Final Piala Dunia 2018 Bisa Jadi Arena 'Lahirnya' Kylian Mbappe

Oleh: Fitra Firdaus - 13 Juli 2018
Dibaca Normal 2 menit
Kylian Mbappe bisa menyejajarkan namanya dengan Pele yang mencetak gol di partai final Piala Dunia.
tirto.id - Final Piala Dunia 2018 antara Perancis vs Kroasia pada Minggu (15/7/2018) bisa menjadi momen yang menentukan bagi Kylian Mbappe. Di usia yang baru 19 tahun, Mbappe berpeluang merasakan gelar juara dunia yang belum pernah dicicipi dua pemain yang mendominasi Ballon d'Or dalam 10 tahun terakhir, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Setelah Cristiano Ronaldo mendapatkan Ballon d'Or kelima tahun lalu, kebosanan publik tentang dominasi sang penyerang internasional Portugan dan Lionel Messi dalam penghargaan pemain terbaik dunia semakin mengemuka.

Ronaldo memang mendapatkan gelar Liga Champions bersama Real Madrid. Bahkan, gelar juara Liga Spanyol. Namun, performanya sepanjang tahun kurang memuaskan. Berdasarkan data Whoscored, pada musim 2016/2017, Ronaldo mendapatkan nilai 7,61 di La Liga. Jumlah nilai ini jauh di bawah Lionel Messi (8,47) yang timnya hanya menjadi runner-up.

Ballon d'Or Bukan Sekadar Messi dan Ronaldo
Musim ini, Cristiano Ronaldo kembali mendapatkan gelar Liga Champions. Performanya di kompetisi tersebut luar biasa dengan kemasan 15 gol dari 13 penampilan. Tetapi, di partai final melawan Liverpool, bukan Ronaldo yang jadi bintang, melainkan Karim Benzema dan Gareth Bale.

Oleh karenanya, ketika Portugal yang memiliki Cristiano Ronaldo dan Argentina yang mempunyai Lionel Messi tersingkir di 16 besar Piala Dunia 2018, tidak sedikit yang bersorak. Setidaknya, kandidat pemenang Ballon d'Or dan FIFA The Best tahun ini, tidak hanya Messi dan Ronaldo.

Fans sudah patah hati ketika pada tahun 2010, Lionel Messi yang menjadi pemenang Ballon d'Or, bukan Xavi dan Andres Iniesta yang mengantar Spanyol juara Piala Dunia —meski kedua pemain tersebut masuk tiga besar.

Hal yang sama terulang pada 2014, ketika Jerman menjadi tim asal Eropa pertama yang berhasil mencuri Piala Dunia di Amerika Selatan. Pemenang Ballon d'Or bukanlah Philipp Lahm atau Manuel Neuer, melainkan Cristiano Ronaldo, yang timnya bahkan tidak lolos penyisihan grup.



Mengikuti Jejak Pele di Piala Dunia 1958
Sekarang hal yang sama 'tidak boleh' terjadi. Saat seperti itu, muncullah banyak kandidat untuk Ballon d'Or 2018. Luka Modric yang membawa Kroasia ke final pertama, Antoine Griezmann, lalu Kylian Mbappe.

Nama terakhir adalah penampil terbaik Perancis versi Whoscored hingga partai semifinal. Lupakan aksi teatrikalnya saaat memancing emosi Diego Godin (Uruguay) di perempat-final.

Mbappe dinilai 7,72 poin dengan dua gol, rerata 1 tembakan per pertandingan, 1,5 umpan kunci, 4,7 dribble, dan 2,2 kali dilanggar. Belum lagi dua gol ke gawang Argentina dan kecepatan yang mencapai 32,4 kilometer perjam.

"Yang dilakukannya menghadapi oposisi adalah, menciptakan kepanikan. Ini fenomenal. Dalam usia 19 tahun, dan mendapatkan tanggung jawab seperti itu, sangatlah besar," kata Rio Ferdinand berkomentar tentang Mbappe.

Satu lagi, Kylian Mbappe adalah remaja kedua yang mampu mencetak dua gol dalam satu laga di fase gugur Piala Dunia. Siapa remaja pertamanya? Dia adalah Pele, yang di Piala Dunia 1958 baru berusia 17 tahun. Pele melakukannya di laga



Total enam gol yang dikemas Pele di Piala Dunia itu, seluruhnya lahir di fase gugur, termasuk dua ke gawang Swedia di partai final untuk kemenangan Brasil 5-2.

Jika Mbappe berhasil melakukan yang dilakukan Pele, mencetak gol di final Piala Dunia di usia remaja, semakin tepat pula ramalan yang menyebutkan, penyerang PSG ini akan muncul sebagai salah satu kandidat pemenang Ballon d'Or.

"Berdasarkan yang ditunjukkan, jelas ia memiliki kapasitas Ballon d’Or. Dalam hal potensi, juga kualitas, menurut saya ia pantas mendapatkan Ballon d’Or," tutur Eden Hazard, gelandang Belgia.

Kini, segalanya ada di tangan Kylian Mbappe. Final Piala Dunia 2018 antara Perancis vs Kroasia akan menentukan takdirnya, apakah dalam usia 19 tahun akan menjadi raja dunia seperti yang dilakukan Pele —di usia lebih muda—- pada 1958, atau sekadar menjadi pemanis partai puncak, dan melihat Les Bleus dipukul Kroasia.


Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2018 atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Fitra Firdaus
Dari Sejawat
Infografik Instagram