Menuju konten utama

Copet Telepon Genggam Tertangkap di Munajat 212

Copet tertangkap setelah korban memergokinya saat Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

Copet Telepon Genggam Tertangkap di Munajat 212
Warga memadati kawasan Monas jelang malam pergantian tahun di Jakarta, Senin (31/12/2018). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

tirto.id - Kericuhan sempat terjadi di areal panggung utama acara Munajat 212, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019), setelah seorang copet telepon genggam ditangkap.

Korban dari pecopetan tersebut bernama NA (17) warga asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Angga, kawan dari NA, mengatakan, handphone NA diambil saat ia sedang mengantre untuk mengambil makanan.

"Tahu-tahu ada tangan copet mengambil handphone dari saku baju depannya," ujar dia ditemui reporter Tirto, di Monas.

Namun korban menyadari saat telepon genggamnya tersebut diambil. Pencopet pun ikut terkejut.

"Akhirnya handphone tersebut terjatuh dan copet mencoba kabur," kata Angga.

Angga juga mengatakan setelah kejadian tersebut berlangsung, sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) langsung mengejar dan menangkapnya.

Acara yang disebut Novel Bamukmin, sebagai Malam Munajat 212, acara tersebut diadakan oleh Lembaga Dakwah FPI Pusat dan MUI Jakarta.

"Jadi yang mengadakan ini Lembaga Dakwah FPI Pusat dan MUI Jakarta," kata Novel saat dihubungi oleh reporter Tirto, Kamis (21/2/2019).

Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta menjawab tentang pelaksanaan acara doa bersama di Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

MUI Jakarta menyebut, acara bukan lah Munajat 212, tetapi acara senandung salawat.

"Bukan (acara munajat 212), kalau dari MUI DKI kita namanya Senandung Salawat," kata Sekretaris Infokom MUI Jakarta Nanda Khairiyah.

Nanda membenarkan, acara di Monas diselenggarakan oleh MUI Provinsi DKI Jakarta. Acara tersebut digelar untuk bersifat muhasabah (instropeksi diri). Mereka ingin mengadakan acara untuk menyatukan umat yang ada di Jakarta, dan Indonesia.

Baca juga artikel terkait MUNAJAT 212 atau tulisan lainnya dari Fadiyah Alaidrus

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Fadiyah Alaidrus & Felix Nathaniel
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Zakki Amali