Menuju konten utama

Iran Tembak Rudal ke Pangkalan AS-Inggris di Diego Garcia

Iran menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia. Hal ini dilakukan setelah Inggris izinkan AS gunakan pangkalannya.

Iran Tembak Rudal ke Pangkalan AS-Inggris di Diego Garcia
Ilustrasi Rudal. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Iran menembakkan rudal ke arah pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia pada Sabtu (21/3). Iran juga memperingatkan bahwa nyawa warga Inggris “dalam bahaya”.

Perlawanan ini dilakukan setelah Perdana Menteri Sir Keir Starmer mendukung AS untuk melakukan serangan lanjutan ke Iran.

Teheran menembakkan dua rudal balistik jarak menengah ke Diego Garcia di Kepulauan Chagos, yang berjarak sekitar 4.000 kilometer.

Menurut laporan Wall Street Journal dan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, rudaltidak ada yang mengenai sasaran.

Salah satu rudal berhasil ditembak jatuh oleh kapal perang AS, sementara yang lainnya gagal saat dalam penerbangan, tulis surat kabar tersebut, mengutip sejumlah pejabat, Sabtu (21/3).

Diego Garcia adalah bagian dari Kepulauan Chagos, berjarak sekitar 3.800 km (2.360 mil) dari Iran dan menjadi lokasi pangkalan udara yang mampu menampung pembom jarak jauh milik AS.

Para menteri memberikan izin kepada AS untuk menyerang lokasi rudal Iran yang menargetkan Selat Hormuz dari pangkalan Inggris, termasuk Diego Garcia, pada Jumat sore.

Sebelumnya, pangkalan Inggris hanya digunakan untuk menyerang target Iran yang mengancam sekutu dan kepentingan Inggris di negara-negara Teluk.

Iran bereaksi keras, dengan menteri luar negerinya, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negaranya akan “menggunakan haknya untuk membela diri”.

Dalam unggahannya di X, ia mengatakan: “Sebagian besar rakyat Inggris tidak menginginkan keterlibatan dalam perang pilihan Israel-AS melawan Iran.

“Dengan mengabaikan rakyatnya sendiri, Tn. Starmer membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran. Iran akan menggunakan haknya untuk membela diri,” tulis Araghchi.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan Inggris “seharusnya bertindak jauh lebih cepat” dalam memberikan izin kepada AS.

Pemerintah Inggris sebelumnya hanya memberikan izin kepada AS untuk tindakan yang bersifat “defensif”.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Abdul Aziz