Menuju konten utama

IHSG Diprediksi Tertekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Posisi IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.789 sampai dengan 6.978 pada perdagangan Selasa (10/10/2023). Berikut rekomendasi saham dari analis.

IHSG Diprediksi Tertekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
Komisaris Utama VKTR Anindya N. Bakrie (kiri) bersama Direktur Utama VKTR Gilarsi W. Setijono (tengah), dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman (kanan) memantau layar pergerakan saham saat pencatatan perdana saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/6/2023). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang tertekan pada perdagangan, Selasa (10/10/2023) hari ini. Posisi IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.789 sampai dengan 6.978.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya menuturkan, pola pergerakan masih terlihat dalam rentang konsolidasi wajar di tengah fluktuasi harga komoditas. Dia juga mengatakan, peluang kenaikan IHSG masih cukup besar dalam rentang jangka panjang.

Sementara itu, dia menjelaskan dalam rentang jangka pendek masih terdapat banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian jika terjadi koreksi minor. Hal itu mengingat kondisi perekonomian masih dalam keadaan stabil.

"Hari ini IHSG berpeluang tertekan," kata William dalam analisisnya.

Berikut beberapa rekomendasi dari Yugen Bertumbuh Sekuritas, untuk saham-saham berpotensi cuan pada perdagangan hari ini:

  • UNVR
  • BBCA
  • TLKM
  • ISAT
  • PWON
  • ASRI
  • BINA
  • JSMR
  • TBIG

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ditutup menguat dipimpin oleh saham sektor energi. IHSG ditutup menguat 2,94 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.891,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,92 poin atau 0,20 persen ke posisi 944,57.

“Bursa Asia bergerak mixed (variatif) menyusul perkembangan di Israel dan Gaza, sebab hal ini dapat meningkatkan aliran dana ke aset-aset safe haven seperti obligasi yang berperingkat tinggi dan emas, serta meninggalkan aset berisiko di negara berkembang,” kata Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin dikutip dari Antara.

Selain itu, harga minyak mentah juga bisa melonjak karena meningkatnya permintaan akibat peperangan, dan tentunya dapat memberikan tekanan kepada inflasi di tingkat global.

Pada pekan ini, investor juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) sebagai petunjuk tingkat suku bunga AS kedepannya dan juga rilis data inflasi Cina, PPI, dan neraca perdagangan sebagai petunjuk apakah perekonomian Cina sudah memulih atau belum.

Baca juga artikel terkait PROYEKSI IHSG HARI INI atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Bisnis
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Intan Umbari Prihatin