Gereja Santa Lidwina Bedog Diserang, PDIP: Pemda-Polisi Harus Tegas

Reporter: Addi M Idhom - 11 Feb 2018 17:31 WIB
Dibaca Normal 1 menit
PDIP mendesak Pemda DIY dan Kepolisian bersikap tegas terhadap kasus penyerangan rumah ibadah. Seruan PDIP itu muncul usai Gereja Santa Lidwina Bedog diserang oleh seorang bersenjata pedang pada hari ini.
tirto.id - Gereja Santa Lidwina Bedog diserang seorang bernama Suliono yang bersenjata pedang di saat ibadah misa berlangsung pada Minggu pagi (11/2/2018). Serangan ke Gereja Katolik di Jalan Jambon Trihanggo Nomor 3, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu mengakibatkan 5 orang terluka.

Menanggapi insiden tersebut, Ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto menyatakan partainya mengutuk serangan dan perusakan tempat ibadah tersebut.

“Kami mengutuk keras segala macam teror, penyerangan, pengrusakan tempat-tempat ibadah milik siapapun,” kata Bambang dalam keterangan resminya yang diterima Tirto pada Minggu sore.

Bambang juga mendesak pihak kepolisian serta Pemerintah Daerah (Pemda) di DIY dan Kabupaten Sleman bersikap tegas terhadap kasus ini.

“Kami menyerukan kepada Pemda DIY, Kabupaten, aparat Kepolisian dan TNI agar hadir dan bertindak setegas-tegasnya untuk mencegah terulangnya peristiwa semacam itu,” kata Bambang.

Penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog itu mengakibatkan tiga jemaat gereja, satu pastor dan seorang polisi bernama Aiptu Munir terluka. Pastor yang terluka akibat penyerangan ini adalah Romo Karl Edmund Prier.

Luka Romo Prier terbilang parah sebab menyebabkan pendarahan otak. Dia terluka di bagian kepala sisi kiri pada belakang telinganya. Romo Prier harus menjalani operasi di RS Panti Rapih pada Minggu siang akibat luka di bagian kepalanya tersebut.

Berdasar keterangan kepolisian, pelaku penyerangaan ini merupakan warga asal Banyuwangi bernama Suliono. Dia sempat dilumpuhkan oleh polisi dengan tembakan pada kakinya. Suliono semula dirawat di RS Akademik UGM, tapi lalu dipindah ke RS Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki motif penyerangan tersebut.

Bambang Praswanto menambahkan PDIP berharap masyarakat tetap waspada usai insiden ini tapi tidak perlu saling curiga.

“Kami menyerukan kepada warga masyarakat untuk waspada, hati hati, tetapi tidak saling curiga, tidak saling menghujat sehingga masyarakat aman, tenteram dan terlindungi dari teror dan rasa takut,” ujarnya.


Baca juga artikel terkait PENYERANGAN GEREJA LIDWINA atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Addi M Idhom
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom

DarkLight