Cuitan Roy Suryo Borobudur Viral dan Klarifikasi Soal Stupa Jokowi

Penulis: Dipna Videlia Putsanra - 16 Jun 2022 12:05 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Alasan Roy Suryo hapus stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Jokowi.
tirto.id - Cuitan Roy Suryo soal stupa Borobudur yang mirip dengan Presiden Joko Widodo viral di media sosial Twitter. Twit yang diunggah di akun @KRMTRoySuryo2 tersebut berbunyi demikian:

"Mumpung akhir pekan, ringan2 saja Twit-nya. Sejalan dgn Protes Rencana Kenaikan Harga Tiket naik ke Candi Borobudur (dari 50rb) ke 750 rb yg (sdh sewarasnya) DITUNDA itu, Banyak Kreativitas Netizen mengubah Salahsatu Stupa terbuka yg Ikonik di Borobudur itu, LUCU, he-3x AMBYAR."

Roy juga mengunggah foto-foto stupa Borobudur yang diedit sehingga mirip dengan wajah Jokowi. Namun, twit tersebut sudah dihapus karena Roy Suryo menganggap banyak orang yang memanfaatkannya untuk menjatuhkan Roy.

Pada 14 Juni 2022, Roy mengunggah klarifikasi mengapa ia menghapus postingan tersebut. Roy mengatakan, banyak warganet yang mengira ia mengedit foto-foto stupa Jokowi tersebut.

"Agar tdk ada yg memprovokasi lagi & dianggap 'mengedit' krn ketidakfahamannya, Maka postingan tsb saya drop, case close," tulis Roy.

Ia pun menyertakan link akun-akun yang mengunggah foto-foto tersebut. Menurut Roy, meme pertama diuggah
@IrutPagut pada 07/06/22 pukul 09.36 dan diunggah kembali @NewOpang pada 09/06/22 pukul 08.05. Meme kedua diunggah @fly_free_DY pada 10/06/22 pukul 17.25.


Polisi Usut Pembuat Meme Stupa Borobudur Mirip Jokowi


Setelah diunggah Roy Suryo, meme stupa Borobudur mirip Jokowi itu viral. Polisi menyatakan akan mengusut pembuat foto stupa Borobudur tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan Direktorat Siber Bareskrim Polri telah bergerak mendalami siapa pelaku yang telah membuat foto tersebut.

“Sedang didalami dan profiling oleh Siber,” kata Dedi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (14/6/2022), dikutip Antara News.

Dedi pun mengimbau masyarakat untuk bijaksana dalam menggunakan sosial media dengan menghormati hak-hak orang lain. Ia juga mengingatkan bahwa sekali bermedia sosial maka akan menyisakan jejak digital yang dapat membuat seseorang berhadapan dengan hukum.

“Dalam menggunakan medsos harus bijak, menghormati hak-hak orang lain, menjaga toleransi dan persatuan serta kesatuan. Karena jejak digital bisa dijadikan bukti dalam proses hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ITE,” kata Dedi.


Baca juga artikel terkait ROY SURYO atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Addi M Idhom

DarkLight