Periksa Fakta

Hoaks 5 Orang Meninggal Karena Vaksinasi di Probolinggo

Oleh: Irma Garnesia - 23 Juli 2021
Dibaca Normal 2 menit
Lima orang meninggal dunia di Jawa Timur karena sakit dan usia tua, bukan karena vaksinasi.
tirto.id - Baru-baru ini, Hotline Periksa Fakta Tirto (kontak) mendapat laporan terkait adanya 5 orang yang meninggal secara bersamaan di Probolinggo pada 16 Juli 2021 setelah menerima vaksinasi. Pesan itu disampaikan dalam bentuk video berdurasi 33 detik. Video tersebut menampilkan lima keranda jenazah, yang diklaim sebagai orang-orang yang tinggal serumah, yang digiring dan dijejerkan di dalam sebuah bangunan yang tampak seperti masjid. Sekelompok orang menyaksikan di sekeliling keranda.

Video ini juga diiringi narasi tertulis yang berbunyi, "Kalau sudah begini, siapa yang bertanggung jawab?"

Periksa Fakta Sekeluarga Meninggal Karena Vaksinasi di Probolinggo
Periksa Fakta Hoaks Sekeluarga Meninggal Karena Vaksinasi di Probolinggo. (Scerenshoot/WhatsApp)


Video ini muncul di tengah usaha pemerintah untuk memvaksinasi sebanyak-banyaknya penduduk Indonesia di tengah lonjakan tajam kasus COVID-19 sebulan terakhir, yang sempat menyentuh angka 56.757 di 15 Juli 2021, menurut data Satuan Tugas COVID-19. Sementara itu, per 21 Juli 2021, ada 42,61 juta penduduk yang telah menerima vaksinasi pertama, dan 16,6 juta penduduk yang telah menerima vaksinasi pertama dan kedua. Jumlah ini masih jauh dari target vaksinasi sebanyak 208,26 juta penduduk.

Lantas, bagaimana kebenaran informasi tersebut?

Penelusuran Fakta

Kami berusaha menelusuri asal usul video yang dilaporkan tersebut. Pengecekan dilakukan dengan mengambil tangkapan layar dari video tersebut dan menelusurinya lewat mesin pencari Google. Kami juga menambahkan kata kunci “5 jenazah” dan “vaksin” untuk memaksimalkan hasil pencarian.

Pencarian kami mengarah pada berita berjudul “Viral 5 Warga Lamongan Disalatkan Bersama, Camat: Bukan COVID-19" dari IDN Times. Artikel tersebut memuat foto dengan tempat yang mirip dengan video. Berita IDN Times sendiri dipublikasikan pada 14 Juli 2021.

Seperti diberitakan IDN Times, kelima orang tersebut meninggal dunia bukan karena terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Menurut Camat Paciran, Yuli Wahyuono, dua orang yang meninggal berasal dari Desa Sumurgayam dan tiga lainnya dari Desa Paciran. Kelima jenazah tersebut disalatkan di Masjid Al Karomah Dusun Padeg, Desa Sumurgayam, Kecamatan Paciran. Video itu sendiri diambil pada hari Minggu (11/7/2021) malam.

“Kelima orang ini meninggal dunia karena sakit yang bertahun-tahun dan ada juga yang sudah tua," kata Camat Yuli kepada IDN Times, Rabu (14/7/2021).

Kemudian, Yuli juga menjelaskan kelima orang tersebut hendak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang sama, sebab lokasi Dusun Padeg dengan Paciran berdekatan. Tak hanya dimakamkan di satu tempat, kelima jenazah tersebut juga disalatkan bahkan diberangkatkan ke TPU secara bersama-sama.

"Yang pasti bukan Corona. Jadi kelima orang tersebut meninggal dunia murni karena sakit biasa dan faktor usia. Itu sebabnya pada saat kita kubur dan salati tidak perlu menerapkan prokes," lanjutnya.

Berita dengan narasi yang sama juga dimuat oleh situs Beritajatim.com dengan judul “Sehari, 5 Jenazah Warga Lamongan Dimakamkan Bersamaan”. Berita ini juga memuat penuturan Camat Yuli dan dipublikasikan pada 13 Juli 2021, jauh sebelum narasinya diputar menjadi keluarga yang meninggal setelah vaksinasi dan viral dalam beberapa hari belakangan.


Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa narasi yang beredar terbukti salah dan menyesatkan (false & misleading). Penyebab kematian lima orang di dalam video yang beredar bukan karena COVID-19 maupun vaksinasi, melainkan sakit dan usia tua. Mereka dimakamkan bersama-sama karena lokasi rumah mereka yang berdekatan. Lokasinya pun bukan di Probolinggo, melainkan di Paciran dan Sumurgayam, yang berlokasi di Kabupaten Lamongan.

==============

Tirto mengundang pembaca untuk mengirimkan informasi-informasi yang berpotensi hoaks ke alamat email factcheck@tirto.id atau nomor aduan WhatsApp +6288223870202 (tautan). Apabila terdapat sanggahan ataupun masukan terhadap artikel-artikel periksa fakta maupun periksa data, pembaca dapat mengirimkannya ke alamat email tersebut.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Mild Report)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Farida Susanty
DarkLight