Menuju konten utama

Duterte: Filipina akan Selesaikan Konflik Laut Cina Selatan

Rodrigo Duterte akan memimpin Filipina menyelesaikan konflik Laut Cina Selatan dengan

Duterte: Filipina akan Selesaikan Konflik Laut Cina Selatan
Calon presiden Rodrigo 'Digong' Duterte memberikan suaranya ditemani putrinya Veronica, di tempat pemungutan suara untuk pemilu nasional di sekolah menengah nasional Daniel Aguinaldo di kota Davao, selatan Filipina, Senin (9/5). Antara foto/Reuters/Erik de Castro.

tirto.id - Rodrigo Duarte, calon presiden Filipina yang memimpin perolehan suara sementara dalam pemilu, menyatakan akan menginisiasi forum multilateral untuk membahas sengketa Laut China Selatan jika terpilih menjadi presiden. Ia mengaku akan melibatkan seluruh negara yang mengklaim wilayah itu, serta negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Duterte mengimbau Cina, sebagai pihak yang paling agresif melakukan klaim, untuk menghormati zona ekonomi eksklusif Filipina di perairan tersebut. Ia juga menawarkan kepada Cina untuk membuat perusahaan patungan guna melakukan eksploitasi minyak dan gas lepas pantai secara bersama-sama.

"Jika kita menghendaki perusahaan patungan, bagus. Saya mendukung (semangat untuk) berbagi seperti itu," ujarnya kepada sejumlah wartawan di Kota Davao, wilayah selatan Filipina, Senin, (09/05/2016).

Belum lama ini, Filipina mengajukan gugatan kepada Arbitrase Internasional atas klaim Cina di wilayah Laut Cina Selatan yang disengketakan. Selain Filipina dan China, wilayah perairan strategis secara ekonomi itu juga diperebutkan oleh Malaysia, Brunei, Thailand, Vietnam, dan Taiwan.

Dalam kesempatan berbeda, Duterte juga mengisyaratkan akan mengubah undang-undang dasar dan sistem parlementer yang selama ini dianut negara tersebut.

"(Perombakan) itu akan membutuhkan kesepakatan nasional secara luas, dimulai dengan mengajukan permintaan kepada kongres untuk menyelenggarakan pembahasan konstitusi," kata sang juru bicara, Peter Lavina, dalam acara jumpa pers di Davao, Selasa, (10/05/2016).

"Akan ada perubahan besar dalam undang-undang dasar kita.”, imbuhnya.

Pernyataan itu ia sampaikan saat penghitungan suara tidak resmi atas hasil pemilihan presiden Filipina menunjukkan bahwa dia berhasil mengalahkan saingan-saingannya.

Dari sekitar 54 juta pemilih yang terdaftar, Wali Kota Davao itu memperoleh 6,2 juta suara, disusul Grace Poe dengan 3,6 juta suara dan Manuel Roxas dengan 3,45 juta suara pada pukul 10.55 GMT, demikian pernyataan Dewan Pastoral Paroki yang bertanggung jawab untuk penghitungan suara pemilu (PPCRV), Senin, (09/05/2016).

PPCRV adalah lembaga pengawas dan badan tidak resmi serta lembaga penghitungan suara yang mendapat akreditasi dari Komisi Pemilihan Umum Filipina.

Baca juga artikel terkait FILIPINA

tirto.id - Politik
Sumber: Antara
Penulis: Putu Agung Nara Indra
Editor: Putu Agung Nara Indra