Menuju konten utama

Direstui ARB, Golkar Malut Dukung Aziz Syamsuddin

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Maluku Utara (Malut), Ahmad Hidayat Mus mengatakan, Golkar Malut mendukung Aziz Syamsuddin sebagai calon ketua umum pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) mendatang. Dukungan tersebut direstui Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB).

Direstui ARB, Golkar Malut Dukung Aziz Syamsuddin
Wakil Ketua Pansus Pelindo II Aziz Syamsuddin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

tirto.id - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Maluku Utara (Malut), Ahmad Hidayat Mus mengatakan, Golkar Malut mendukung Aziz Syamsuddin sebagai calon ketua umum pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) mendatang. Dukungan tersebut direstui Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB).

“Saya sudah meminta arahan ke ARB mengenai figur yang tepat untuk memimpin Partai Golkar. Alasan itulah membuat saya bersama-sama pengurus DPD Partai Golkar kabupaten/kota memberikan dukungan ke Aziz,” kata Ahmad, di Ternate, Rabu (16/3/2016).

Menurut Ahmad, keputusan untuk mendukung Aziz diambil dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Malut pada 16 Maret 2016. Keputusan dukungan itu melibatkan seluruh DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se Provinsi Malut.

Saat ini, menurut Ahmad yang juga Ketua Tim Pemenangan Aziz Syamsuddin, bakal calon ketua umum yang akan diusung di Munaslub Golkar ini juga mendapat dukungan dari 21 DPD I Golkar di seluruh Indonesia.

Karena itu, dia meminta kepada seluruh pengurus DPD Partai Golkar Malut yang hadir di Rapimda tersebut untuk fokus menggalang dukungan dan memenangkan Aziz dalam Munaslub Golkar mendatang.

Menurut mantan Bupati Kepulauan Sula dua periode itu, selain memutuskan siapa bakal calon yang akan didukung pada Munaslub Partai Golkar nanti, Rapimda DPD Golkar Malut ini juga dianggap penting karena akan membahas calon Bupati Halteng dan Morotai.

“Tentu ada juklak yang harus dipatuhi. Petunjuk Operasional (PO) juga ada yang nanti membimbing untuk memutuskan siapa calon Bupati di dua daerah itu. Dalam Juklak memprioritaskan kader Golkar, tapi kalau misalnya kader itu gagal terus, berarti tidak mungkin akan dicalonkan lagi,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait ABURIZAL BAKRIE atau tulisan lainnya

Reporter: Abdul Aziz