Instagram Rilis Fitur Keamanan Guna Lindungi Pengguna di Bawah Umur

Oleh: Shanti Dwi Jayanti - 18 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Instagram kembali merilis fitur baru terkait keamanan bagi penggunanya yang masih di bawah umur.
tirto.id - Aplikasi berbagi foto dan video, Instagram kembali merilis sejumlah fitur keamanan baru, untuk melindungi pengguna di bawah umur.

Salah satu fitur yang dimaksud mampu mencegah orang dewasa mengirimkan pesan ke pengguna yang berusia di bawah 18 tahun yang tidak mem-follow mereka.

Instagram mencontohkan, saat orang dewasa melakukan aksi kirim pesan seperti yang disebutkan di atas, mereka akan menerima notifikasi bahwa aksi tersebut bukanlah pilihan.

Fitur ini bekerja dengan memakai teknologi machine learning yang mampu memprediksi usia orang.

Instagram mengatakan, fitur perlindungan ini bisa berjalan tanpa harus mengakses isi DM (Direct Message) pengguna.

Dikutip dari blog resmi Instagram, fitur yang dimaksud tak hanya menyasar pengguna dewasa, namun juga ke pengguna berusia remaja.

Instagram juga akan mengirimkan peringatan keamanan untuk mendorong remaja agar lebih waspada saat berkomunikasi dengan orang dewasa yang sudah terhubung.

Peringatan akan diberikan ketika mesin mendeteksi perilaku mencurigakan dari pengguna dewasa yang mencoba menghubungi mereka, contohnya jika diketahui orang dewasa tersebut mengirimkan permintaan pesan ke banyak orang di bawah usia 18 tahun.

Sejumlah pilihan pun akan diberikan pada penggguna remaja yakni untuk mengakhiri percakapan, memblokir, melaporkan, atau membatasi.

Fitur lain yang turut diluncurkan Instagram adalah penawaran opsi akun private alih-alih akun public pada penguna remaja.

Hal ini ditujukan agar mereka mampu mengontrol dengan lebih baik siapa yang bisa melihat dan berinterkasi dengan konten mereka.

Namun, Instagram juga menyadari bahwa sejumlah kalangan mendapatkan value saat membuka akun mereka. Oleh karena itu, Instagram tetap memberikan opsi public account jika pengguna memilihnya.

Platform berbagi foto dan video ini juga memakai teknologi AI (Artificial Intelligence) dan machine learning untuk memprediksi usia pengguna yang mendaftar di Instagram.

Hal ini disebabkan, meskipun Instagram sudah membatasi usia pengguna harus di atas 13 tahun untuk bisa menjadi pengguna, namun banyak yang mengakali perihal usia ini.

Ke depannya Instagram masih akan terus menggodok fitur-fitur keamanan lainnya termasuk pengaturan privasi.

"Akan lebih banyak lagi hal yang bisa kami bagi dalam beberapa bulan ke depan," janji Instagram.

"Kami ingn meyakinkan bahwa pengguna remaja bisa mengontrol pengalaman dan interaksi yang mereka alami," ujar Vaishnavi J, selaku kepala bagian keamanan Instagram seperti dikutip dari USA Today.

Fitur ini merupakan bagian dari pembaruan panduan untuk orang tua. Ini merupakan hasil kolaborasi antara yayasan non profit The Child Mind Institue dan ConnectSafely.

"Ada kasus di mana orang dewasa dan remaja boleh interaksi di Instagram, namun penting halnya melindungi remaja dari kontak tak diinginkan dari orang dewasa," ujar Larry Magid, CEO ConnectSafely.org.

Indonesia adalah salah satu negara yang sudah bisa menikmati fitur tersebut, selain Argentina, Brasil, India, Jepang, Meksiko dan Singapura. Instagram akan merilis fitur ini ke negara-negara lain dalam waktu dekat.


Baca juga artikel terkait INSTAGRAM atau tulisan menarik lainnya Shanti Dwi Jayanti
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Shanti Dwi Jayanti
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight