Kolumnis

Kami terbuka dengan pelbagai sudut pandang. Kirimkan opini Anda ke [email protected]
Membaca Manuver Jenderal Gatot
Aris Santoso - 18 April 2018
Bila bergabung dengan Jokowi, wewenang Gatot akan sangat dibatasi, termasuk ketika menjadi Wapres sekalipun.
a
Tiga Penguak Takdir
Agung DH - 26 September 2016
Jakarta masih menjadi kota metropolis udik. Di tengah menara-menara di Thamrin yang tumbuh modern, kampung-kampung kumuh terselip. Di tengah proyek MRT dipacu, bajaj-bajaj pesing tetap melaju. Di antara syahdu prostitusi kelas premium, bisnis asyik recehan berjejeran di sepanjang rel Stasiun Kota. Itulah Jakarta elu yang metropolis sekaligus udik. Dan lima bulan ke depan ini kesempatan untuk tentukan siapa pemimpin elu. Ente berhak tentukan “takdir” tiga bidak-bidak ntuh, untuk jadikan Jakartah lebih baik.
Melupakan Gerakan Mahasiswa Islam?
Ahmad Rizky Mardhatillah Umar - 8 November 2016
FPI justru aktif menjaga demonstrasi 4 November agar tidak menjadi kisruh. Saat terjadi kericuhan pada malam hari 4 November, malah organisasi gerakan mahasiswa Islam yang dianggap sebagai pemicunya. Tidak salah-salah amat jika gerakan mahasiswa peduli dengan isu-isu politik praktis, hanya saja menjadi problematis jika mereka abai pada isu-isu konkrit di kampusnya sendiri.
Venezuela: Kegagalan Sosialisme atau Sabotase Elite?
Airlangga Pribadi Kusman - 25 Agustus 2017
Krisis di Venezuela tak lepas dari ketergantungan pada migas dan agitasi elite oligarki.
Obituari Aktivis Buruh: Perginya si Tukang Kayu
Alfa Gumilang - 31 Oktober 2017
Romli M. Zein, aktivis buruh Tangerang, mengabadikan setengah hidupnya untuk pergerakan hak-hak buruh Indonesia.
Indonesia-Australia: Berbau Busuk Tapi Terus Dirawat
Alfred Pasifico Ginting - 12 Januari 2017
Hubungan Indonesia-Australia memang unik: berteman, tapi tak bersekutu. Pasang surut yang seru, kadang menggelikan.
Pasar Kelas Menengah Muslim yang Menggiurkan
Hasanuddin Ali, Hasanuddin Ali - 12 April 2017
Potensi pasar kelas menengah muslim yang tinggi dan sangat penting untuk diperhatikan.
Tabiat Otoriter dalam Permendagri tentang Riset
Andi Achdian - 7 Februari 2018
Terbitnya Permendagri yang membatasi riset mengingatkan diktum lama budaya politik otoriter bahwa “hanya pemerintah yang tahu yang terbaik” untuk warganya.
Amorfati Petani Kendeng
Andre Barahamin, Andre Barahamin - 20 Maret 2017
Bungkamnya PDIP membuktikan: jangan-jangan Marhaenisme dan partai wong cilik hanyalah jargon.
Kenali Lima Tanda Bahaya Bisnis Anda
Andrias Ekoyuono - 12 Juli 2016
Kehadiran teknologi telah mengubah perilaku konsumen sehingga mengubah tatanan bisnis dalam waktu relatif singkat. Hal ini perlu diantisipasi oleh para pelaku bisnis agar tidak terdepak dari persaingan. Oleh karena itu, para pebisnis harus mengenali lima tanda bahaya bagi bisnisnya sedini mungkin sebelum mimpi buruk itu terjadi. Lalu apa saja lima tanda bahaya itu?
Kisah Sudirman Menjadi Panglima TKR
Anusapati - 5 Oktober 2016
Ada banyak cerita di balik TNI sejak pertama kali bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) lalu berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Cerita tentang perubahan nama itu orang sudah jamak tahu, tapi cerita mengapa Sudirman terpilih menjadi Panglima Besar TKR tentara bisa jadi masih menggelitik untuk disimak publik.
Antara Agama dan Ketimpangan di Jakarta
Azis Anwar Fachrudin - 5 Mei 2017
Politik pascapilkada DKI tidak bisa dikotakkan dalam “kebhinekaan vs populisme sektarian” ataupun “pro-elite vs pro-kaum miskin”.
Mengatasi Rapuhnya Demokrasi
Arie Sujito - 23 Juni 2016
Bangunan demokrasi Indonesia di ambang kehancuran. Tiang penyangga demokrasi seperti partai politik, kebebasan sipil, dan penegakan hukum telah rapuh. Partai politik remuk karena skandal korupsi-kekuasaan. Kebebasan sipil untuk berpendapat terbelenggu kekuatan mayoritas di masyarakat. Sementara penegakan hukum rusak oleh aparaturnya sendiri yang justru melanggar hukum.
Dunia Digemparkan Proklamasi 1945: Kesaksian Joe Isaac
Ariel Heryanto - 5 April 2018
Menyambut Proklamasi 1945, Australia menjaga jarak dari mental kolonialisme dan mendukung kemerdekaan RI, sebagai tetangga terdekat.
Membaca Manuver Jenderal Gatot
Aris Santoso - 18 April 2018
Bila bergabung dengan Jokowi, wewenang Gatot akan sangat dibatasi, termasuk ketika menjadi Wapres sekalipun.
Saat Kafir Melindungi Muslim
Arman Dhani - 8 Desember 2016
Mengapa banyak orang yang susah sekali percaya dan kerap meragukan kebaikan Nabi Muhammad terhadap umat di luar Islam?
Kekalahan Ustaz, Kemenangan Setan
Avicenna Raksa Santana - 13 Oktober 2017
Nilai-nilai konservatif sang nenek punya andil dalam mendorong tokoh ibu jadi pemuja setan.
Melawan Fasisme dengan Mengingat Darurat Militer di Aceh
Azhari Aiyub - 12 September 2017
Pada masa Darurat Militer, di bawah pemerintahan Megawati, orang Aceh diukur keindonesiaannya lewat selembar KTP Merah-Putih.
b
Berharap Macet Lekas Lenyap dari Margonda Raya
Bagus Takwin, Bagus Takwin - 29 Januari 2018
Saking sepinya Jalan Margona tiga puluh tahun silam, orang bisa main bola di tengah jalan.
Kekonyolan Atas Nama Muslim dan Islam
Arlian Buana - 26 Juni 2016
Beberapa kelompok muslim di Indonesia terkadang berlaku kontradiktif. Pada satu sisi mengklaim membela Islam sebagai institusi tapi di sisi lain justru menunjukkan kekonyolan mereka. Atas dasar moralitas, mereka, kelompok muslim konyol ini, melakukan propaganda dengan tujuan entah...
Perayaan 1 Desember dan Kekerasan di Papua
Basillius Triharyanto - 1 Desember 2017
Pendekatan keamanan dan ekonomi dari pemerintahan Jokowi mengabaikan problem politik dan sejarah Bangsa Papua.
Meluruskan Kembali Tujuan PON
R.N. Bayu Aji - 29 September 2016
Tujuan dari PON atau olahraga Indonesia pada umumnya tidak hanya sebagai tontonan, tapi harus dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap negara. Olahraga merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian dari negara untuk dikembangkan lebih serius sebab memiliki potensi yang cukup besar untuk mengenalkan dan membanggakan Indonesia sebagai bangsa.
Keluarga Shihab dan Kesalahpahaman-Kesalahpahaman Lainnya
Ben Sohib - 19 Januari 2017
Para sayyid, atau habib, punya pilihan hidup yang beragam, termasuk dalam politik. Tapi apa boleh buat, di manapun di dunia ini, mata publik selalu silau pada yang ikonik.
Anggaran Negara Cekak, Perlukah Pemindahan Ibu Kota?
Bhima Yudhistira Adhinegara - 21 Juli 2017
Rasionalkah melakukan pemindahan ibu kota dalam kondisi defisit anggaran seperti saat ini?
Setelah Politik Identitas ala Trump Berjaya
Bramantya Basuki - 15 November 2016
Kampanye Donald Trump pekat dengan retorika politik identitas. Tapi Trump menang bukan hanya karena itu!
Negarawan Seharusnya Tak Menyulut Konflik (Menjawab SBY)
Budiman Sudjatmiko - 29 November 2016
Artikel "Pulihkan Kedamaian dan Persatuan Kita" karya SBY terkesan penuh himbauan. Tapi banyak pesan tersirat yang bisa dipersoalan.
c
Panggilan Kekuasaan pada Mereka yang Bermata Cacat
Dwi Cipta - 16 Juni 2017
Gus Dur dan Truman—kedua pemimpin berbeda generasi—mengajarkan kita bahwa di tengah keterbatasan fisik, minim dukungan dari oligarki politik, mereka mampu membuat standar tinggi sebagai negarawan.
d
SBY Prihatin Berdiri, Agus Prihatin Berlari
Ahmad Khadafi - 21 November 2016
Prihatin telah menjadi politis berkat Susilo Bambang Yudhoyono. Prihatin lantas jadi trade mark Cikeas berkat prihatin berikutnya: Agus Yudhoyono.
Love Me Tinder, Love Me True
Dalton Tanonaka - 27 Agustus 2016
Focus on quality matches, not quantity, and you’ll be lunching with your Tinderella (or Tinderfella) by the weekend. Like I did.
Setelah Kartu Kuning Zaadit
Ahmad Ilham Danial - 6 Februari 2018
Di tengah menghilangnya ruang-ruang diskusi di kampus, aksi Zaadit jadi penting.
Kebijakan LPDP dan Nasib Ilmu Sosial-Humaniora Kita
Dendy Raditya Atmosuwito - 4 Januari 2018
Di Indonesia, ilmu sosial-humaniora dipandang sebelah mata, tak punya otonomi keilmuan, dan hanya dijadikan alat legitimasi kebijakan negara.
Golden Glow, Kim Kardashian dan Siasat Presiden Jokowi
Desideria Cempaka Wijaya Murti - 3 Desember 2016
Strategi mencampur aduk berbagai kosmetik dengan kombinasi sempurna menghasilkan warna wajah Kim Kardhasian yang masyhur disebut golden glow. Bagaimana dengan Jokowi?
Problem Akut Ketimpangan dan Upaya-Upaya Mengatasinya
Dharendra Wardhana - 23 Januari 2018
Pada 2050: 24 persen total aset seluruh dunia akan dikuasi oleh kelompok "1 persen terkaya" bila tanpa perubahan dramatis.
Menolak Melupakan Apa?
Dian Paramita - 7 September 2016
Mengenang Munir tak harus menjadi pejuang keadilan seperti Munir. Mengenang Munir juga tak selalu untuk mengingatkan masyarakat tentang kasus Munir. Mengenang Munir dapat kita lakukan dengan cara yang sederhana: meniru sosoknya, menjadi ada dan dikenang karena apa yang ia lakukan.
Kelas Menengah Berpolitik Tanpa Ideologi
Dina Y. Sulaeman - 4 Oktober 2016
Kata-kata keadilan, nilai, tujuan, kekuatan kelas, telah semakin memudar. Dan kelas menengah pun berpolitik seolah tanpa ideologi: fokus mereka adalah apa yang bisa dilakukan saat ini, secara cepat dan efisien. Meski sebenarnya, tanpa sadar mereka sedang disetir oleh sebuah ideologi yang sangat merusak kemanusiaan.
Relasi Strategi dan Inovasi Bisnis
Dwinanda Septiadhi - 6 Oktober 2016
Perubahan perilaku pelanggan bisa mempengaruhi lanskap pasar produk dan tentu saja strategi bisnis kita. Pelaku bisnis harus jeli untuk melihat perubahan perilaku itu. Karena dengan kejelian itu pebisnis bisa melakukan inovasi sekaligus menentukan strategi untuk menciptakan produk sesuai perilaku konsumen lebih awal dibanding pebisnis lain atau menjadi sang pemula.
e
Kala Majid Majidi, Sineas Iran, Menafsirkan Nabi Muhammad
Ekky Imanjaya - 30 November 2017
Majidi meminta masukan para ulama Syiah dan Sunni dari Aljazair, Maroko, Lebanon, dan Irak, untuk menggarap film sang Nabi.
Melodrama Keluarga Ideal ala "Posesif"
Eric Sasono - 7 November 2017
Posesif kembali pada asumsi keluarga ideal adalah keluarga inti heteroseksual dengan orangtua lengkap. Orangtua absen masih dipandang sebagai persoalan dan sumber ketidakharmonisan.
f
Gaduh Puisi Sukmawati dan Gus Mus di Negeri Gagap Literasi
Fariz Alniezar - 13 April 2018
Saat tingkat literasi yang lemah bertemu pemahaman agama yang dangkal, lahirlah masyarakat “sumbu pendek”.
Jika Dosen Adalah Buruh, Maka Dosen Honorer Adalah Buruh Kontrak
Fathimah Fildzah Izzati - 23 Maret 2018
Syarat penting perbaikan nasib dosen dan pendidikan tinggi Indonesia: berserikat.
Pilihan Politik Milenial di tengah Militerisme dan Sektarianisme
Fatia Maulidiyanti - 19 Desember 2017
Milenial digempur politik ketakutan, lalu ditawarkan solusi berupa rasa aman. Dan rasa aman membutuhkan aktor pengaman.
Kosmetik Bandung Itu Bernama Tol Air
Frans Ari Prasetyo - 10 November 2016
Banjir besar yang melanda kawasan Pasteur di Bandung direspons Walikota Ridwan Kamil dengan mengenalkan gagasan tol air yang sudah diujicobakan di Gedebage. Sialnya, beberapa hari kemudian, justru Gedebage yang dilanda banjir. Banjir mestinya direspons dengan menata ulang kota, bukan malah dipakai memoles kota dengan kosmetik.
g
Imajinasi Kepribumian, Kekerasan Kolosal
Geger Riyanto - 2 November 2017
Kebencian atas siapa pun yang dianggap berbeda adalah senjata politik yang ampuh. Pelakunya seketika dianggap pahlawan "pribumi".
h
Menjadi Muslim, Menjadi Minoritas
Muhammad Haekal - 13 Desember 2016
Islam adalah agama mayoritas di Indonesia. Namun bagaimana jika seorang muslim Indonesia mengalami seperti apa rasanya menjadi minoritas?
Dari Era Kiai Wahid hingga Era Medsos: Hikayat Santri Kelana
Hamzah Sahal - 3 Juni 2017
Tradisi berkelana para kiai dan santri memunculkan bentuk solidaritas yang menguatkan ikatan sosial, dari hubungan keluarga, komunitas atau masyarakat, organisasi, hingga yang berdimensi politik.
Nasib Tak Tentu Tapol Papua dan Maluku di Bawah Jokowi
Andreas Harsono - 17 Agustus 2017
Pemerintah Indonesia melakukan sesuatu yang baik selama setahun terakhir soal tahanan politik di Papua dan Papua Barat: membebaskan mereka.
Mendidik Karakter Indonesia
Hasanudin Abdurakhman - 9 Oktober 2016
Kita semua adalah guru-guru itu. Kita para orang tua adalah guru-guru bagi anak-anak kita. Membangun pendidikan karakter harus dimulai dengan gerakan para orang tua untuk mengubah berbagai kebiasaan buruk mereka, membangun terlebih dahulu karakter mereka. Kita semua harus kembali hidup dengan akal budi.
Strategi Rating TV Donald Trump
Herman Saksono - 3 Agustus 2016
Jutaan penduduk AS dalam terjebak dalam pengangguran dan kemiskinan. Mereka frustasi dan kecewa dengan pemerintah dan politikusnya. Donald Trump yang tidak punya sejarah di Washington dan tidak memiliki latar belakang politik dianggap sebagai jawaban atas permasalahan ekonomi di AS.
i
Pengalihan Isu Ketimpangan & Kemiskinan di Pilgub Jakarta
Ian Wilson - 21 April 2017
Kedua kubu sama-sama terhubung dan terkait oligarki ekonomi dan itulah mengapa ketimpangan tidak mereka jadikan prioritas politik dan kebijakan.
Freeport dan Ikhtiar Melampaui Nasionalisme
Ilham Akbar Mustafa, Ilham Akbar Mustafa - 28 Februari 2017
Jika nasionalisme hanya dipakai untuk memaki dan mengusir Freeport, maka nasionalisme hanya sekadar penguasaan
Membaca Langkah Marketing Anies Baswedan
Iqbal Aji Daryono, Iqbal Aji Daryono - 12 Januari 2017
Meski kalangan lapis bawah tulus berjuang demi perjuangan ini atau demi perjuangan itu, bagi lapis atas semua ini tak lebih dari permainan marketing belaka
Klaim Susu Formula Belum Terbukti Bikin Anak Sehat
Irma Hidayana - 14 November 2017
Pelbagai penelitian ilmiah yang kredibel tidak menemukan fakta bahwa susu formula menjadikan anak hebat, dan tidak pula menjadikan anak pintar.
Ramalan Bahaya Kuning & Tuduhan Rasis kepada Konferensi Asia-Afrika
Ivan Aulia Ahsan - 28 November 2017
'Bahaya Kuning' adalah reaksi yang muncul ketika mitos superioritas kulit putih atas bangsa-bangsa terjajah mulai digugat.
k
Tragedi 65 Sebuah Ilusi Soliteris
Kuncoro Hadi - 3 Oktober 2016
Melihat diri sepenuhnya sebagai yang paling revolusioner setelah melihat si lain yang tidak sejalan dengan dirinya sebagai semata-mata kontra revolusioner adalah bentuk dari—meminjam kata-kata Amartya Sen—penunggalan identitas (ilusi soliteris). Inilah yang terjadi praOktober 1965 dan celakanya ilusi yang sama pula yang terjadi pascaOktober 1965.
l
Kitab Suci dan Nalar Fiksi: Menguji Pernyataan Rocky Gerung
AS Laksana - 17 April 2018
Pernyataan Rocky Gerung bahwa kitab suci itu fiksi mengandung sejumlah masalah.
Thukul di Bioskop
Lilik HS - 21 Januari 2017
Sepanjang hidupnya, Thukul mengajak dan membangunkan keberanian orang dengan pelbagai cara.
m
Demokrasi di Sana, Demokrasi di Sini
Mahendra Uttunggadewa, Mahendra Uttunggadewa - 21 November 2016
Indonesia dan Amerika Serikat sedang menghadapi situasi yang sama. Presiden kedua negara menghadapi reaksi keras dalam bentuk gerakan ekstra parlementer yang melibatkan massa.
Maklumat Lendir
Muhammad Iqbal - 6 Oktober 2017
Selama berabad-abad, lapak buku Paris adalah tempat pertemuan pembangkang, pelacur, dan penyair bedebah.
Ramai-Ramai Bungkam soal Pembakaran Masjid Muhammadiyah di Aceh
M. Mirza Ardi - 12 April 2018
Aceh tak punya pilihan selain menunjukkan bahwa Syariat Islam di provinsi itu mampu menampung beragam tafsir dan cara pandang dalam memahami Islam.
Kisah Yahudi-Belanda di Kamp Tahanan Jepang di Indonesia
Monique Rijkers - 18 Agustus 2017
Sepotong kisah tentang masa pendudukan Jepang yang direkam dengan indah sekaligu getir melalui buku bordir.
Gebyar Infrastruktur Jokowi & Ketidakadilan Proses Pengadaan Tanah
Mohamad Mova AlAfghani - 31 Januari 2018
Buruknya sosialisasi hukum dan proses kompensasi yang gampang diakali bikin proses pengadaan tanah untuk infrastruktur selalu bermasalah.
"Sang Imam Besar" Muslim Tanpa Masjid
Muhidin M Dahlan, Muhidin M Dahlan - 13 Februari 2017
Mengapa Islam politik kalah melulu? Karena meremehkan muslim tanpa masjid.
Maklumat Lendir
Muhammad Iqbal - 6 Oktober 2017
Selama berabad-abad, lapak buku Paris adalah tempat pertemuan pembangkang, pelacur, dan penyair bedebah.
n
Memahami Aspirasi dan Perilaku Politik Generasi Z
Aulia D Nastiti - 16 Agustus 2017
Riset tentang perilaku politik generasi Z masih kelewat menyederhanakannya semata dalam proses elektoral.
Pesantren Wahabi dan Cerita Pak Tua dari Yogyakarta
Naufil Istikhari - 6 Maret 2017
LIPIA memainkan peran penting, dengan Arab Saudi dan Kuwait menjadi pendonor.
Memahami Kecerdasan Anak
Noor Rahmani - 9 September 2016
Ada sembilan jenis kecerdasan anak yang harus dipahami orangtua. Ada yang cerdas logika-matematika ada pula yang cerdas secara eksistensial. Dengan memahami jenis kecerdasan yang dimiliki anak, orangtua diharapkan bisa memupuk kecerdasan mereka sehingga kelak bisa mencari nafkah dari hal-hal yang dicintainya.
Sisi Sensitif Investasi Cina ke Indonesia
Novi Basuki - 18 Mei 2017
Semakin Tiongkok menjadi penopang penting dalam proyek-proyek infrastruktur pemerintahan Jokowi, semakin besar pula buruh-buruh kasar Cina bekerja di Indonesia.
Menyaring Informasi di Media Sosial
Nukman Luthfie - 2 November 2016
Saat Pilkada di kota-kota besar dengan penduduk padat pengguna media sosial, seperti DKI, media-media yang berpihak pada calon tertentu, terus memproduksi berita positif mengenai calon yang didukungnya, Demikian pula para fans garis keras yang mengunggulkan pesona calon yang didukungnya, sekaligus membuat muatan yang memojokkan lawannya. Informasi inilah yang perlu disaring.
Ketergantungan Baru Petani dalam Program Cetak Sawah TNI
Nurhady Sirimorok - 24 Juli 2017
Program percetakan sawah baru untuk memacu produksi padi bisa memukul balik pembangunan pertanian pangan, bahkan pertanian secara umum, di Indonesia.
Jejak dan Ideologi ISIS serta Al-Qaeda
Nuruzzaman - 30 Mei 2017
Al-Qaeda dan ISIS mengejar tujuan strategis yang sama, meskipun mempunyai perbedaan taktis tentang tahapan perjuangan dan perbedaan substantif tentang kepemimpinan pribadi.
p
Sikap Kita Tidak Lebih Baik dari Malaysia
Pangeran Siahaan, Pangeran Siahaan - 21 Agustus 2017
Suporter Indonesia sebenarnya sangat berpengalaman dalam mencemooh simbol-simbol negara lain.
Remitansi dan Layanan Keuangan Digital
Arif Perdana - 9 Mei 2017
Salah satu solusi pengurangan biaya remitansi bisa melalui pengurangan pihak perantara yang terlibat dalam remitansi, subsidi pemerintah (untuk remitansi dalam jumlah kecil), dan LKD
Kala Sejarah(wan) Bersertifikasi
Petrik Matanasi - 2 September 2016
Pemerintah tiba-tiba melempar wacana untuk membuat sertifikasi bagi para sejarawan. Dalihnya agar sejarawan bisa mengirim 'karangan' ke jurnal internasional. Namun rencana ini bisa kontra produktif bila sertifikasi bersifat pendataan atau kontrol semata sehingga tidak ada manfaat yang bisa mengembangkan sejarawan untuk terus berkarya.
Geger Taman Sriwedari Solo
Heri Priyatmoko - 2 Maret 2018
Paku Buwana X mendirikan Taman Sriwedari untuk memenuhi kegiatan-kegiatan publik masyarakat Solo, bukan sekadar aktivitas religi.
q
Ramadan yang Membakar
M. Quraish Shihab - 26 Mei 2017
Selama Ramadan, setan-setan dibelenggu. Namun, mengapa kejahatan masih muncul selama Ramadan?
r
Jejak Dusta dan Kontroversi Ilmuwan di Indonesia
Rahadian Rundjan - 17 Oktober 2017
Citra eksklusif dunia akademik mulai tak relevan karena rekam jejak penelitiannya mudah dicari bahkan ditandingi oleh karya ilmiah lain.
Pertarungan Wacana pada Jilbab Tjut Meutia
Raisa Kamila , Raisa Kamila - 21 Desember 2016
Lembaran uang kertas Rp1000 bergambar Tjut Meutia memicu protes: mengapa gambarnya tidak berjilbab? Lho, mengapa tidak?
Derby Milan Made in Cina
Dewa Rajasa Katong - 9 Agustus 2016
Derby della Madonnina tetap menjadi Big Match yang akan selalu untuk dinantikan (meskipun mungkin nanti kita akan mengenalnya sebagai Derby della Made in China dalam kamus Bolapedia)
Hukum Perdata untuk Pencemar Lingkungan, Hukum Pidana untuk Warga
Sherr Rinn - 14 Maret 2018
Di balik gagahnya para serdadu dan kemewahan dunia fashion, ada bumi yang tercemar, ribuan napas yang sesak dan aktivis-aktivis yang diburu.
100 Tahun Penemuan Sriwijaya
JJ Rizal - 20 November 2017
Revisi sejarah Sriwijaya oleh arkeolog Perancis George Cœdès dirayakan sebagai hari kelahiran “Kerajaan Sriwijaya”.
Mempertahankan & Merongrong Kekuasaan dengan Isu Anti-Cina
Roy Thaniago - 31 Desember 2016
Rumor tentang serbuan Cina sangat kuat. Jokowi sampai harus mengklarifikasi. Namun pemerintah Jokowi membantah dengan narasi yang sama juga: sama-sama bernarasi anti-Cina.
s
Konsumen Butuh Merdeka
Sapto Anggoro - 17 Agustus 2016
Alih-alih terlindungi, konsumen Indonesia sering berada di posisi tawar lemah. Konsumen belum merdeka. Semestinya, konsumen bisa menentukan barang yang akan dibeli, menentukan kualitas dengan syarat-syarat yang dimaui (requirement). Sehingga, produsen tidak seenaknya menjejalkan barangnya. Apalagi barang busuk, teknologi usang, tidak peduli kesehatan, dan sebagainya.
Dari Aa' Gym ke Felix Siauw: Ustaz Medsos & Medium Dakwah Politis
Satya Adhi - 16 Januari 2018
Perubahan teknologi komunikasi turut memengaruhi cara orang belajar agama.
Kader Non-Partai: Tanda Parpol Minder?
Sayfa Aulia Achidsti - 3 April 2018
Parpol yang semestinya mengokohkan platform justru sibuk menggaet tokoh luar.
Seorang Non-Pribumi Menulis Kolom Ini
Stanley Widianto - 21 Oktober 2017
“Kaum nonpribumi memang tidak ada. Yang ada, warga negara sepihak dinonpribumikan.”
Bom Waktu Larangan Pekik Takbir
Suhartoko - 6 Maret 2018
Pekik takbir 'Allahu Akbar' tak perlu ditakuti karena tak selamanya politis.
2000 Tahun Mempersoalkan Kelamin
Ananda Sukarlan - 5 Juli 2017
Catatan komponis Ananda Sukarlan tentang proyek musik terbarunya yang membuatnya berjumpa dengan orang Bissu dan tema seksualitas.
Dua Jalan Para Habib di Tengah Politik Jakarta
Ahmad Syarif Syechbubakr - 28 Desember 2017
Setelah Habib Munzir wafat dan pelarangan acara majelis taklim di Monas, para pengikut Majelis Rasulullah berpindah ke FPI.
t
Berita Hoaks di Tengah Media Mainstream yang Makin Partisan
Ross Tapsell - 9 Februari 2018
Ketika berita hoaks sudah menjadi pembicaraan sekaligus masalah publik dan politik di Indonesia.
Para Pemegang Stopwatch
Teguh Budi Santoso - 15 September 2016
Keberhasilan menyelesaikan Tol Trans Jawa adalah sebuah legacy yang bisa ditawarkan pemerintahan Jokowi. Dan jangan lupa, 60 persen penduduk (baca; pemilih) Indonesia tinggal di Pulau Jawa.
Harga BBM di Tahun Politik
Thonthowi Djauhari - 20 Maret 2018
Tepatkah langkah pemerintah menahan laju harga minyak di tahun politik? Apa risikonya?
Derita Jemaah Haji Perempuan di Zaman Kolonial
Tika Ramadhini - 1 September 2017
Dari mabuk laut hingga pelecehan seksual adalah risiko yang dihadapi jemaah haji perempuan di masa silam.
Buruh dalam Pusaran Tax Amnesty
Triyono - 31 Oktober 2016
Demonstrasi sebagian buruh untuk menuntut pencabutan tax amnesty disinyalir lebih bernuansa politis dibandingkan kesejahteraan. Serikat buruh harus mandiri membawa panji-panji perjuangan sendiri dengan tujuan untuk kesejahteraan kaum buruh bukan kesejahteraan yang disinyalir dinikmati oleh segelintir elit buruh bahkan politisi.
Warisan Inggris di Jawa: Uang Tunai Hingga Hoax
Tyson Tirta - 26 Oktober 2017
Kehilangan Amerika, Revolusi Perancis serta perebutan kekuasaan dua imperium besar melatarbelakangi kehadiran Inggris di Jawa
w
Pertarungan Dua Ingatan Pada Bangkai Kapal Perang
Wahyudi Akmaliah - 24 Januari 2018
Penjarahan kapal: kombinasi dari kepentingan ekonomi sempit dan kurikulum sejarah yang cacat.
Ransomware WannaCry, Peran NSA, dan Terorisme Siber Global
Wicak Hidayat - 15 Mei 2017
Serangan WannaCry pada akhir pekan lalu semakin menegaskan bahwa terorisme siber bukanlah dunia khayalan, melainkan bisa menjadi mimpi buruk dalam dunia nyata.
Cara Pujangga Jawa Mengkritik Praktik Beragama Islam
Wahyu Widodo - 6 April 2018
Wedhatama dan Gaṭolotjo merupakan dua karya sastra klasik yang banyak memuat kritik atas prilaku umat Islam di Jawa.
Darurat Kejahatan Seksual di Kampus
Widowati Tyas Utami - 10 Oktober 2017
Kejahatan seksual di kampus: diselesaikan secara "kekeluargaan", pelaku terlindungi sistem, korban sulit melapor.
Korupsi di Indonesia: Warisan Feodal, Abadi Berkat Soeharto
Wildan Sena Utama - 9 Maret 2018
Upaya pemberantasan korupsi selama 20 tahun terakhir akan sia-sia selama korupsi tak dipandang mengancam keberlangsungan eksistensi negara.
Upaya Soeharto Mengklaim Pancasila dari Sukarno
Windu Jusuf - 1 Juni 2017
Soeharto membengkokkan Pancasila sebagai mantra untuk membungkam oposisi dan alat represi politik, bahkan menggantikan gagasan Pancasila Sukarno menjadi diktat, bukan pemenuhan terhadap keadilan sosial dan penghormatan hak asasi manusia. Ia menyetujui kelahiran Pancasila diperingati pada 1 Oktober, tanggal rezim Orde Baru terbentuk.
Partai Politik dalam Belantara Media Sosial
Wisnu Prasetya Utomo - 19 Februari 2018
Sejak 2014, Gerindra tampil sebagai partai yang paling mampu bermain di media sosial.
y
Akses ke Museum dan Arsip TNI adalah Hak Publik
Yosef Djakababa - 23 Februari 2018
Museum dan arsip TNI adalah aset penting bagi penulisan sejarah Indonesia. Tanpa penjelasan yang memadai, kebijakan membatasi pengunjung di museum hanya akan memancing kecurigaan publik bahwa TNI menghalangi pendidikan sejarah Indonesia yang lebih baik.
Suara Muhammadiyah dan Jurnalisme Kaum Modernis
Muhammad Yuanda Zara - 9 Februari 2018
Usaha memahami sejarah pers sekaligus sejarah Islam di Indonesia tanpa menyinggung SM niscaya tidak akan lengkap.
Sampai Kiamat, Depok Akan Tetap Macet
Yurgen Alifia Sutarno - 15 Desember 2017
Warga dipaksa menerima adagium sederhana: kemacetan adalah rutinitas yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat perkotaan.
z
Ahmad Dahlan dan Transformasi Islam
Zacky Khairul Umam - 25 November 2017
Alih-alih bersikap konfrontatif terhadap kolonialisme Eropa, Ahmad Dahlan menempuh cara kreatif: modernisasi.
Privilese sebagai Wartawan Melayu di Papua
Zely Ariane - 5 Mei 2017
Cerita seorang editor non-Papua bekerja di sebuah media di Jayapura. Ia menyaksikan diskriminasi terhadap orang Papua dan sejawat wartawan beretnik Papua oleh aparat keamanan Indonesia.
Pribumi Monyet dan Paradoks Kepribumian
Zen RS - 4 April 2017
Yang benar-benar serius bukanlah klaim kepribumian, namun politik elektoral.