Menuju konten utama

Hari Anak Nasional 2019: 5 Jenis Permainan Edukatif untuk Anak

Permainan edukatif melatih kemampuan anak untuk menyusun konsep, mengembangkan kreatifitas, serta memecahkan masalah.

Hari Anak Nasional 2019: 5 Jenis Permainan Edukatif untuk Anak
Anak bermain dengan Lego Mixel Vampos di meja biru. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Seiring perkembangan teknologi saat ini, banyak anak-anak yang mulai kecanduan bermain gim yang ada di dalam gawai.

Hal tersebut tentunya bisa berdampak bagi perkembangan anak, hingga membatasi aktivitas sosialnya.

Salah satu solusi yang bisa diberikan oleh orang tua pada anaknya adalah dengan mengenalkan permainan edukatif.

Melansir dari buku berjudul Designing Engaging Educational Games and Assessing Engagement in Game-Based Learning, karya Xun Ge (University of Oklahoma, USA) dan Dirk Ifenthaler yang dikutip dari IGI Global Disseminator of Knowledge, permainan edukatif adalah permainan yang sengaja dirancang untuk tujuan pendidikan, atau hiburan yang memiliki nilai insidentil atau mendidik.

Permainan edukatif dirancang untuk membantu orang memahami konsep, mempelajari pengetahuan domain, dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah saat mereka bermain.

Berikut beberapa permainan edukatif untuk anak, selain yang terdapat di dalam gawai.

Lego

Lego merupakan permainan di mana anak bisa menyusun suatu bentuk dari biji-biji lego tersebut.

Tujuan dari permainan lego adalah untuk menginspirasi dan mengembangkan anak untuk berpikir kreatif, sistematis dan mengembangkan potensi anak untuk membuat apapun yang ia sukai.

Selain itu, legi memiliki varian permainan yang disediakan yakni Lego Pirate Code sehingga anak bisa menebak kombinasi dari warna permata yang tersembunyi di peti harta karun lawan.

Kelebihan varian ini adalah berpikir kritis, proses eleminasi, dan logika.

Puzzle

Puzzle merupakan permainan menyusun gambar, gambar diacak terlebih dahulu. Sehingga anak mencoba menyusunnya di dalam bingkai dengan menghubungkan potongan-potongan kecil sehingga menjadi gambar utuh.

Dilansir dari Learning4kids, puzzle memiliki beberapa keuntungan di antaranya:

- Kemampuan kognitif

- Penyelesaian masalah

- Pengembangan gerakan motorik

- Koordinasi tangan dan mata yang seimbang

Kotak alfabet

Kotak alfabet adalah permainan berbentuk kotak d imana di dalamnya terdapat huruf alfabet yang bisa digerakkan dan dipindah-pindahkan.

Inti dari permainan ini adalah menyusun kata menggunakan kotak-kotak alfabet yang bisa disusun menjadi sebuah kata.

Dilansir dari Coastal Montessori Charter, keuntungan dari permainan ini adalah siswa dapat menganalisa suara dan menjadikannya dalam bentuk tulisan, anak juga dilatih untuk mengenal huruf alfabet yang benar.

Gunting dan tempel

Anak-anak kemungkinan memiliki ketertarikan yang tinggi akan semua benda yang ada di sekelilingnya.

Permainan ini sangat sederhana, yaitu anak diajak untuk menggunting dan menempel bentuk-bentuk tertentu dari kertas.

Orang tua bisa menggambar bentuk-bentuk sederhana, misalnya buah-buahan. Lalu ajak anak menggunting bentuk tersebut dan rekatkan pada kertas kosong dengan bentuk yang sama.

Permainan ini juga bisa ditambah dengan penamaan gambar setelah ditempel dan mengajari anak membacanya.

Dilansir dari Continued, menggunting dan menempel memiliki beberapa keuntungan seperti:

- Gerakan independen dari masing-masing jari memperkuat otot-otot tangan

- Keterampilan koordinasi bilateral (koordinasi dua tangan)

- Keterampilan motorik visual (koordinasi mata-tangan)

- Keterampilan motorik halus (pemisahan tangan, ketangkasan jari)

- Fokus dan perhatian

Menyusun balok kayu

Permainan balok kayu sebenarnya hampir sama dengan permainan lego, namun balok kayu biasanya digunakan pada anak yang memiliki umur lebih muda.

Dengan permainan ini anak bisa belajar mengenal bentuk dan juga menyusunnya menjadi sebuah bentuk.

Permainan yang mendidik tidak hanya bisa dilakukan di dalam ruangan, ada banyak permainan yang berbasis pembelajaran yang bisa dilakukan di luar ruangan.

Permainan di luar ruangan biasanya dilakukan secara berkelompok dan melatih gerakan fisik anak.

Baca juga artikel terkait HARI ANAK NASIONAL atau tulisan lainnya dari Rachma Dania

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Rachma Dania
Penulis: Rachma Dania
Editor: Yandri Daniel Damaledo