Daftar Lima Tanda Orang Siap Menikah Menurut BKKBN

Oleh: Ahmad Efendi - 11 Mei 2020
Dibaca Normal 2 menit
Menikah bukan soal mau atau tidak. Mereka yang akan menikah perlu mempertimbangkan apakah calon suami dan calon istri sudah siap menjalani kehidupan dalam pernikahan.
tirto.id - Menikah adalah sebuah keputusan besar dan penuh dengan tanggung jawab. Banyak orang yang akhirnya memutuskan menikah atas dasar cinta. Alasan lainnya mungkin karena telah menemukan sosok pendamping hidup yang cocok.

Banyak juga orang rela mengeluarkan uang kelewat banyak untuk mewujudkan impian pernikahan sempurna. Namun, psikolog Sri Juwita Kusumawardhani kepada Antara menyatakan, edukasi saat pranikah juga merupakan hal penting sebagai bekal pengetahuan dalam menjalani rumah tangga.

Juwita menyatakan, edukasi pranikah juga dapat meningkatkan kualitas dan kepuasan pernikahan. Berdasarkan riset, dia menambahkan, mereka yang menjalani edukasi pranikah punya hubungan pernikahan yang lebih baik daripada yang tidak. Sebab, kata dia: "Pasangan saling menerima."

Oleh karena itu, kata Juwita, edukasi pranikah diharapkan dapat menghindari perceraian. Sebelum menikah, psikolog Sri Juwita mengatakan seseorang harus menyejahterakan diri sendiri dalam hal mental, sehingga memiliki konsep kuat tentang harga diri, kemandirian, kematangan emosi dan isu-isu pribadi.

Selain itu, sebagaimana dilansir laman SiapNikah, sebuah situs di bawah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terdapat setidaknya lima tanda yang menunjukkan bahwa seseorang telah siap untuk menikah. Berikut ini lima tanda orang siap menikah menurut BKKBN.

1. Siap Usia

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 salah satu syarat menikah adalah mempelai berusia di atas 21 tahun. Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin kedua orang tua.

Mengapa harus 21 tahun? Sebab, saat sudah berusia lebih dari 21 tahun, tubuh berhenti tumbuh dan menjadi dewasa. Hormon dalam tubuh juga sudah stabil sehingga siap untuk bereproduksi.

Kematangan emosi dan kemampuan bekerja juga sudah siap sehingga pasangan pernikahan sudah mampu menopang kebutuhan rumah tangga. Namun, sebenarnya tak ada patokan usia yang ideal untuk menikah, masing-masing orang punya pertimbangan sendiri sebelum menikah. Coba cek tanda siap nikah berikutnya.

2. Siap Fisik

Kenali tubuhmu sendiri, kesehatan tubuh menjadi penting ketika menikah. Apakah kamu memiliki riwayat penyakit seperti darah rendah, darah tinggi, hepatitis, dan penyakit kelamin?

Jika ada, bukan berarti kamu belum siap nikah. Namun, kamu harus jujur dengan pasangan dan melakukan pengobatan dengan benar.

Menikah bukan hanya berarti siap melakukan hubungan seksual. Karena itu, sehat jasmani penting supaya kamu siap bekerja menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Siap mandiri mengerjakan pekerjaan di dalam rumah seperti mengasuh anak, memasak, dan mencuci.

3. Siap Mental

Sudah pasti harus sehat mental sebelum menikah, karena menikah tidak selalu indah seperti masa pacaran. Kalau kamu mampu menjadi pendengar yang baik saat orang bercerita/curhat, berbicara jujur meskipun yang dibicarakan menyakitkan, siap menghadapi kekurangan pasangan yang tidak sesuai, berarti secara mental sudah matang. Siap menjalani kehidupan keluarga yang tidak sesuai harapan berarti kamu sudah siap nikah.

Sehat mental akan memudahkan pasangan berdiskusi untuk perencanaan keluarga. Tidak mudah marah atau berteriak jika merasa kesal dengan beban pekerjaan, misalnya. Selain itu, tak mudah tersinggung jika ada ucapan yang tidak berkenan di hati. Mampu menyelesaikan masalah secara cepat dan tepat, juga penting.

Mudah menyesuaikan dengan berbagai kondisi lingkungan dan pertemanan, dapat bergaul dengan teman-teman pasangan, mau berpartisipasi dalam kegiatan organisasi dan kemasyarakatan, juga menjadi pertanda kesiapan mental menjalani pernikahan.

4. Siap Finansial

Siap finansial bukan berarti harus memiliki banyak tabungan, meski jika memang memiliki banyak simpanan dana akan lebih baik. Siap finansial artinya, sudah memiliki pendapatan tetap sehingga mandiri dalam hal keuangan. Jangan sampai sudah menikah, tapi masih terus membebani orang tua atau anggota keluarga lain.

Meskipun keluarga biasanya akan mendukung dan memberikan bantuan, sebaiknya hal seperti ini dihindari. Intinya, selama sudah memiliki sumber pendapatan tetap, berarti seseorang sudah siap menikah. Pilihan untuk menunda pernikahan sampai memiliki tabungan yang cukup kembali pada keputusan Anda dan pasangan.

5. Siap Menjadi Orang Tua

Memang tidak semua orang yang menikah ingin langsung memiliki anak. Namun, harus sudah siap menjadi orang tua karena itu adalah konsekuensi dari proses reproduksi.

Kalau kamu sudah mampu mengatur waktu di kehidupan sehari-hari, mengetahui cara perawatan kesehatan reproduksi, mengetahui alat-alat kontrasepsi untuk pengaturan jarak kelahiran, serta tahu pembagian peran dan tanggungjawab sebagai isteri atau suami, artinya memang sudah siap menikah.


Baca juga artikel terkait MENIKAH atau tulisan menarik lainnya Ahmad Efendi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight