Menuju konten utama
Bom Gereja Surabaya

Bom Gereja di Surabaya, Anies Baswedan: Jakarta Siaga!

"Jakarta dalam kondisi siaga. Kapolda sudah menetapkan siaga satu sejak beberapa hari lalu, dan sudah diturunkan lebih dari 36.000 kekuatan," ungkap Anies Baswedan.

Bom Gereja di Surabaya, Anies Baswedan: Jakarta Siaga!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswerdan. tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan bahwa ibukota sudah ditetapkan siaga sejak beberapa hari lalu, termasuk setelah terjadinya insiden teror bom yang terjadi 3 gereja di Surabaya, pada Minggu (13/5/2018) pagi. Anies menyebut 36.000 personel dikerahkan untuk menjaga keamanan DKI Jakarta.

Anies Baswedan mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis dan Pangdam Jaya Mayjen Joni Supriyanto terkait pengamanan ibukota.

"Jakarta dalam kondisi siaga. Kapolda sudah menetapkan siaga satu sejak beberapa hari lalu, dan sudah diturunkan lebih dari 36.000 kekuatan," ungkap Anies di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5/2018).

Para personel tersebut disiagakan untuk menjaga situasi keamanan Jakarta tetap kondusif. Anies menerangkan, 36.000 personel dikerahkan di seluruh objek vital di ibukota, tidak hanya dari Polri, tetapi juga dibantu oleh prajurit TNI Kodam Jaya.

Anies mengimbau masyarakat tidak perlu takut ancaman teror. Pihaknya sudah menurunkan semua personel agar keamanan masyarakat tetap terjaga dan bebas dari aksi teror.

"Insya Allah kondisi Jakarta aman dan aparat semua bekerja dengan siaga dan sampai dengan ke depan Insya Allah tetap dalam kontrol," tegas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.

Aksi peledakan bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, yakni di GKI Diponegoro, di Gereja Santa Maria, dan Gereja Pantekosta Arjuno, terjadi pada Minggu (13/5/2018) pagi tadi. Menurut informasi dari Polda Jawa Timur hingga pukul 12.39 WIB, kejadian ini telah menewaskan 10 orang dan menyebabkan 41 orang luka-luka.

Selain di Surabaya, polisi juga sempat menangkap terduga teroris yang berniat melakukan serangan ke daerah di Sukabumi, Jawa Barat. Mabes Polri menkonfirmasi bahwa terduga teroris di Cianjur merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD.

Begitupula pelaku bom gereja Surabaya. Badan Intelijen Nasional (BIN) menduga bahwa peristiwa dilakukan oleh jaringan yang sama, yakni JAD yang diindikasikan terkait dengan jaringan ISIS.

Baca juga artikel terkait TEROR BOM GEREJA SURABAYA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Hukum
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Iswara N Raditya