Menuju konten utama

Jadwal, Hukum & Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Safar (Oktober) 2020

Puasa Ayyamul Bidh Safar Oktober 2020: jadwal, hukum dan bacaan niatnya.

Jadwal, Hukum & Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Safar (Oktober) 2020
Ilustrasi Puasa. foto/istockphoto

tirto.id - Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dikerjakan pada pertengahan bulan menurut kalender Hijriah. Untuk bulan Shafar 1442 Hijriah, pertengahan bulan tersebut tepatnya jatuh pada tanggal 1, 2, dan 3 Oktober 2020 Masehi.

Artinya, umat Islam dianjurkan untuk menggelar ibadah puasa sunah selama tiga hari mulai awal bulan mendatang.

Berbicara mengenai asal usul puasa Ayyamul Bidh, memang tidak terlepas dari salah satu kisah ketika Nabi Adam as diturunkan ke muka bumi untuk pertama kalinya.

Selain itu, ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa pada tiga hari pertengahan bulan tersebut (dalam kalender Hijriah), malam harinya bulan menyinari bumi dari mulai terbenamnya matahari hingga muncul lagi.

Seperti dikutip dari laman NU Online melalui artikel berjudul "Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)?" oleh Mahbub Ma’afi Ramdlan, kisah mengenai turunnya Nabi Adam as yang berkaitan dengan Ayyamul Bidh dapat ditemukan dalam kitab Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari.

Menurut riwayat Ibnu Abbas, Nabi Adam as ketika itu disertai dengan kondisi tubuhnya yang terbakar akibat panasnya sinar matahari. Hal ini membuat badan beliau menjadi hitam di sekujur tubuhnya.

Kemudian, Allah SWT memberikan perintah agar Nabi Adam as menjalankan ibadah puasa selama tiga hari. Yakni pada tanggal 13, 14, dan 15.

Saat menjalankan puasa pada hari pertama, sepertiga badan Nabi Adam as menjadi putih kembali. Demikan pula yang terjadi pada hari kedua. Sepertiga badan lainnya juga berubah putih kembali.

Dan pada saat puasa hari ketiga alias terakhir, badan Nabi Adam as sepenuhnya menjadi putih lagi lantaran sepertiga sisa lainnya sudah kembali menjadi putih.

Sementara mengenai terangnya tiga malam pada pertengahan bulan tersebut dapat ditemukan dalam kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari.

Disebutkan bahwa pada hari-hari itu, malamnya terang lantaran sinar dari bulan. Sinar bulan tersebut terjadi sejak matahari tenggelam hingga muncul kembali.

Sebagai akibatnya, meskipun pada malam hari tidak ada sinar yang berasal dari matahari, namun tetap bisa terang atau tampak putih lantaran munculnya sinar dari bulan.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Dalam sebuah hadis, dituliskan jika "Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kaulakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh," (HR Bukhari-Muslim).

Berdasarkan hadis tersebut, dapat diperoleh penjelasan bahwa puasa satu hari pada Ayyamul Bidh ini sama dengan menjalankan puasa selama 10 hari. Maka, tiga hari puasa saat Ayyamul Bidh sama dengan 1 bulan penuh.

Sementara andai puasa tersebut dilakukan setiap bulannya secara berturut-turut, maka bisa sama dengan menjalankan puasa selama satu tahun secara penuh.

Selain itu, seorang ahli puasa atau orang yang suka menjalankan ibadah puasa (termasuk di dalamnya orang yang melakukan puasa Ayyamul Bidh) pun bakal memiliki pintu khusus ketika masih surga kelak. Yakni pintu Ar-Rayyan.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Seperti halnya dengan puasa sunah lainnya, niat puasa Ayyamul Bidh ini bisa dibaca pada malam hari sebelum terbitnya fajar atau ketika sudah siang pada keesokan harinya.

Niat bisa digelar pada siang hari usai terbit fajar dengan syarat belum melakukan segala hal yang bisa membatalkan puasa. Seperti makan dan minum.

Untuk bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang dilakukan pada malam hari, lafal niatnya adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: "Saya niat berpuasa besok pada Ayyamul bidh sunah karena Allah Ta’ala."

Sementara jika niat tersebut diucapkan pada saat sudah terbitnya fajar atau keesokan harinya, maka bacaannya adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: "Saya berniat puasa Ayyamul bidh, sunah karena Allah ta’ala."

Baca juga artikel terkait PUASA AYYAMUL BIDH OKTOBER atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dhita Koesno