Menuju konten utama

Bulog Upayakan Ketersediaan Bahan Pokok Lewat Toko Ritel Modern

Selain terhadap toko ritel modern, Perum Bulog juga bertekad untuk meningkatkan penyediaan komoditi di pasar tradisional.

Bulog Upayakan Ketersediaan Bahan Pokok Lewat Toko Ritel Modern
Sejumlah warga berbelanja bahan pokok pada stand terbuka Bulog di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (12/10/2017). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

tirto.id - Sejumlah bahan pangan pokok dari Perum Bulog bakal didistribusikan melalui toko ritel modern. Lewat adanya sinergi tersebut, Perum Bulog bertujuan untuk memperluas jaringan pemasarannya serta mendukung pemerintah dalam mengembangkan upaya pemerataan distribusi di seluruh daerah.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, kerja sama yang terjalin merupakan langkah antisipasi agar stok bahan pokok tetap aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Tak hanya itu, Perum Bulog dan toko-toko ritel modern yang berada di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) juga telah berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga di musim liburan lainnya.

Setidaknya ada empat komoditas yang ditekankan dalam kerja sama ini, yaitu beras, daging, gula, dan minyak goreng. Dalam praktiknya, keempat bahan pokok tersebut rencananya dijual ke masyarakat dengan menggunakan harga acuan yang telah diatur pemerintah.

“Melalui prinsip korporasi nantinya, diharapkan seluruh proses dapat ditangani dengan baik lewat memanfaatkan kompetensi bisnis kedua belah pihak. Kerja sama ini pun harus bisa ditingkatkan dengan asosiasi lainnya,” ujar Djarot di kantornya pada Senin (27/11/2017).

Selain terhadap toko ritel modern, Perum Bulog juga bertekad untuk meningkatkan penyediaan komoditi di pasar tradisional. Djarot menilai keberadaan ritel modern dan pasar tradisional yang bernaung di bawah Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) itu nantinya mampu mengakomodasi jumlah permintaan yang diprediksi meningkat.

Untuk beras saja misalnya, Djarot berpendapat kalau adanya pengalihan subsidi dengan menggunakan kartu dapat berdampak pada stok beras di tengah masyarakat. “Akan datang 15,5 juta rumah tangga yang selama ini dapat langsung, jadi harus belanja ke pasar. Inilah yang perlu kita dorong agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara supply and demand,” ungkap Djarot.

Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Aprindo Roy Mandey turut menyambut baik sinergi yang telah dibuat dengan Perum Bulog tersebut. Sejak ditandatanganinya nota kesepahaman yang memayungi inisiatif tersebut, Roy mengaku bakal langsung berkoordinasi dengan para anggota Aprindo di daerah.

“Di Jawa Timur, beberapa anggota ada yang sudah mendapat dukungan dari Bulog setempat. Alangkah baiknya setelah Jawa Timur, kita bisa lanjutkan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi,” ujar Roy.

Kendati demikian, Roy tidak menampik apabila proses distribusi pada beberapa daerah di Indonesia bagian timur, seperti Sulawesi, masih belum lancar. Roy menilai faktor penyebabnya tak lain karena kendala yang berkaitan dengan logistik dan alat transportasi.

Baca juga artikel terkait KEBUTUHAN BAHAN POKOK atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Yuliana Ratnasari