Menuju konten utama

Jasa Marga dan Wijaya Karya Terbitkan Komodo Bonds di 2017

PT. Jasa Marga dan PT Wijaya Karya akan menerbitkan surat utang global berdenominasi rupiah pada 2017. Sementara PT. PLN rencananya menerbitkan surat utang serupa di awal 2018.

Jasa Marga dan Wijaya Karya Terbitkan Komodo Bonds di 2017
(Ilustrasi) Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama BEI Tito Sulistio dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir, berbincang seusai membuka sekuritas Efek Beragun Aset (EBA) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/9/2017). ANTARA FOTO/Galih Pradipta.

tirto.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan terdapat tiga BUMN yang akan segera menerbitkan surat utang global berdenominasi rupiah (Global IDR Bonds) atau “Komodo Bonds". Dua BUMN akan menerbitkan Komodo Bonds pada tahun ini.

"Bonds yang ditawarkan sedang kami persiapkan tiga, yaitu PT. Jasa Marga, PT. Wijaya Karya, dan PT. PLN," kata Rini saat menghadiri seminar bertajuk "Investing in Infrastructure" di Hotel Shangrilla, Jakarta, pada Kamis (28/9/2017) seperti dikutip Antara.

Rini mengatakan rencananya dua BUMN akan lebih dulu menerbitkan surat utang tersebut di tahun ini, yakni PT. Jasa Marga dan PT. Wijaya Karya. Sedangkan PT. PLN baru menerbitkan Global IDR Bonds tersebut pada kuartal I tahun 2018.

"Harus rating internasional, sehingga memakan waktu. Jadi targetnya Jasa Marga duluan. Penawarannya (dilakukan) minggu pertama November (2017)," kata Rini.

Menteri BUMN menjelaskan Komodo Bonds pada dasarnya adalah surat utang di luar negeri dalam Rupiah. Penerbitan surat utang jenis ini belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Indonesia.

"Banyak investor asing yang mau beli surat utang rupiah, tapi tidak mau transaksinya di Indonesia melainkan di luar negeri. Ini (kesempatan) yang kami coba ambil," kata dia.

Penerbitan surat utang global sejenis Komodo Bonds pernah dilakukan oleh India dan Cina. India melakukannya dengan memberi istilah "Masala Bonds" dengan mata uang Rupee. Adapun Cina menerbitkan surat utang jenis ini dengan istilah "Dim Sum bonds" dengan mata uang Renminbi.

"Kebanyakan (negara lain) juga soal infrastruktur. Jadi kami melihatnya kenapa tidak kami coba (menerbitkan surat utang global berdonominasi rupiah)," ujar Rini.

Baca juga artikel terkait PT JASA MARGA

tirto.id - Ekonomi
Sumber: antara
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom