Amputee Football

Jadwal Piala Dunia Amputasi 2022 & Aturan Main Amputee Football

Penulis: Oryza Aditama, tirto.id - 2 Agu 2022 22:25 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Jadwal Piala Dunia Amputasi 2022 akan dihelat 1-9 Oktober di Turki. Simak aturan main amputee football serta perbedaannya dengan sepak bola reguler.
tirto.id - Jadwal Piala Dunia Amputasi 2022 atau Amputee Football World Cup akan dihelat pada 1-9 Oktober 2022 di Turki. Timnas Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil lolos ke putaran final pada edisi tahun ini. Simak juga soal peluang Merah Putih dan seperti apa aturan main amputee football.

Merah Putih berhasil menyabet tiket lolos putaran final Piala Dunia Amputasi 2022, usai finis sebagai runner-up di babak kualiikasi wilayah Asia Timur.

Aditya dan kawan-kawan sukses menundukkan Bangladesh dengan skor telak 8-0, menang atas Malaysia 3-0. Namun saat pertandingan terakhir kalah 0-2 dari Jepang. Selain Indonesia dan Jepang, 2 wakil Asia lain pada putaran final adalah Iran dan Irak.

Menurut hasil drawing yang sudah dirilis, dalam kejuaraan di Turki tahun ini Timnas Indonesia akan tergabung di Grup C, bersama Inggris, Argentina, dan Amerika Serikat.

Timnas Inggris pernah beberapa kali meraih peringkat 3 di Piala Dunia Amputee. Amerika Serikat merupakan runner-up kejuaraan dunia tahun 1988. Sedangkan Argentina runner-up Piala Dunia Amputasi 2010.



Peraturan Umum Amputee Football

Peraturan sepak bola amputasi secara umum masih serupa dengan sepak bola reguler, namun demikian berlaku sejumlah adaptasi sebagai penyesuaian.

Berikut beberapa perbedaan peraturan paling mendasar yang berlaku dalam pertandingan sepak bola amputasi, dikutip dari laman World Amputee Football.

Lapangan outdoor yang digunakan memiliki ukuran 60 x 40 meter, dengan toleransi kurang lebih 5 meter. Namun demikian pertandingan indoor juga bisa dilakukan, dengan menggunakan lapangan ukuran bola basket.

Ukuran gawang sepak bola amputasi sedikit berbeda dengan versi umum, yakni menggunakan lebar 5 meter, tinggi 2 meter, dan kedalaman 1 meter.

Durasi permainan juga lebih singkat, yakni hanya 2 kali 25 menit, dengan waktu jeda istirahat 10 menit. Namun demikian bola yang dipakai tetap menggunakan standar FIFA.

Jumlah yang umum digunakan tiap tim beranggotakan 7 pemain, terdiri 6 outfield dan 1 kiper. Namun demikian ada pula pertandingan yang menggunakan penyesuaian jumlah pemain 4 vs 4, atau 3 outfield dan 1 kiper.

Para outfield diisi pemain yang mengalami amputasi bagian bawah, atau minimal kehilangan pergelangan kaki. Dengan kata lain, pemain outfield memiliki 2 tangan dan 1 kaki.

Sebaliknya, posisi penjaga gawang diisi pemain yang mengalami amputasi bagian atas, atau minimal kehilangan salah satu pergelangan tangan. Dalam artian, kiper memiliki 2 kaki dan 1 tangan.

Perbedaan jenis amputasi inilah yang menyebabkan posisi kiper tidak diperbolehkan meninggalkan area kotak penalti. Jika sampai terjadi maka hukuman penalti bisa diberikan, dan kiper kena kartu merah.

Pengunaan prostesis atau anggota tubuh tiruan tidak diperbolehkan. Sedang untuk menjaga keseimbangan, para pemain outfield akan menggunakan 2 tongkat atau kruk logam di kedua lengan bawah. Penggunaan kruk kayu tidak diperbolehkan karena rawan pecah dan patah.

Kontak bola dengan kruk secara tidak sengaja diperbolehkan. Tapi jika menggunakan kruk dengan sengaja untuk mengarahkan bola dianggap pelanggaran hand pass.

Anggota tubuh yang tersisa dari amputasi tidak boleh digunakan untuk mengarahkan bola. Permainan harus tetap berjalan adil, lantaran tiap pemain pastinya mempunyai sisa amputasi yang berbeda. Mengarahkan bola menggunakan sisa tubuh amputasi dianggap pelanggaran hand pass.

Aturan lemparan ke dalam (throw in), diganti tendangan ke dalam (kick-in). Dan untuk mengantisipasi keterbatasan fisik, pergantian pemain bisa dilakukan tak terbatas. Aturan off-side juga tidak digunakan.

Pelindung tulang kering wajib dipakai. Pemain yang menggunakan tongkatnya secara ofensif kepada lawan akan dikeluarkan dari permainan, dan tim terkena tendangan penalti.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA AMPUTASI 2022 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight