Menuju konten utama
Periksa Fakta

Hoaks Israel Menyerah dan Mengaku Kalah

Video di media sosial menggunakan terjemahan yang salah. Dalam pernyataannya, Netanyahu menyatakan Israel akan terus berperang sampai mendapat kemenangan.

Hoaks Israel Menyerah dan Mengaku Kalah
Header Periksa Fakta Hoaks Israel Menyerah. tirto.id/Fuad

tirto.id - Konflik berkepanjangan antara Israel dan Pelestina tidak kunjung menemukan titik damai. Sejak serangan kelompok Hamas, pada 7 Oktober 2023 lalu, Israel melancarkan serangan balasan berskala besar ke Gaza.

Berdasar catatan Al Jazeera, per 19 Desember 2023, korban dari pihak Palestina di Gaza sudah mencapai 19.667 jiwa. Sementara dari pihak Israel, korban tewas tercatat 1.139 jiwa.

Titik terang dari konflik sempat terlihat saat kesepakatan gencatan senjata terjadi. Israel dan Hamas sempat sepakat soal gencatan senjata pada 24 November 2023 dan diperpanjang dua kali hingga berakhir pada 30 November 2023. Nahasnya, usai kesepakatan damai berakhir, Israel kembali menggempur habis-habisan Gaza.

Kondisi konflik antara Israel dan Palestina ini pun mendapat perhatian publik. Di media sosial, muncul narasi yang menyebut Israel menyerah. Informasi tersebut dirangkai dalam sebuah video singkat tentang pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.

Unggahan (arsip) tersebut ditemukan dalam unggahan akun "Elli Susanti" pada 17 Desember 2023 lalu di Facebook. Di sepanjang video terdapat keterangan, "Palestian Merdeka" dan pidato Netanyahu di depan pihak militer Israel dengan caption yang menyebut bahwa Israel mundur dari perang.

Periksa Fakta Hoaks Israel Menyerah

Periksa Fakta Hoaks Israel Menyerah. (Sumber: Facebook)

Video pendek berdurasi satu menit dan 45 detik tersebut telah mendapat lebih dari 12 ribu tanda suka dan dibagikan ulang sebanyak 12 ribu kali juga.

Video serupa juga ditemukan di TikTok (tautan 1, tautan 2), (arsip 1, arsip 2). Kedua video di TikTok ini mendapat lebih dari 1.000 impresi untuk masing-masing unggahan.

Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar Netanyahu mendeklarasikan Israel menyerah?

Penelusuran Fakta

Tirto menelusuri video asli dari unggahan di media sosial tersebut, yang mungkin bisa memberikan konteks terhadap pernyataan itu. Pertama-tama, Tirto mengambil beberapa potongan gambar dari video, untuk kemudian ditelusuri dengan metode reverse image search dari Google Lens.

Hasilnya, terdapat beberapa rekomendasi video serupa dari berbagai media internasional, termasuk Gazzetta di Parmadan Imagen Television. Dengan menggunakan fitur penerjemahan dari bahasa Italia dan Spanyol, diketahui bahwa narasi yang ada di video-video tersebut berbeda dengan klaim unggahan. Narasi dalam video justru menyebut kalau Israel hendak berjuang habis-habisan hingga meraih kemenangan.

Dari salah satu video yang dipublikasikan media Australia news.com.au, diketahui kalau momen di video ini adalah bagian dari kunjungan Netanyahu ke Gaza pada 26 November 2023 lalu, pertama kali sejak perang dimulai.

Berdasar petunjuk tersebut, Tirto kemudian coba mencari video asli terkait kunjungan Netanyahu ke Gaza tersebut. Tirto menemukan video tersebut dari kanal YouTube "IsraeliPM" yang kerap mengunggah aktivitas Perdana Menteri Israel. Namun, tidak ada teks terjemahan yang bisa membantu memahami konteks yang disampaikan.

Video dengan terjemahan kami temukan dari kanal YouTube "All Israel News" dan video di kanal YouTube media "Al Jazeera English".

"Kami akan melanjutkan sampai akhir, sampai mendapatkan kemenangan. Tidak ada yang dapat menghentikan kami," ujar Netanyahu dalam video tersebut.

Dia juga menyebut ada tiga tujuan dari perang ini, yakni menghabisi Hamas, mengembalikan para sandera, dan memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.

Terjemahan ke Bahasa Indonesia juga ditemukan dalam pemberitaan Kompas.com. Narasinya juga sama dengan pemberitaan media internasional lain. Israel justru akan terus maju berperang sampai mendapat kemenangan.

Kesimpulan

Hasil dari penelusuran fakta mendapatkan kalau narasi yang tersebar di media sosial deklarasi menyerah Israel oleh PM Netanyahu bersifat salah dan menyesatkan (false & mislieading).

Video yang disebarkan di media sosial menggunakan terjemahan yang salah. Berdasar penelusuran ke berbagai pemberitaan media internasional, pesan PM Netanyahu dalam video justru berisi pesan bagi militer Israel untuk melanjutkan perang sampai meraih kemenangan.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Alfons Yoshio Hartanto

tirto.id - Periksa fakta
Penulis: Alfons Yoshio Hartanto
Editor: Farida Susanty