Menuju konten utama

Daftar 8 Negara yang Lockdown & Larang Kerumunan Libur Akhir Tahun

Larangan kerumunan ini ternyata tidak hanya ditetapkan di Indonesia, tetapi juga sejumlah negara-negara di dunia.

Daftar 8 Negara yang Lockdown & Larang Kerumunan Libur Akhir Tahun
Ilustrasi Holiday. foto/istockphoto

tirto.id - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru pemerintah tetapkan larangan kerumunan untuk mengantisipasi lonjakan angka penularan Covid-19.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat virtual Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali pada Senin (14/12/2020) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Keputusan ini didasari oleh pengalaman tiga liburan sebelumnya yakni libur Idul Fitri, HUT ke-75 RI, serta libur akhir Oktober, yang menyebabkan penambahan angka kasus Covid-19 di Indonesia.

"Jumlah angka positif dan angka kematian terus meningkat pasca libur di delapan dan 20 provinsi, setelah sebelumnya trennya menurun," kata Luhut dalam keterangan tertulis.

Larangan kerumunan ini ternyata tidak hanya ditetapkan di Indonesia, tetapi juga sejumlah negara-negara di dunia. Kondisi Covid-19 yang mewabah secara global mengakibatkan beberapa negara melarang kerumunan hingga lockdown wilayah selama libur Natal dan Tahun Baru, di antaranya,

Belanda

Pemerintah Belanda melarang kerumunan pada Natal dan Tahun baru, dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan pengunjung di rumah-rumah warga setempat.

Dilansir dari Euro News, satu rumah hanya dapat menjamu dua orang pengunjung dewasa yang tinggal di tempat lain, sedangkan pada malam Natal dan hari Natal dapat dikunjungi tiga orang.

Pemerintah Belanda juga memerintahkan penutupan toko-toko non-primer dan meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah selama 14 Desember 2020 hingga 19 Januari 2021.

Denmark

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengumumkanlockdownpadaNatal pada Rabu (16/12/2020).

Lockdown nasional ini disebabkan oleh adanya peningkatan kasus Covid-19 di Denmark yang mencapai lebih dari 3.000 kasus.

Pemerintah setempat akan melarang pembukaan toko-toko selain penjual makanan dan peralatan medis dari 25 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 mendatang. Pembatasan sosial juga diberlakukan dengan membatasi kerumunan tidak lebih dari 10 orang.

Korea Selatan

Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan melarang pertemuan lebih dari empat orang selama liburan Natal dan Tahun Baru di wilayah Seoul dan sekitarnya.

Dilansir dari Aljazeera, selain melakukan pembatasan sosial, Pemerintah Kota Seoul juga akan melakukan razia di tempat-tempat yang rawan kerumunan di area Seoul dan sekitarnya.

Pihak berwenang Korea Selatan memberlakukan kebijakan ini untuk menekan angka kasus Covid-19 yang terus melonjak selama 11 hari terakhir. Saat ini kasusnya mencapai lebih dari 50.000. Pembatasan ini akan berlangsung pada 23 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

Inggris

Larangan perayaan Natal dilayangkan oleh Pemerintah Inggris untuk wilayah London dan sebagian Inggris Tenggara dan Timur. Dilansir dari Bussiness Insider, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa Inggris akan melakukan lockdown wilayah lima hari sebelum Natal.

Masyarakat Inggris juga disarankan untuk tidak bepergian baik ke dalam maupun luar negeri. Aturan ini sebagai tanggapan atas kemunculan varian baru Covid-19 di Inggris yang menyebar cepat, yang diyakini 70 persen lebih menular daripada jenis aslinya.

Italia

Sempat menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia, Pemerintah Italia menetapkan lockdown nasional selama libur Natal dan Tahun Baru.

Dilansir dari France24, Pemerintah Italia akan melarang pembukaan sejumlah toko, bar, dan restoran di beberapa wilayah.

Selain itu, masyarakat juga hanya diizinkan untuk melakukan satu kali perjalanan harian ke luar rumah. Pada malam Natal, perayaan keagamaan hanya akan diizinkan hingga pukul 10.00 malam waktu setempat.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengaku bahwa pihak berwenang tidak memiliki sarana atau kemauan untuk memantau kepatuhan kebijakan lockdown, tetapi dia meminta orang Italia untuk menghormati batas baru orang yang berkunjung setidaknya dua tamu dewasa di rumah.

Kebijakan lockdown ini akan dilonggarkan pada pada 28, 29, 30 Desember 2020, serta pada 4 Januari 2021.

Jerman

Jerman telah melakukan isolasi ringan sejak awal November dengan menutup sejumlah toko, restauran, dan bar. Pada Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Jerman akan mengeluarkan kebijakan berupa pembatasan sosial maksimal 10 orang dan larangan menjual kembang api sebelum malam Tahun Baru.

Pertemuan keagamaan akan diizinkan dengan syarat orang-orang berjarak 1,5 meter dan tidak bernyanyi. Kebijakan baru ini akan berlangsung hingga 10 Januari 2021 tetapi akan dilonggarkan pada 24 hingga 26 Desember 2020.

Swedia

Pemerintah Swedia tidak akan melakukan lockdown nasional, namun akan melakukan pembatasan ketat pada Hari Natal.

Dilansir dari Sky News, Swedia telah menutup seluruh tempat kerja umum, pusat kebugaran, kolam renang, dan perpustakaan sejak 18 Desember 2020 dan akan dibuka kembali pada 24 Januari 2021.

Tempat-tempat umum seperti restoran akan tetap dibuka, dengan syarat hanya empat orang yang dapat bertemu di dalam restoran. Angkutan umum juga tidak akan dihentikan dan masyarakat diwajibkan mengenakan masker selama jam-jam sibuk.

Austria

Kebijakan lockdown akan diberlakukan oleh Pemerintah Austria selama pada malam Natal hingga 24 Januari 2021.

Kebijakan ini diiringi dengan penutupan sejumlah toko, restoran, museum, dan sekolah hingga tanggal 15 hingga 18 Januari 2021.

Sementara tempat-tempat wisata seperti resort sky akan dibuka pada 24 Desember sementara hotel-hotel tetap tutup. Masyarakat juga diimbau untuk tidak berkumpul lebih dari 10 orang selama Natal dan Tahun Baru.

Baca juga artikel terkait LOCKDOWN atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Nur Hidayah Perwitasari