Di Balik Jadwal Tayang Bareng Film Hanum Rais dan Ahok

Oleh: Felix Nathaniel - 10 Oktober 2018
Dibaca Normal 2 menit
Langkah Hanum akan sia-sia jika ingin menjegal Ahok, lantaran mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah memiliki basis pendukung.
tirto.id - Jadwal pemutaran film Hanum & Rangga dimajukan menjadi 8 November 2018. Film adaptasi kisah nyata percintaan putri Amien Rais ini akan diputar berbarengan dengan film A Man Called Ahok yang juga diangkat dari kisah nyata kehidupan Basuki Tjahaja Purnama.

Kedua film identik satu sama lain. Sama-sama berasal dari kisah nyata, sama-sama bersumber dari novel (buku The Faith and The City karya Hanum dan buku A Man Called Ahok karya Rudi Valinka), sama-sama diangkat ke layar lebar, tampil di bulan yang sama, dan direncanakan diputar di hari yang sama.

Yang membedakan keduanya adalah sosok yang diangkat punya perbedaan pandangan politik. Ahok adalah mantan kolega politik dan berteman dekat dengan Joko Widodo. Ia bisa dibilang berada di barisan pendukung Jokowi.

Hanum adalah anak Amien Rais, sosok yang dikenal kritis bahkan cenderung nyinyir terhadap Jokowi. Amien dekat dengan Prabowo Subianto dan bisa dibilang pendukung garis keras Capres Nomor urut 02. Ini memungkinkan Ahok dan Hanum punya latar belakang pendukung yang berbeda.

Tak hanya itu, majunya jadwal film ini diumumkan tak lama setelah ramai-ramai kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Ratna adalah mertua Rio Dewanto, pemeran Rangga dalam sekuel film yang ditulis Hanum, sekaligus bekas tim pemenangan Prabowo. Fakta ini menjadi serpihan cerita di balik dimajukannya pemutaran film ini.



Lantas, adakah motif politik untuk menjegal popularitas Ahok di balik pemajuan pemutaran film ini? Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai motif tersebut sangat dimungkinkan.

Namun, Ujang merasa, pemajuan itu juga berkaitan dengan bisnis dari produser film Hanum & Rangga, Manoj Punjabi, untuk meraup keuntungan. “Bisa saja usaha-usaha Hanum memang mengarah ke situ [menjegal popularitas Ahok]. Namun, menurut saya ini strategi bisnis yang dilakukan produsernya,” kata Ujang kepada Tirto, Rabu (10/10/2018).

Ujang berkata, langkah Hanum akan sia-sia jika ingin menjegal Ahok, lantaran mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah memiliki basis pendukung. Ia balik merasa, pemajuan jadwal pemutaran film Hanum & Rangga lebih untuk menyelamatkan citra diri Hanum.

Ini dimungkinkan lantaran Hanum sempat mendapat kecaman dari warganet karena mengumbar kabar bohong Ratna Sarumpaet dianiaya. Anak ketiga Amien Rais ini bahkan sempat diberi julukan “ratu drama” karena sempat terlihat menangis saat bertemu dengan Ratna–yang saat itu masih mengaku dianiaya. Hanum saat itu menyatakan Ratna adalah “Cut Nyak Dien masa kini.”

“Bisa jadi memang [Hanum] mau menaikkan citranya,” kata Ujang.

Analisis ini bisa jadi benar. Hanum tampak sedang berusaha mempromosikan filmnya tersebut setelah kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Dalam unggahannya melalui akun Instagram @hanumrais, putri Amien Rais tersebut meminta maaf dan memasang foto poster film Hanum & Rangga.

Dalam unggahan itu, Hanum menyertakan kutipan dari film Hanum & Rangga. Intinya: Hanum kadang terjatuh dan selalu dikuatkan suaminya Rangga Almahendra.

“Dalam konteks membersihkan nama dirinya […] Itu bagian strategi untuk meraih dukungan masyarakat terkait film yang diluncurkannya,” kata Ujang lagi. “Itu wajar saja.”

Infografik CI Film Hanum vs Ahok



Menyambut Hanum & Rangga

Mantan staf pribadi Ahok, Rian Ernest tak ambil pusing dengan majunya jadwal penayangan film Hanum & Rangga. Rian yang kini menjadi caleg Partai Solidaritas Indonesia mengaku tak khawatir jadwal dua film bergenre biopic itu muncul bersamaan.

“Karena segmentasinya memang berbeda. Jadi nanti tinggal pilih. Yang mau menonton soal Pak Ahok ya nonton A Man Called Ahok. Yang mau nonton soal Hanum Rais ya pilih Hanum & Rangga,” kata Rian kepada Tirto.

Hal sama dikatakan mantan juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot saat Pilkada DKI Jakarta, Raja Juli Antoni. Ia tidak menganggap ada upaya untuk mencegah Ahok kembali dibicarakan di masyarakat. Namun apabila memang demikian, menurut Toni, ketakutan itu sangat berlebihan.

“Keterlaluan kalau mereka masih mau jahatin Pak Ahok. Keterlaluan kalau masih berpikir film itu harus dikubur dengan cara seperti itu. Pak Ahok sudah kalah, sudah dipenjara. Jadi menurut saya kalau betul pemikiran itu, berlebihan lah ya. Film ini sebuah kebudayaan, nikmati saja,” kata Toni kepada Tirto.

Secara terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menyanggah film Hanum & Rangga dipercepat rilisnya untuk memulihkan citra Hanum. Menurutnya, Hanum tidak berbuat salah dan tidak ikut menyebarkan hoaks Ratna Sarumpaet.

“Dia kan korban, dia tertipu,” kata Saleh pada Tirto. “Karyanya enggak usah ditarik ke arah situ.”

Sementara itu, Manoj Punjabi selaku produser film tersebut mengatakan keputusan memajukan jadwal bukan berada di tangan Hanum melainkan dirinya. Ia mengaku tak tahu dengan polemik Ratna Sarumpaet saat menginformasikan pemajuan jadwal tayang film Hanum & Rangga kepada Hanum Rais.

“Ketika saya bilang ke Hanum saya malah enggak tahu ada kasus itu,” kata Manoj kepada Tirto.

Ia juga menampik pemajuan jadwal untuk menjegal Ahok. “Enggak lah. Enggak sejauh itu. Saya kira saya urusi film saya saja. Enggak level saya urus begitu.”

Baca juga artikel terkait FILM INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Film)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Mufti Sholih
Dari Sejawat
Infografik Instagram