Menuju konten utama

Cabut Dukungan ke Ridwan Kamil, Golkar Belum Putuskan Penggantinya

Iswara mengaku tidak tahu menahu sosok yang akan diusung Partai Golkar untuk Pilkada 2018 Jawa Barat, setelah melepas Ridwan Kamil

Cabut Dukungan ke Ridwan Kamil, Golkar Belum Putuskan Penggantinya
Pasangan Cagub-Cawagub di Pilkada Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien. tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Partai Golongan Karya (Golkar) secara resmi telah menarik dukungannya terhadap pencalonan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat dalam ajang Pilkada 2018.

Adapun keputusan tersebut disampaikan melalui surat dengan nomor R-485/GOLKAR/X/2017 yang ditandatangani Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai Golkar dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham.

Ketua Harian Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Jawa Barat, M. Qudrat Iswara mengatakan, surat tersebut baru diserahkan kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Barat tadi sore (17/12/2017) seusai rapat pleno. Kendati demikian, Iswara mengklaim dikeluarkannya surat itu telah diketahui Ketua DPD Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Pak Dedi Mulyadi sudah mengetahui adanya surat ini. Pak Dedi Mulyadi tentunya hari ini sudah ada di Jakarta, karena akan mengikuti Rapimnas dan Munaslub Partai Golkar,” ucap Iswara dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu malam (17/12/2017).

Lebih lanjut, Iswara mengaku tidak tahu menahu sosok yang akan diusung Partai Golkar untuk Pilkada 2018 Jawa Barat, setelah melepas Ridwan Kamil. Dicabutnya dukungan terhadap Ridwan Kamil sendiri disebabkan perkembangan pencalonannya yang seakan berhenti sejak dikeluarkannya rekomendasi oleh partai berlambang pohon beringin itu.

Menurut aturan, Ridwan Kamil sudah harus menentukan sosok bakal cawagub yang akan mendampinginya. Selain itu, Partai Golkar berharap Ridwan Kamil bisa lebih cepat bersikap, mengingat perlu adanya konsolidasi, koalisi, sampai dengan deklarasi sebelum secara resmi mendaftarkan diri ke KPU pada 18 hari ke depan.

Ridwan Kamil sendiri memang bukan kader Partai Golkar. Dengan demikian, peluang bagi Dedi Mulyadi yang notabene kader partai dan dekat dengan Airlangga untuk maju jadi calon gubernur semakin besar.

Masih dalam kesempatan yang sama, Iswara sempat membeberkan tahapan pencarian calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang telah dilakukan DPD Partai Golkar Jawa Barat.

“Kami sudah melakukan tahapan-tahapan dari jauh hari, seperti diamanatkan juklak, yaitu membuka pendaftaran, meminta pendapat dari DPD Kota/Kabupaten se-Jawa Barat, kemudian menyampaikannya kepada DPP,” ungkap Iswara.

Dari rangkaian proses itu, memang hasil yang dikehendaki adalah Dedi Mulyadi yang maju ke ajang Pilkada 2018 Jawa Barat. “Kalau DPD Golkar di kota/kabupaten saat itu sudah jelas, bahwa dukungannya kepada Ketua DPD (Jawa Barat). Tapi sekali lagi, itu kewenangan DPP,” tambah Iswara.

Sampai dengan saat ini, Iswara pun mengaku belum menjalin komunikasi lagi dengan Ridwan Kamil. Surat penarikan rekomendasi tersebut pun baru akan diserahkan kepada Ridwan Kamil setelah kegiatan Munaslub berakhir. “Tentunya sepulang Munaslub, kami juga akan melakukan komunikasi politik secara intens dengan partai-partai politik di Jawa Barat,” ujar Iswara.

Baca juga artikel terkait PILGUB JABAR 2018 atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Politik
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Abdul Aziz