Hanum Rais: Kami Cooling Down Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Oleh: Irwan Syambudi - 16 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Hanum Rais meminta agar isu-isu negatif diganti dengan isu soal kerakyatan yang lebih substansial.
tirto.id - Menjelang pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Hanum Salsabiela Rais meminta agar semua pihak menahan diri.

Pelantikan Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI dijadwalkan digelar di gedung kompleks MPR RI/DPR RI, Minggu (20/10/2019) pukul 14.30 WIB

"Tolong hargai bahwa saat ini masanya kami cooling down dulu sudah mau pelantikan presiden," kata Hanum, putri politikus senior PAN, Amien Rais, ditemui di kantor DPRD D.I. Yogyakarta, Rabu (16/10/2019).

Ia meminta agar isu-isu negatif diganti dengan isu-isu soal kerakyatan yang lebih substansial.

Di sisi lain, Hanum juga enggan merespons terhadap orang yang melaporkannya ke polisi terkait cuitannya menanggapi peristiwa penusukan Menkopolhukam Wiranto.

"Saya sekarang berdiri di depan gedung DPRD. Saya menghargai ini adalah rumah rakyat, rumah kedewanan. Isu-isu kedewaaan yang saya jawab. Tidak etis kiranya saya menjawab hal tersebut di DPRD," kata Hanum yang juga anggota DPRD D.I. Yogyakarta.


Ia berdalih, tak mau banyak berkomentar dan meminta agar tidak lagi ditanya-tanya soal perkara tersebut.

"Saat ini sudah menjalang pelantikan presiden sehingga perlu kondusifitas," ujarnya.

Hanum juga menyatakan, pelaporan ke polisi ini adalah hak bagi orang yang melaporkan.

Oleh karena itu, penulis buku 99 Cahaya di Langit Eropa ini menghargai hak orang yang melaporkan dirinya.

"Semua sudah melihat bahwa sudah diproses dan saya menghargai hak yang melaporkan," ujar Hanum.


Sebelumnya, seseorang bernama Jalaluddin melaporkan sejumlah akun media sosial yang berkomentar soal penusukan Menkopolhukam Wiranto ke Polda Metro Jaya, Jumat (11/10/2019).

Akun Twitter yang dilaporkan adalah @JRX_SID (Jerinx SID), @hanumrais, dan @fullmoonfolks (Bhagavad Sambadha), sementara akun Facebook atas nama Jonru Ginting dan Gilang Kazuya Shimura.

"Klien kami melaporkan akun-akun media sosial tersebut lantaran menyebarkan ujaran kebencian dan berita hoaks terkait kasus penusukan yang dialami Menkopulhukam Wiranto," kuasa hukum Jalaluddin, Muannas Alaidid, mengonfirmasikan ke wartawan.

Laporan Jalaluddin teregistrasi dengan LP/6558/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus 11 Oktober 2019. Akun-akun ini dilaporkan dengan Pasal 28 ayat 2 ITE, kemudian Pasal 14 dan 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.


Baca juga artikel terkait PELANTIKAN JOKOWI-MARUF atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Zakki Amali
DarkLight