Gempa di Aceh 5,1 SR Sore Ini Tak Berpotensi Tsunami

Oleh: Yuliana Ratnasari - 21 Juli 2017
Dibaca Normal 1 menit
Gempa bumi di Aceh hari ini berpusat di pantai Barat Sumatera di wilayah perairan Samudra Hindia pada kedalaman 33 kilometer.
tirto.id - Gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR) mengguncang Aceh pada Jumat (21/7/2017). Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh, gempa yang terjadi pukul 14.24 WIB ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Gempa bumi tektonik 5,1 SR pukul 14.24 WIB tadi tak berpotensi tsunami walau terjadi di laut lepas," kata Kepala BMKG Aceh Eridawati di Banda Aceh.

Seperti dilansir Antara, Eridawati menyebutkan, gempa bumi terjadi di pantai Barat Sumatera di wilayah perairan Samudra Hindia pada kedalaman 33 kilometer.

Pusat gempa ada pada koordinat 4.67 Lintang Utara dan 94.42 Bujur Timur, di perairan 111 kilometer arah Barat Kota Lho Kruet, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Sementara menurut laman resmi BMKG pukul 16.31 Wib, gempa 5,1 SR terjadi pada kedalaman 10 kilometer di 134 kilometer barat daya Kabupaten Aceh Jaya.

"Dampak dari peristiwa alam ini, berupa guncangan yang dirasakan warga di Banda Aceh pada skala III MMI (Modified Mercalli Intensity)," jelas Eridawati.

"Meski guncangan gempa ini dirasakan orang banyak seperti di Banda Aceh, akan tetapi belum berpotensi menimbulkan kerusakan," katanya.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi menyatakan berdasarkan hasil pantauan hingga pukul 14.55 Wib tidak terjadi gempa susulan.

Jika ditinjau dari kedalaman gempa, ia menjelaskan, maka gempa itu termasuk dalam klasifikasi gempa bumi yang dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menuju ke bawah Lempeng Eurasia.

"Bagi warga di wilayah sekitar Aceh Jaya, kita imbau agar tetap tenang. Tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata dia.

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 5,1 SR juga sempat menghebohkan masyarakat Yogyakarta pada Kamis (20/7/2017) pukul 11.12 WIB. Terkait gempa tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengatakan jika pihaknya tidak menerima laporan kerusakan maupun korban jiwa.

"Untuk laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa bumi tidak ada," ujar Diyah selaku staf Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD.

Sementara itu, menurut pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, gempa tersebut tergolong gempa dangkal dan tidak berpotensi tsunami. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala BMKG Yogyakarta I Nyoman Sukanta. Menurutnya, gempa yang terjadi selama 10 detik tersebut merupakan gempa dangkal dan tidak berpotensi tsunami.

"Ditinjau dari kedalaman hiposenternya gempa ini katagori gempa dangkal yang tidak memiliki potensi memicu tsunami," ujar Sukanta.

Baca juga artikel terkait GEMPA ACEH atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight