Kapan Sebaiknya Anak Mulai Belajar Bahasa Asing?

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 16 Juli 2020
Dibaca Normal 2 menit
Beberapa orang percaya, untuk mulai belajar bahasa asing sejak masih anak-anak.
tirto.id - Anak-anak di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur secara gratis mendapatkan pengajaran bahasa Inggris oleh Kelompok belajar Children See Children Do (CSCD). Upaya ini dilakukan untuk menyambut era industri 4.0 dan mengenalkan bahasa Inggris kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang umumnya tidak mendapatkan mata pelajaran tersebut di sekolah.

“Banyak sekolah dasar yang belum mengajarkan bahasa Inggris kepada anak didiknya, nah di sana lah kami hadir membuat kelompok belajar sendiri khusus bahasa Inggris kemudian mengajarkan kepada anak-anak,” ujar inisiator CSCD Kupang seperti dilansir Antara.

Belajar bahasa asing, apa pun bahasanya, diyakini akan membawa manfaat bagi anak di masa depan. Dikutip Nova Djokovic Foundation, belajar bahasa asing akan membawa manfaat kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa belajar dan menggunakan bahasa asing memiliki manfaat besar bagi otak. Di sisi lain, otak orang yang bilingual bahkan mampu beroperasi secara berbeda untuk penutur bahasa tunggal.

Fungsi otak ini meningkat karena harus mengenali, menegosiasikan makna, dan berkomunikasi dalam sistem bahasa yang berbeda. Keterampilan multitasking dan pemecahan masalah menjadi lebih mahir karena orang multibahasa menjadi mahir dalam beralih di antara berbagai bahasa.

Lantas, di umur berapakah anak sebaiknya mulai belajar bahasa asing?

Beberapa orang percaya, untuk mulai belajar bahasa asing sejak masih anak-anak. Sahabat Keluarga Kemendikbud menuliskan, anak-anak dapat belajar bahasa asing secara optimal sebelum usia 10 tahun sebagaimana hasil penelitian di Boston, Amerika Serikat. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kemampuan belajar seseorang mulai melemah ketika dewasa dibandingkan saat anak-anak.

Demikian pula yang dikatakan Joshua Hartshorne, seorang asisten profesor psikologi di Boston Collage. Pada penelitiannya, ia menuliskan bahwa kemampuan menyerap bahasa asing secara maksimal justru ketika seseorang di usia belia. “Inilah mengapa orang dewasa lebih sulit belajar dibandingkan anak-anak,” tulisnya.

Sementara itu, pengajar bahasa Prancis dan Inggris Elizabeth Allen mengatakan usia belajar bahasa asing adalah tiga tahun. Hal tersebut ia ungkapkan berdasarkan pengalaman yang ia dapat selama mengajar bahasa asing sejak tahun 1986.

Allen juga mengatakan bahwa sebaiknya orang tua mendorong anak-anak mereka untuk belajar bahasa asing sebelum usia 11 tahun. Berdasarkan pengalamannya, anak di usia 11 tahun ke atas akan mengalami kesulitan belajar bahasa asing dibanding sebelum usia tersebut.

Tetapi, profesor perkembangan linguistik dan direktur Bilingualism Matters Centre di University of Edinburg Antonella Sorace mengatakan ada, banyak faktor yang dapat mempengaruhi seseorang untuk mampu belajar bahasa asing meski telah dewasa. “Tidak semua berjalan menurun seiring bertambahnya usia,” ungkap Sorace dikutip dari BBC.

Dia memberikan contoh pembelajaran eksplisit yaitu belajar di ruang kelas dengan guru yang menjelaskan aturan. “Anak-anak kecil sangat buruk dalam pembelajaran eksplisit, karena mereka tidak memiliki kontrol kognitif, kemampuan untuk memperhatikan, dan memori,” ujarnya.

“Orang dewasa jauh lebih baik akan hal itu. Jadi itu bisa menjadi sesuatu yang membaik seiring bertambahnya usia,” lanjut Sorace.

Kehidupan anak-anak sangat berbeda dari kehidupan orang dewasa. Oleh sebabnya, ada baiknya untuk tidak membandingkannya, termasuk kemampuan bahasa anak-anak dan orang dewasa. “Jangan membandingkannya secara sama, suka dengan suka,” kata Danijela Trenkic, psikolog di University of York.

Trenkic memberi contoh situasi ketika pindah ke negara baru. Anak-anak akan belajar bahasa lebih cepat daripada orang tua mereka. Hal ini bisa jadi akibat anak yang mendengarkannya terus menerus di sekolah, sedangkan orang tua harus berupaya sendiri.

Di sisi lain, anak-anak mungkin menilai bahwa kemampuan bahasa sangat penting baginya untuk keberlangsungan sosial mereka: berteman, diterima di pertemanan, dan menyesuaikan diri. Sementara itu, orang tua mereka lebih mungkin untuk dapat bersosialisasi dengan orang-orang yang mengerti mereka seperti sesama migran.

“Menciptakan ikatan sosial adalah hal baik yang mampu membuat Anda lebih baik dalam belajar bahasa asing, menurut saya,” ujar Trenkic.

Dalam kasus belajar bahasa asing, istilah “telat lebih baik daripada tidak sama sekali” mungkin berlaku. Di samping itu, juga menjadi pilihan Anda akan mengajari anak belajar bahasa asing lebih dini atau tidak.


Baca juga artikel terkait BELAJAR BAHASA ASING atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight