Jokowi: Konsep "Foodtruck" Bisa Dipakai Pedagang Kaki Lima

Oleh: Akhmad Muawal Hasan - 28 Oktober 2017
Jokowi berharap UMKM di DKI Jakarta bisa mulai mengusung konsep "foodtruck" agar kualitas pelayanannya meningkat.
tirto.id - Presiden Joko Widodo mengatakan pedagang kaki lima bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen dengan menerapkan konsep "foodtruck" atau kendaraan modifikasi karena akan terlihat lebih higienis dan bisa memberikan nilai tambah bagi produk yang dijual.

"Ya memang harusnya seperti ini, makanan lebih keliatan higienis ya kan," ujar Presiden kepada media saat meninjau beberapa gerai foodtruck yang parkir di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor pada Sabtu (29/10/2017) pagi, sebagaimana dikutip Antara.

Presiden Joko Widodo juga mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lain untuk mengusung konsep foodtruck. Kepala Negara menilai inovasi sistem penjualan itu dapat mulai dikembangkan di wilayah DKI Jakarta.

Komunitas foodtruck diundang ke acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober oleh Badan Ekonomi Kreatif dan Kantor Staf Kepresidenan untuk menyajikan makanan/minuman bagi para peserta.

Delapan kendaraan yang terdiri antara lain truk dan VW Combi yang dimodifikasi berjejer di pinggiran jalan taman Istana Kepresidenan Bogor yang menghadap ke Kebun Raya Bogor.

Selain itu, dalam merayakan Hari Sumpah Pemuda, pihak Istana juga mengundang atlet berprestasi di cabang badminton, serta komunitas-komunitas yang dibangun oleh pemuda pemudi Indonesia yang berprestasi antara lain menampilkan modifikasi sepeda motor, sepatu dan topi lukis, komunitas papan seluncur atau skateboard serta beberapa UMKM yang memamerkan produk pakaian dan tas.

Dalam acara itu Presiden melakukan diskusi langsung bersama para pemuda yang memiliki kegiatan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat di daerah masing-masing di bidang pendidikan dan lingkungan.

Baca juga artikel terkait PEDAGANG KAKI LIMA atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Akhmad Muawal Hasan
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Akhmad Muawal Hasan