Jangan Gagap dengan Fitur dan Teknologi Mobil Terbaru

Oleh: Yudistira Perdana Imandiar - 31 Agustus 2018
Dibaca Normal 2 menit
Saat pengendara dihadapkan dengan fitur dan teknologi modern pada mobil yang memudahkan untuk berkendara, ada potensi kegagapan bisa terjadi.
tirto.id - Muhammad Ihsan, 23 tahun, termasuk yang tidak senang dengan modernisasi fitur pada mobil keluaran terbaru. Ia bilang fitur-fitur kekinian justru membuatnya bingung, malah tak membuat nyaman. Warga Cibinong, Bogor, Jawa Barat ini lebih senang dengan sensasi mengendarai mobil konvensional dengan fitur dan teknologi lawas.

Perangkat modern, seperti electronic parking brake dan keyless system yang diaktifkan hanya dengan menekan tombol merupakan hal yang tak mudah diterima oleh Ihsan.“Menghidupkan mesin pakai keyless ribet ya. Harus injak rem dulu, tunggu beberapa detik. Rem tangan (electronic parking brake) yang tinggal pencet itu rasanya terlalu simpel, jadi kurang seninya,” kata Ihsan kepada Tirto.

Fitur Mobil-mobil keluaran terkini memang didominasi oleh sistem kendali elektronik. Elektronifikasi membuat fitur mobil lebih mudah dikendalikan dan simpe, ibarat mengoperasikan sebuah komputer.

Kepala tim analis dari Techanalysis Research Bob O’Donell menulis di laman Recode, sekurangnya ada 150 program komputer yang terintegrasi dalam peranti electronic control unit (ECU) atau pusat kendali sistem elektronik mobil. Kombinasi komponen mekanis dan elektronik membuat kinerja mobil semakin presisi, tapu Bob mencatat, keluhan soal masalah teknis pada mobil cenderung meningkat.


Inovasi teknologi dan pengayaan fitur, seperti dipaparkan Nationwide pada artikel “How Technology Revolutionizing the Future of Cars and Driving”, yang dilakukan produsen kendaraan untuk meningkatkan kualitas keamanan kendaraan. Pembeli mobil saat ini menuntut adanya pembaharuan teknologi keamanan, semisal blind spot warning untuk membantu pengemudi mengetahui keberadaan objek di titik yang tidak terlihat. Elektronifikasi juga bertalian dengan upaya menambah efisiensi bahan bakar.

“Yang menarik adalah konsumen menunjukkan keinginan pada teknologi-teknologi ini,” ujar Executive Director of Driver Interaction and Human Machine Interface JD Power Association, Kristin Kolodge dikutip Nationwide.

Upaya menyertakan teknologi mutakhir berdampak pada meningkatnya ongkos produksi mobil. Buat mengatasi hal ini, pabrikan bersiasat dengan membuat teknologi alternatif dengan fungsi serupa, tapi harganya lebih terjangkau.

Masih dalam artikel yang sama, Nationwide menyebut eagle eye camera yang dipasang untuk menangkap gambar di sekeliling mobil merupakan pilihan yang lebih murah, ketimbang memasang sensor light detection and ranging (LiDAR) 360 derajat. Alat tersebut memantulkan sinar laser untuk mengukur jarak mobil dengan objek di sekelilingnya. Meskipun kamera hanya bisa menangkap gambar tanpa memperhitungkan jarak, setidaknya tetap bisa membantu pengemudi mengidentifikasi keadaan di dekat mobil.


Para pabrikan terus menyuguhkan fitur dan teknologi terbaru pada mobil, termasuk dengan memutar otak untuk bisa menekan harga, tapi apakah fitur dan teknologi itu bisa diterima oleh orang-orang seperti Ihsan dan lainnya? Riset Driver Interactive Vehicle Experience (DrIVE) Report yang dilakukan J.D. Power pada 2015 memaparkan, tidak semua fitur mobil modern dipahami dan digunakan secara efektif oleh konsumen.


Infografik Modernisasi Fitur Mobil


J.D. Power mencatat, ada 16 dari 33 fitur yang paling jarang atau bahkan tidak digunakan sama sekali oleh 20 persen dari 4.200 responden. Adapun fitur yang paling sering diabaikan oleh pemilik mobil, yakni mobile router untuk koneksi internet, electronic parking brake, head-up display, dan aplikasi built-in (sistem Android dan semacamnya) pada head unit. Kebanyakan fitur lain yang tak terpakai berkaitan dengan sistem hiburan dan konektivitas.

Dalam kurun waktu 30 hari pertama, pemilik mobil akan mempelajari segala fitur dan teknologi. Jika mampu menguasai, mereka akan terus menggunakannya, tetapi jika sulit dipahami, fitur itu akan ditinggalkan untuk seterusnya. “30 hari pertama adalah fase yang penting. Pengalaman pertama dengan sebuah teknologi menjadi tahap penentuan apakah (pemilik mobil) menggunakan atau meninggalkannya,” jelas Kristin Kolodge.


Untuk memahami segenap fitur anyar, pemilik atau pengendara mobil butuh arahan dari pihak dealer. Pabrikan pun perlu menyiasati agar teknologi canggih bisa ditampilkan secara sederhana dan mudah dipahami. J.D. Power menekankan, banyak pemilik mobil yang mengabaikan keberadaan fitur "canggih" di mobilnya karena tidak mendapatkan edukasi dari pihak dealer

“Jika dealer bertugas menjelaskan teknologi kepada konsumen, tanggung jawab produsen adalah membuat teknologi yang mudah dipahami,” imbau Kolodge. “Pabrikan juga perlu memberikan pemahaman kepada staf dealer dan melatih mereka untuk mendemonstrasikan kerja (fitur),” saran Kolodge.

Berdasarkan hasil riset tersebut, di balik sederet fitur yang dianggap sulit dipahami dan tidak diperlukan, ada pula fitur yang sangat diidamkan oleh konsumen, di antaranya cruise control, blind sport warning, dan sistem diagnosa kondisi kendaraan. Artinya tak semua fitur atau teknologi baru dihindari oleh pengendara, tapi bila meraba apa latar mengapa ada orang-orang yang "gagap" atau bahkan terganggu dengan fitur baru, aspek psikologis bisa menjawabnya.

Kecenderungan pemilik mobil mengabaikan fitur modern bisa jadi karena ada ketakutan untuk mencoba hal baru. Ada keraguan dalam diri untuk bertemu dengan sesuatu yang tidak familiar dengan kebiasaan. Hal seperti ini biasa terjadi pada orang-orang yang terbuai dengan zona nyaman.

Psikolog Dr. John Matthew dari American Board of Professional Psychology (ABPP), mengatakan seseorang yang terus membiarkan dirinya berada pada zona nyaman, maka ada bagian di otaknya yang tidak bekerja dengan optimal.

"Sebuah mobil yang lama tidak digunakan akan mengalami masalah ketika akan distarter. Saya rasa sama halnya dengan otak. Dirancang untuk terus dipakai secara terus menerus," katanya.

Para pemilik atau pengendara yang menghindari atau gagap dengan fitur atau teknologi baru mobil barangkali perlu memikirkan ulang dari sikapnya selama ini.

Baca juga artikel terkait MOBIL atau tulisan menarik lainnya Yudistira Perdana Imandiar
(tirto.id - Otomotif)


Penulis: Yudistira Perdana Imandiar
Editor: Suhendra