Gempa Mematikan di Iran-Irak Menewaskan Lebih Dari 400 Orang

Gempa Mematikan di Iran-Irak Menewaskan Lebih Dari 400 Orang
Seorang pria melihat sebuah bangunan hancur menyusul gempa bumi di daerah Sarpol-e Zahab di Kermanshah, Iran, Senin (13/11/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/Tasnim News Agency
14 November, 2017 dibaca normal 2 menit
Jumlah korban gempa masif di Iran dan Irak ini diperkirakan meningkat saat tim pencari dan penyelamat mencapai daerah terpencil.
tirto.id - Gempa berkekuatan besar 7,3 SR telah mengguncang wilayah perbatasan utara antara Iran dan Irak, menewaskan hingga lebih dari 400 orang dan melukai ribuan lainnya.

Kantor berita
Irna yang dikelola negara Iran, melaporkan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 407 orang dan mengatakan 6.700 orang terluka setelah gempa melanda pukul 09.20 waktu setempat pada Minggu (12/11/2017). Guncangan terasa hingga ratusan mil jauhnya di kedua ibu kota negara, di Teheran dan Baghdad.

Pejabat lokal mengatakan bahwa jumlah korban diperkirakan meningkat saat tim pencari dan penyelamatan mencapai daerah terpencil. Lebih dari 70.000 orang membutuhkan tempat penampungan darurat, kata Bulan Sabit Merah Iran.

Provinsi yang paling parah terkena adalah Kermanshah, di mana tiga hari berkabung telah diumumkan. Lebih dari 236 orang tewas di kota Sarpol-e Zahab, sekitar 10 mil dari perbatasan Irak. Di daerah Dalahu di Kermanshah, gubernur setempat mengatakan bahwa beberapa desa telah hancur total.

Farhad Tajari, anggota parlemen setempat, mengatakan bahwa 15 anggota keluarganya telah terbunuh. Sementara itu, ia menambahkan, rumah sakit utama kota tersebut mengalami kerusakan parah dan berjuang untuk merawat ratusan orang yang terluka.

"Sarpol-e Zahab hanya memiliki satu rumah sakit, yang sudah hancur akibat kejadian ini. Semua pasien dan staf rumah sakit terkubur di bawah reruntuhan, sehingga [rumah sakit] tidak dapat menawarkan layanan apapun," katanya kepada media setempat, sebagaiman dilaporkan
The Guardian.

Seorang reporter untuk mingguan Iran,
Nawa-i-Waqt, yang mengunjungi Sarpol-e Zahab menggambarkan situasi di sana "kacau.”

"Tidak ada cukup makanan, juga bahan bakar, udara dingin bisa memakan korban. Anak-anak dan orang tua sangat lapar dan banyak keluarga belum terlindungi," kata wartawan tersebut, menurut kantor berita
Ilna.

"Lebih dari 150 juta orang di Iran dan Irak, dan juga di ibu kota mereka, merasakan gempa ini," kata Mehdi Zare, dari Pusat Seismologi Iran.

Gempa tersebut menewaskan setidaknya tujuh orang di Irak dan melukai 535 orang lainnya, di wilayah utara Kurdi, semi-otonom, kata kementerian dalam negeri.


Gempa 7,3 SR itu berpusat 19 mil di luar kota Halabja, Irak timur, menurut pengukuran terbaru dari Survei Geologi AS. Disebutkan pula, gempa ini terjadi di kedalaman 23,2km (14,4 mil), kedalaman dangkal yang bisa memiliki kerusakan lebih luas. Besaran gempa bumi ini sendiri mampu meluas dan menyebabkan kerusakan berat.

Tim penyelamat bekerja sepanjang malam untuk menemukan orang-orang yang terjebak dalam bangunan runtuh di kota-kota yang terkena dampak gempa, yang dirasakan hingga ke barat sejauh Israel dan selatan ke Baghdad.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan belasungkawa pada Senin. Ia juga mendesak semua instansi pemerintah untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk membantu mereka yang terkena dampak.

Polisi Iran, Garda Revolusi elit, dan pasukan milisi Basij yang berafiliasi dikirim ke daerah-daerah yang terkena dampak gempa dalam semalam, demikian lapor TV pemerintah.

Sementara itu, Presiden Iran, Hassan Rouhani, telah meminta pemerintahnya untuk fokus pada pasokan bantuan. Qasr-e-Shirin, kota lain di Kermanshah yang berfungsi sebagai pintu gerbang untuk pengiriman barang antara Iran dan Irak, juga sangat terpukul. Sedikitnya 28 orang dilaporkan terbunuh di sana, kata media ISNA.

"Masih ada orang-orang di bawah reruntuhan. Kami berharap jumlah korban yang tewas dan yang terluka tidak akan naik terlalu banyak, tapi akan meningkat," kata Wakil Gubernur Kermanshah Mojtaba Nikkerdar.

Listrik terputus di beberapa kota di Iran dan Irak. Kekhawatiran akan gempa susulan membuat ribuan orang di kedua negara keluar ke jalan dan taman dalam cuaca dingin.

Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan beberapa jalan diblokir dan ada kekhawatiran tentang korban di desa-desa terpencil.

Di sisi Irak, kerusakan paling luas terjadi di kota Darbandikhan, 75km timur kota Sulaimaniyah di Daerah Kurdistan semi-otonom.
Lebih dari 30 orang terluka di kota tersebut, menurut Menteri Kesehatan Kurdi, Rekawt Hama Rasheed.

"Situasinya sangat kritis," kata Rasheed kepada Reuters.


Baca juga artikel terkait GEMPA IRAN atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - rat/rat)

Keyword