Cegah Penjualan Satwa Langka, Bonbin Mangkang Harus Diaudit

Reporter: Rima Suliastini - 16 Maret 2016
tirto.id - [caption id="attachment_41731" align="alignnone" width="1200"]
Petugas Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Tukimin (45) memberi makan orang utan koleksi TSJT, Tori dan anaknya, Justin di danau taman setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (16/2). Pengelola TSTJ berupaya menarik investor untuk mengelola TSTJ dengan perkiraan investasi sekitar Rp 50 miliar selama lima tahun pertama, namun hingga kini belum ada respon dari 50-an lembaga konservasi satwa yang telah ditawari oleh pihak TSTJ untuk menjadi investor. ANTARA FOTO/Maulana Surya/Rei/pd/15.
Ilustrasi  ANTARA FOTO/Maulana Surya[/caption]

Centre for Orangutan Protection (COP) meminta koleksi satwa di Taman Margasatwa Mangkang (Bonbin Mangkang) Semarang diaudit dan diinventarisasi. COP juga meminta penambahan satwa, kelahiran, kematian, dan pertukaran satwa di kebun binatang dilakukan secara terbuka guna membangun transparansi informasi publik.

"Kami meminta adanya audit Bonbin Mangkang untuk menghindari jual-beli satwa yang melibatkan kebun binatang," kata Coordinator of Anti Wildlife Crime COP Daniek Hendarto di Semarang, Rabu (16/3/2016).

Hal itu dilakukannya usai bertemu dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait penangkapan salah satu oknum pegawai Bonbin Mangkang yang diduga terlibat jual-beli satwa liar dilindungi.

Berbagai kasus perdagangan satwa dilindungi sudah terjadi sepanjang awal tahun 2016. Pada bulan Februari, Bareskrim Mabes Polri menangkap pedagang satwa di Yogyakarta dengan barang bukti 20 ekor satwa dilindungi, seperti burung elang, ular, merak, beruang, dan lutung Jawa.

Dalam pengembangannya, kata Daniek, Bareskrim menangkap oknum pegawai Bonbin Mangkang yang terbukti melakukan transaksi pembelian satu ekor beruang madu dengan dalih melengkapi koleksi satwa. Sebelumnya, oknum pegawai Bonbin Mangkang itu juga sempat melakukan pembelian satwa lain, yakni burung julang emas dari pedagang yang sama pada Januari.

"Kami juga meminta Pemerintah Kota Semarang menjatuhkan sanksi berat kepada oknum pegawai yang terbukti terlibat dalam perdagangan satwa dilindungi, termasuk oknum di Bonbin Mangkang," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berjanji akan melakukan inventarisasi koleksi satwa yang dimiliki Bonbin Mangkang yang akan dilakukan secara terbuka, termasuk melibatkan COP.

"Sebenarnya kami belum dapat laporan resmi. Namun, saya memang dengar informasi oknum pegawai Bonbin Mangkang terlibat jual beli satwa. Untuk inventarisasi satwa, segera kami lakukan," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait BONBIN atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - )

Reporter: Rima Suliastini

DarkLight