Menuju konten utama

Cara DC United Rayu Mesut Ozil: Mendekat Lewat Bisnis Warung Kopi

Meski belum akan meninggalkan Arsenal, musim panas ini Ozil menjalin hubungan bisnis dengan DC United, klub yang bisa saja jadi tempat singgahnya suatu saat nanti.

Cara DC United Rayu Mesut Ozil: Mendekat Lewat Bisnis Warung Kopi
pemain timnas jerman mesut ozil merayakan mencetak gol kedua timnya melawan aljazair selama waktu ekstra dalam mereka putaran piala dunia 2014 dari 16 pertandingan di stadion beira rio di porto alegre 30 juni 2014. reuters/darren staples

tirto.id - Tak lama setelah kehilangan Wayne Rooney, musim panas ini manajemen DC United bergerak cepat. Rabu (7/8/2019), wartawan Washington Post, Steven Goff mengklaim pekan depan perwakilan DC akan mengadakan pembicaraan dengan bintang Arsenal, Mesut Ozil di Washington D.C.

Kabar yang dibagikan Goff makin terasa ‘bukan sekadar isapan jempol’ lantaran beberapa jam kemudian jurnalis The Athletic, Pablo Maurer membagikan info serupa, tapi dengan detail yang lebih rigid: pertemuan akan dilaksanakan di Audi Field, kandang DC United.

Namun jangan salah, pertemuan itu bukan untuk mendiskusikan apakah musim depan Ozil mau bermain untuk DC United. Negosiasi itu rupanya untuk menyepakati pembukaan cabang warung kopi rintisan Ozil di Audi Field.

"Pertemuan itu perlu dilakukan karena Ozil tertarik membuka cabang warung kopi di sebuah titik [di Audi Field] yang saat ini difungsikan sebagai lahan parkir sepeda. Aku baru saja melihat ke lokasi itu dan di sana sudah dipasang bangunan pintu kaca dengan logo 39 Steps Coffee," tulis Maurer dalam naskahnya di The Athletic.

Bagi Ozil, keputusan membuka cabang baru ini merupakan kemajuan bisnis signifikan. 39 Steps Coffee, nama bisnis warung kopi rintisan Ozil, saat ini sudah memiliki tiga cabang, namun seluruhnya baru berada di kawasan London.

Warung kopi dengan konsep kafe minimalis ini pertama kali dibuka Ozil di kawasan SoHo, Januari 2018. Di titik pertama ini pula Ozil kerap memamerkan foto ketika rekan-rekannya sesama selebritis sedang berkunjung.

Tidak lama kemudian, Ozil membuka cabang kedua di daerah The Roastery, Woolwich. Lalu pada November 2018, Ozil membuka cabang ketiga di sisi barat London, tepatnya beralamat di Capital at 30, Brompton Road, Knightsbridge, dengan sebuah bangunan kios yang dia kontrak sampai Oktober 2024.

"Bagi 39 Steps Coffee, pembuatan cabang baru adalah langkah yang selalu menyenangkan karena kami yakin ini adalah langkah maju untuk perkembangan bisnis kami," ujar Peter Flint, tangan kanan Ozil yang menjabat sebagai direktur 39 Steps Coffee dalam sebuah wawancara dengan Property Week.

Langkah Kecil Mendekati Ozil?

Menariknya, dalam artikel yang ditulis, Pablo Maurer sempat memberi informasi kalau selain pembicaraan soal detail bisnis, pertemuan di markas DC United pekan depan juga akan dipakai sebagai ajang penjajakan terhadap si pemain.

"Setelah melihat dampak kehadiran Wayne Rooney dari segi visibilitas klub dan jejak global, DC United terlihat berambisi mendatangkan seorang bintang lain, dan besar kemungkinan yang mereka incar adalah Ozil,” ungkapnya.

Ozil, yang kini masih berpredikat pemain Arsenal sebenarnya baru menandatangani kontrak baru pada Februari 2018, yang mengikatnya sampai 2021. Kendati demikian, serangkaian penurunan performa diyakini bikin Arsenal tergiur melepas Ozil jika tawaran yang datang memenuhi harapan mereka, apalagi Ozil bergaji hampir 350 ribu paun per pekan--bukan sesuatu yang sederhana untuk Meriam London.

DC United melihat jeli situasi itu, tapi mereka tidak mau buru-buru karena klub yang mengincar Ozil terbilang kecil. Sejauh ini, cuma Fenerbahce, klub asal Turki, yang punya ketertarikan serius terhadap Ozil.

Untuk itu, bagi DC United, tertutupnya bursa transfer bukan masalah besar karena mereka bisa datang lagi dengan pikiran yang lebih realistis musim depan. DC United juga membuka opsi baru akan mendatangkan Ozil ketika kontraknya habis.

Opsi terakhir ini pada dasarnya merupakan langkah realistis. Sebab dengan estimasi tidak ada tambahan durasi, kontrak Ozil di Arsenal akan habis ketika usianya menyentuh 33 tahun. Dengan situasi semacam itu, kecil kemungkinan Ozil masih berminat tampil di level tertinggi Eropa.

Bom Waktu Ozil dan Emery

Perkara usia dan kontrak bukan satu-satunya pertimbangan untuk mendatangkan Ozil. Betah atau tidaknya si pemain ikut jadi kunci, dan ini bergantung dengan hubungan Ozil dengan pelatih Arsenal, Unai Emery.

Pada musim 2018/2019, hubungan Ozil dan Emery memang bagai roller coaster. Di pertengahan musim, Emery sempat menepikan Ozil dalam beberapa pertandingan. Selain masalah cedera, Emery menimbang signifikansi Ozil dalam skemanya.

Menjelang akhir musim, Emery mulai memulihkan kepercayaan terhadap Ozil. Bahkan sebelum final Liga Eropa melawan Chelsea, mantan juru taktik Sevilla itu berkata Ozil akan sangat menentukan penampilan Arsenal di Baku.

"Aku ingin timku seperti bunglon, bisa bermain penguasaan bola, statis menyerang musuh yang dekat atau melakukan serangan balik. Untuk yang pertama, Ozil cocok karena dia memiliki visi menciptakan ruang yang bagus. Untuk yang kedua, Aubameyang cocok. Kami harus mengkombinasikan mereka agar berkembang," kata dia dalam sebuah wawancara dengan El Mundo.

Namun, yang terjadi rupanya tidak sesederhana ucapan Emery. Arsenal kalah dari Chelsea dengan skor telak 4-1 dan semua telunjuk mengarah pada Ozil, yang saat itu dianggap gagal memenuhi ekspektasi.

"Klub membelimu untuk menjadi seorang pemimpin yang sebenarnya. Aku tak berpikir Ozil memilikinya. Aku tidak berlatih dengannya setiap hari, tapi aku tak berpikir dia memiliki kemampuan untuk memimpin tim," ujar eks pemain Arsenal, Cesc Fabregas setelah pertandingan.

Naik turunnya hubungan Emery dan Ozil juga bisa dilihat dari menit bermain. Menurut hitung-hitungan Transfermarkt pada EPL musim 2018/2019 Ozil cuma bermain 1.741 menit. Angka ini anjlok signifikan dibanding musim sebelumnya, ketika Ozil menjalani musim terakhirnya bersama Arsene Wenger. Saat itu Ozil bermain 2.164 menit di EPL. Musim sebelumnya lagi, menit bermain Ozil di EPL bahkan jauh lebih tinggi, yakni 2.847 menit.

Ozil sendiri menegaskan bahwa dia akan berusaha menghormati sisa dua musim kontrak di Arsenal. Namun dengan segala dinamika yang terjadi, bukan tidak mungkin dia memutuskan pergi lebih awal. Dan apabila itu terjadi, DC United boleh sedikit lega karena setidaknya mereka telah ‘mencicil’ pendekatan lewat bisnis warung kopi milik Ozil.

Baca juga artikel terkait BURSA TRANSFER PEMAIN atau tulisan lainnya dari Herdanang Ahmad Fauzan

tirto.id - Olahraga
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Mufti Sholih