tirto.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menyampaikan permohonan maaf sekaligus memeriksa secara intensif masinis yang bertugas, menyusul insiden rangkaian KRL rute Kampung Bandan–Manggarai yang melintas bablas tanpa berhenti di Stasiun Sudirman.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menegaskan bahwa pihak manajemen langsung mengambil tindakan di lapangan guna menginvestigasi penyebab pasti terjadinya pelanggaran operasional tersebut.
"Atas kejadian tersebut, KAI Commuter langsung mengambil tindakan tegas dan responsif dengan melakukan penanganan di lapangan. Selain juga pemeriksaan secara intensif terhadap petugas masinis yang berdinas pada rangkaian kereta tersebut guna mengetahui penyebab pasti atas kejadian tersebut," kata Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangannya, dikutip Kamis (29/10/2026).
Leza menyatakan, KAI Commuter berkomitmen mengevaluasi prosedur operasional standar (SOP) perjalanan secara menyeluruh demi menjamin keselamatan serta kepatuhan perjalanan kereta api.
"KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas pelanggaran operasional ini. KAI Commuter berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional perjalanan Commuter Line agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang karena keselamatan dan keamanan pengguna adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar," ujarnya.
Manajemen operator transportasi publik berbasis rel tersebut juga memastikan pembinaan dan pengetatan pengawasan terhadap seluruh awak sarana yang berdinas di lintasan.
"Sebagai operator moda transportasi Commuter Line, kami terus berupaya memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh awak sarana perkeretaapian demi menjaga standar keselamatan transportasi publik yang aman," imbuhnya.
Insiden KRL melintas langsung tanpa melayani proses naik-turun penumpang di Stasiun Sudirman ini terjadi pada Rabu (28/10/2026) pagi.
Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial usai sejumlah penumpang mengeluhkan kereta yang melaju tanpa pemberitahuan dan baru berhenti mendadak setelah melewati area stasiun.
Akibat insiden tersebut, para pengguna jasa yang semestinya turun di Stasiun Sudirman terpaksa terbawa hingga ke Stasiun Manggarai. Setibanya di Manggarai, mereka harus berpindah peron untuk menaiki KRL arah sebaliknya demi mencapai stasiun tujuan awal.
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Mochammad Fajar Nur
Masuk tirto.id


































