), di bawah rata-rata dunia (27,90 persen).

Jika kasus COVID-19 di Indonesia didistribusikan berdasarkan kelompok umur, pada pekan ini, terlihat persentase tertinggi ada pada rentang usia 31-45 tahun (30,56 persen), diikuti 19-30 tahun (24,72 persen), 46-59 tahun (23,14 persen).

Kelompok usia 60 tahun ke atas ada di urutan berikutnya (10,33 persen), lalu usia 6-18 tahun (8,64 persen), dan terakhir umur 0-5 tahun (2,61 persen).

Angka-angka itu menunjukkan virus Corona memang dapat menyerang siapa saja. Justru kaum muda (rentang 19-45 tahun) adalah yang paling banyak positif COVID-19 (total mencapai 55,28 persen).

Kelompok ini punya imunitas lebih baik daripada rentang usia lain sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang di sekitarnya (silent killer).

Daftar Orang dengan Risiko Tinggi COVID-19

Virus SARS-CoV-2 atau virus corona menyerang sistem pernapasan manusia dan menimbulkan gangguan ringan sampai berat, hingga kematian. COVID-19, penyakit yang disebabkan virus tersebut, ditularkan lewat cipratan liur (droplet) seseorang dari mulut atau hidung, ketika ia bersin, batuk, atau berbicara.

Beberapa kelompok orang dikategorikan berisiko tinggi terkait COVID-19.

Pertama, mereka yang sudah berusia lanjut atau 60 tahun ke atas. Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 15 November, kematian persentase kelompok umur 60 tahun ke atas yang meninggal karena pengaruh COVID-19 mencapai angka 43,62 persen.

Persentase ini lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain, meskipun kelompok umur 60 tahun ke atas hanya ada di urutan ke-4 persentase positif Corona.

Kelompok usia berikutnya dengan persentase tinggi meninggal karena COVID-19 adalah 46-59 tahun (38,42 persen), 31-45 tahun (12,96 persen), 19-30 tahun (3,45 persen), 6-18 tahun (0,8 persen), dan terakhir 0-5 tahun (0,76 persen).

Kedua, mereka yang memiliki kondisi penyerta (komorbid). Berdasarkan data Satgas COVID-19, kondisi penyerta yang paling banyak dialami pasien kasus positif COVID-19 adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronis, hamil, penyakit ginjal, gangguan napas lain, asma, kanker, gangguan imun, penyakit hati, dan TBC.

Ketiga, mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang melemah. Tanda-tandanya, di antaranya sering flu dan meriang, sering merasa lelah padahal sudah tidur cukup, juga tingkat stres yang tinggi dan terus-menerus.

Keempat, mereka yang mengalami obesitas. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, obesitas untuk laki-laki dan perempuan terjadi ketika Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih besar dari 27kg/m. Cara menghitung IMT sendiri adalah membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan (dalam meter).

Perempuan disebut mengalami kegemukan (belum obesitas) jika memiliki IMT 23 sampai 27 kg/m2, sedangkan laki-laki kegemukan jika IMT-nya 25-27 kg/m2.

Penularan virus COVID-19 dapat diminimalisasi dengan tertib menerapkan protokol kesehatan. Jangan lupa selalu #ingatpesanibu dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 30 detik, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

-----------------

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Agung DH