Menuju konten utama

ISIS Mendeklarasikan Perang terhadap Indonesia dan Malaysia

Sebuah video dirilis oleh ISIS yang mendeklarasikan perang terhadap Indonesia dan Malaysia. Video yang menunjukkan militan anak itu muncul saat Indonesia diguncang dengan serangan bom bunuh diri yang menargetkan kantor polisi, serta teror di Malaysia.

ISIS Mendeklarasikan Perang terhadap Indonesia dan Malaysia
Anak-anak Indonesia yang dilatih ISIS membakar paspor mereka. Foto/www.youtube.com

tirto.id - Sebuah video mengerikan dirilis oleh Islamic State (ISIS) yang mendeklarasikan perang terhadap Indonesia dan Malaysia. Video yang menunjukkan militan anak itu muncul saat Indonesia diguncang dengan serangan bom bunuh diri yang menargetkan kantor polisi, serta teror di Malaysia.

Dalam rekaman video itu terlihat sejumlah anak menggunakan senjata api jenis AK-47 dan pria yang berbicara berbicara menggunakan bahasa Malaysia dan Arab.

“Kita tidak lagi menjadi warga kalian, dan telah membebaskan diri dari kalian. Dengan izin-Nya dan bantuan-Nya, kita akan datang kepada kalian dengan kekuatan militer yang tak tertandingi. Ini adalah janji Allah kepada kita,” kata seorang militan dalam video itu.

Paspor merah yang dikeluarkan oleh Malaysia dan yang hijau oleh Indonesia juga ditunjukkan dalam rekaman video tersebut. Diyakini bahwa video itu direkam di zona konflik baik di Suriah atau Irak. Video itu juga menunjukkan para ekstremis membakar dokumen paspor.

Menurut Strait Times, dalam rekaman yang terpisah, terlihat anak-anak yang sedang dilatih menggunakan senjata. Tampaknya sudah ada beberapa video ancaman semacam ini.

Serangan terbaru di Indonesia terjadi di halaman kantor polisi Solo, Jawa Tengah. Penyerang meledakkan dirinya di halaman kantor polisi tersebut dan melukai seorang polisi.

“Saya telah memerintah polisi untuk mengejar jaringan (teroris), untuk menangkap jaringan dan mengungkap pelakunya. Kami berharap orang-orang tetap tenang, tidak perlu takut terhadap teror. Kami melihat ada bom di mana-mana, di Turki, Bangladesh, Baghdad, Irak dan yang terakhir di Masjid Nabawi di Arab Saudi. Kekerasan atas nama apapun harus dikutuk dan tidak dapat ditoleransi,” kata Presiden Indonesia Joko Widodo.

Pada 28 Juni lalu, sebuah klub malam di pinggiran ibukota Malaysia, Kuala Lumpur diserang oleh dua ekstremis, yang telah dikonfirmasi oleh polisi setempat bahwa serangan itu dari ISIS, demikian dikutip ibtimes.

Baca juga artikel terkait POLITIK atau tulisan lainnya dari Yantina Debora

tirto.id - Politik
Reporter: Yantina Debora
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora