Menuju konten utama

Ide Dekorasi dan Hiasan Rumah untuk Menyambut Imlek 2023

Daftar ide dekorasi dan hiasan rumah untuk merayakan Imlek 2023 di antaranya memasang lentera Cina hingga kuplet pintu.

Ide Dekorasi dan Hiasan Rumah untuk Menyambut Imlek 2023
Warga keturunan Tionghoa bersembahyang di Wihara Amurva Bhumi (Hok Tek Tjeng Sin), Karet Semanggi, Jakarta, Senin (31/1/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

tirto.id - Ide dekorasi rumah untuk merayakan Imlek bersama keluarga dan orang tersayang dapat dilakukan dalam beberapa hal mulai dari memanfaatkan barang bekas, membuat lentera, kuplet pintu dan lainnya.

Imlek atau Festival Musim Semi, yang dirayakan masyarakat Cina untuk memperingati tahun baru dalam kalender Cina. Di Indonesia Imlek, mulai diperingati secara resmi dan menjadi hari libur nasional sejak 2003.

Masyarakat Tionghoa, percaya bahwa di malam tahun baru akan muncul binatang Nian. Makhluk tersebut digambarkan sebagai raksasa dari pegunungan (dalam hikayat lainnya berasal dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin.

Nian, dipercaya dapat memakan hasil panen, binatang ternak, tanaman, dan bahkan orang-orang pada malam pergantian tahun. Oleh karenanya, masyarakat Tionghoa, kemudian menyediakan makanan di depan rumah mereka agar Nian, tidak menyerang orang-orang.

Selain itu, masyarakat Tionghoa juga percaya bahwa Nian, takut kepada perlengkapan serba merah serta petasan. Oleh karenanya, dalam perayaan Imlek, orang-orang menggunakan pakaian serba merah, serta petasan.

Di tahun 2023 perayaan Imlek jatuh pada tanggal 23 Januari 2023. Hal itu sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023.

Ide dekorasi dan hiasan rumah untuk merayakan Imlek 2023

Dalam mempersiapkan perayaan Imlek 2023, Anda dapat mendekorasi rumah dengan berbagai ornamen bergaya oriental yang khas. Di antaranya membuat lentera, kuplet, potongan kertas dan masih banyak lagi.

Mengutip dari laman China Highlight, berikut ini adalah ide dekorasi rumah untuk merayakan Imlek 2023.

1. Memasang lentera Cina

Umumnya, lentera Cina yang dipasang saat Imlek berwarna merah. Selain Imlek, lentera juga kerap digunakan dalam festival-festival atau peringatan hari besar Cina lainnya.

Selama Imlek, banyak lentera yang digantung di depan rumah sebagai hiasan. Hal ini pun dipercaya masyarakat Tionghoa dapat mengusir sial.

2. Kuplet pintu

Kuplet Pintu merupakan tulisan kaligrafi dalam bahasa Cina, yang dibuat dengan tinta hitam di atas kertas merah. Biasanya, hiasan ini terdiri dari 2 baris kalimat yang ditempelkan di kedua sisi ambang pintu.

Kuplet berisi harapan baik dari orang-orang yang ditulis seperti bait puisi. Kalimat yang ditulis biasanya merupakan gambaran datangnya musim semi, dan harapan yang baik yang diinginkan orang-orang Tionghoa.

3. Potongan kertas

Potongan Kertas adalah seni yang banyak digunakan masyarakat Cina bagian Utara dan Tengah. Di hari Imlek, mereka biasanya menempelkan potongan kertas merah di pintu dan jendela.

Untuk warna tidak harus merah dan bisa diganti dengan warna lainnya. Namun, kebanyakan orang Cina lebih suka menggunakan warna merah.

Adapun setiap kertas memiliki gambar dan bentuk yang berbeda. Hal itu pun memiliki makna dan mewakili keinginan yang berbeda.

Misalnya, buah persik melambangkan umur panjang, buah delima melambangkan kesuburan, bebek mandari berari cinta, dan sebagainya.

4. Lukisan tahun baru

Selanjutnya, masyarakat Tionghoa juga kerap memajang lukisan tahun baru saat merayakan Imlek. Lukisan tersebut dipajang di pintu dan dinding selama Tahun Baru Imlek untuk tujuan dekoratif.

Selain tulisan selamat tahun baru, lukisan ini biasanya juga menampilkan tokoh, dan tanaman legendari yang dianggap membawa keberuntungan.

5. Pohon kumquat

Pohon Kumquat di rumah saat tahun baru Imlek, melambangkan kekayaan dan keberuntungan. Pohon Kumquat pun sangat populer saat perayaan tahun baru Cina. Memiliki pohon Kumquat, saat tahun baru Imlek, dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan dan kekayaan.

6. Bunga mekar

Tahun baru Cina, juga memiliki nama Festival Musim Semi, yang menandai pergantian musim. Oleh karenanya, tidak jarang masyarakat Tionghoa, yang mendekorasi rumah dengan bunga mekar sebagai lambang datangnya harapan baru.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Permadi Suntama
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Nur Hidayah Perwitasari