BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Wilayah Perairan Indonesia

Reporter: Maya Saputri
20 Maret, 2017 dibaca normal 1:30 menit
BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Wilayah Perairan Indonesia
Ilustrasi seorang anak bermain di kawasan pantai wisata karangsong, indramayu, jawa barat, rabu (8/6). gelombang air pasang yang terjadi beberapa pekan terakhir memperparah abrasi pantai dan merusak fasilitas wisata di pantai tersebut. antara foto/dedhez anggara/aww/16.
tirto.id - Sejumlah wilayah di tanah air berpotensi mengalami gelombang tinggi mulai pagi ini hingga esok hari, menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dalam surat edarannya, BMKG menyebut tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan utara dan barat Aceh, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Kupang-Pulau Rote, Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur, Perairan Selatan Kalimantan.

Kemudian, Selat Makassar bagian Selatan, Perairan Kepulauan Selayar, Laut Sumbawa, Perairan Utara Flores, Laut Flores, Perairan Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Perairan utara Kepulauan Sula, Halmahera, Laut Halmahera dan Perairan utara Papua Barat hingga Papua.

Sementara itu, sejumlah gelombang setinggi 2,5-4 meter diperkirakan terjadi di wilayah antara lain Perairan barat Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan.

Lalu Perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, bagian selatan Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas dan Perairan selatan Sumba.

Waspadai Pasang Air Laut Hingga Dua Meter


Sementara itu, BMKG Kota Pangkalpinang mengimbau masyarakat di pesisir pantai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar mewaspadai ketinggian pasang air laut maksimum yang diprakirakan dapat mencapai di atas dua meter pada Senin (20/3/2017).

"Warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai dan juga para nelayan tradisional diimbau agar waspada karena pasang air laut setinggi itu dapat membahayakan keselamatan jiwa," ujar staf Koordinator Unit Analisis Kantor BMKG Kota Pangkalpinang, Rizki Adzani, Minggu.

BMKG Pangkalpinang memprakirakan pasang air laut maksimum di atas dua meter dapat terjadi di beberapa lokasi di antaranya di Sungailiat Kabupaten Bangka setinggi 2,24 meter, di Toboali Kabupaten Bangka Selatan 2,04 meter dan di Membalong Kabupaten Belitung setinggi 2,26 meter.

Sementara ketinggian pasang air laut maksimum di Muntok Kabupaten Bangka Barat diprakirakan sekitar 1,47 meter, Belinyu Kabupaten Bangka 1,54 meter, Tanjungpandan Kabupaten Belitung 1,56 meter dan di Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur 1,88 meter.

Mengingat pasang air laut yang cukup tinggi, masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir diharapkan tidak memaksakan diri untuk beraktivitas di pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas.

"Ketinggian pasang dapat berubah sewaktu-waktu tergantung cuaca, karena itu harus selalu waspada," kata Rizki.

Sementara itu ketinggian gelombang laut di jalur-jalur penyeberangan di daerah itu diprakirakan relatif aman. Ketinggian gelombang di Selat Bangka, selatan Bangka, dan utara Bangka berkisar antara 0,0 hingga 0,5 meter, di Selat Gelasa 0,25 sampai 0,75 meter dan di Selat Karimata 0,25 hingga 1,0 meter.

Rata-rata kecepatan angin di jalur penyeberangan berkisar antara 8 hingga 35 kilometer per jam, bergerak dari Barat ke Utara dan dari Barat Laut ke Timur Laut.

Sedangkan cuaca di hampir seluruh daratan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diprakirakan berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang.

Rata-rata kecepatan angin di daratan berkisar antara 6 sampai 24 kilometer per jam yang bergerak dari Barat ke Utara dan dari Barat Laut ke Timur Laut dengan suhu sekitar 23-32 derajat Celsius dan kelembaban udara 65-97 persen.

Baca juga artikel terkait GELOMBANG AIR LAUT atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - may/may)

Keyword