IDI Kecam Pemukulan terhadap Dokter Onkologi di Papua

Reporter: Farid Nurhakim - 20 Apr 2022 10:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Dokter bedah onkologi yang bertugas di wilayah Papua, James Redi dipukuli oleh keluarga pasien.
tirto.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengecam tindakan kekerasan kepada seorang dokter bedah onkologi yang bertugas di wilayah Papua, James Redi. IDI menyebut korban dipukuli oleh keluarga pasien.

“Setiap dokter dan tenaga kesehatan pasti akan selalu melakukan yang terbaik bagi masyarakat. Tindakan kekerasan pada tenaga kesehatan tentunya akan mengganggu pelayanan pada masyarakat,” kata Ketua Umum PB IDI, M. Adib Khumaidi dalam keterangan tertulis, Selasa (19/4/2022).

Adib mengatakan bahwa semua tenaga kesehatan (nakes) berhak atas perlindungan risiko kesehatan dan keselamatan di tempat kerja. Para nakes ini menghadapi berbagai risiko kerja yang terkait dengan bahaya biologis, kimia, fisik, ergonomis, dan psikososial yang memengaruhi keselamatan mereka dan pasien.

Adib melanjutkan fasilitas Kesehatan (faskes), pemerintah, dan aparat perlu menyediakan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan kerja untuk melindungi para nakes.

"Agar tenaga kesehatan dapat bekerja secara produktif," kata dia.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Papua, Donald Aronggear mengatakan wilayah Indonesia Timur terutama Papua sangat kekurangan nakes dokter spesialis. Hal itu lantaran minimnya jaminan perlindungan dari pemerintah setempat dan aparat pada tenaga kesehatan.

Saat ini hanya ada dua dokter spesialis bedah onkologi di wilayah Papua yang harus melayani sekitar 4,3 juta penduduk.

“Apabila kondisi seperti ini terus dibiarkan terjadi, maka dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan kesehatan pada masyarakat setempat,” ujar dia.

Donald mengatakan kepolisian di Jayapura tengah menindaklanjuti laporan dari korban dan IDI Wilayah Papua. Donald berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Menurut Donald, beberapa pekan sebelumnya, seorang bidan bernama Sri Lestari meninggal karena penganiayaan oleh sekelompok orang.


Baca juga artikel terkait KASUS PEMUKULAN atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight