Direksi Pertamina Dirombak untuk Persiapan Holding BUMN Migas

Direksi Pertamina Dirombak untuk Persiapan Holding BUMN Migas
Aktivitas proses pemindahan LNG dari Kapal Kargo LNG Aquarius ke Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu milik PT Nusantara Regas di Teluk Jakarta, Jakarta, Kamis (4/1/2018). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.
14 Februari, 2018 dibaca normal 1:30 menit
Kementerian BUMN memberlakukan sejumlah perubahan dalam struktur Direksi PT Pertamina untuk persiapan pembentukan Holding BUMN Migas.
tirto.id - Kementerian BUMN mengumumkan perombakan Direksi PT Pertamina. Perombakan itu berdasarkan SK Menteri BUMN No.39/MBU/02/2018 tentang penyerahan keputusan mengenai reorganisasi Pertamina kepada pemegang saham Pertamina. Sejumlah anggota direksi PT Pertamina (Persero) mengalami pemberhentian, perubahan nomenklatur, dan pengalihan tugas.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengungkapkan perombakan ini adalah tahap pertama dari persiapan pembentukkan holding BUMN migas.

"Kaitan dengan holding ini semua terkait karena kita akan melihat bagaimana Pertamina ke depan, bertujuan ke mana," ujar Fajar di kantor Kementerian BUMN, Jakarta pada Selasa (13/2/2018).

Berdasar keputusan itu, jumlah Direksi Pertamina masih tetap 9. Hanya saja, ada perubahan nomenklatur berupa Perubahan Direktur Pemasaran menjadi Direktur Pemasaran Ritel. Selain itu, menetapkan penambahan nomenklatur Direktur Pemasaran Korporat dan Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur. Serta, meniadakan Direktur Gas.

"Gas hilang karena nanti akan ditangani subholding gas. Yang penting, dengan perubahan paradigma ini, adalah meningkatkan, memperbaiki pelayanan Pertamina kepada konsumen," kata Fajar.

Di dalam holding BUMN migas diketahui akan ada pengelompokan menjadi subholding, yang terdiri dari gas, upstream, refinery dan petrochemical, serta pemasaran.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina, Gigih Prakoso mengatakan bahwa adanya perombakan ini tidak akan mengganggu investasi Pertamina yang sudah berjalan. "Sudah dimapping (dipetakan) semua tahun ini, sehingga tidak menggangu investasi," kata Gigih.

Pada 2018, investasi Pertamina di sektor hulu, terdiri dari pengembangan lapangan Jambaran-Tiung Biru, Alih kelola Blok Mahakam, dan pengembangan geothermal. Lalu, investasi di sektor pengolahan dan petrokimia terdiri dari Refinery Development Master Plan (RDMP), GRR, dan PLBC, peningkatan fleksibilitas minyak mentah kilang, dan pengembangan produk turunan. Kemudian, investasi di sektor pemasaran terdiri dari penguatan infrastruktur pasokan dan distribusi (Terminal BBM, pipa) serta peremajaan kapal.

Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/Capex) Pertamina pada 2018 direncanakan sebesar 5,59 miliar dolar AS. Perinciannya 59 persen dialokasikan ke hulu, 15 persen ke megaproyek pegolahan dan petrokimia, 15 persen di pemasaran, 5 persen pada gas, 3 persen di pengolahan, 3 persen untuk riset dan pendukung lainnya.

Kementerian BUMN menargetkan dalam waktu 2 pekan Pertamina dapat menjabarkan penyesuaian perubahan strukturisasi korporasi. Penjabarannya akan berfokus pada pemasaran yang berorientasi konsumen.

"Ada 3 hal yang penting harus kami lakukan, bagaimana menjabarkan sisi proses bisnis karena harusnya penyesuaian, human capital karena realokasi dan sistem juga perlu penyesuaian dengan dirketorat baru," kata Gigih.

Sementara daftar susuan Direksi Pertamina adalah sebagaimana yang terinci berikut ini.
  • Elia Massa Manik selaku Direktur Utama
  • Arief Budiman selaku Direktur Keuangan
  • Syamsu Alam selaku Direktur Hulu
  • Muchamad Iskandar selaku Direktur Pemasaran Ritel merangkap Direktur Pemasaran Korporat sampai dengan penetapan direktur definitif
  • Nicke Widyawati selaku Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur merangkap Direktur SDM sampai dengan penetapan direktur definitif
  • Dwi Wahyu Daryoto selaku Direktur Manajemen Aset
  • Toharso selaku Direktur Pengolahan
  • Gigih Prakoso selaku Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko
  • Ardhy N. Mokobombang selaku Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.


Baca juga artikel terkait HOLDING BUMN atau tulisan menarik lainnya Shintaloka Pradita Sicca
(tirto.id - shn/add)

Keyword