Menuju konten utama

BMKG Kembali Temukan Sembilan Titik Panas di Jambi

BMKG Staisiun Jambi kembali menemukan sembilan titik panas dengan tingkat kepercayaan tertinggi terjadinya kebakaran mencapai 85 persen.

BMKG Kembali Temukan Sembilan Titik Panas di Jambi
Helikopter MI-8MTV-1 milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Muara Belida, Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (16/9/2017). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

tirto.id - Satelit Terra dan Aqua Milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi kembali mendeteksi adanya sembilan titik panas (hot spot) di enam kabupaten dan satu kota di provinsi itu.

Kepala BMKG Stasiun Jambi, Nurangesti di Jambi pada Kamis (19/10/2017) mengatakan, sembilan titik panas tersebut terdeteksi satelit tanggal 19 Oktober pukul 06.00 WIB dengan tingkat kepercayaan tertinggi terjadinya kebakaran mencapai 85 persen.

"Sembilan titik panas itu terdeteksi di enam kabupaten satu kota dengan tingkat kepercayaan 54-85 persen," kata Nurangesti, Kamis (19/10/2017).

Ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Tebo terdeteksi satu titik tepatnya di Kecamatan VII Koto panas dengan confident 85 persen. Di Kabupaten Tanjungjabung Barat terdeteksi dua titik di Kecamatan Senyerang dengan confident 61-72 persen.

Selanjutnya di Kabupaten Tanjungjabung Timur terdeteksi dua titik di Kecamatan Geragai dengan confident 54-72 persen. Di Kabupaten Bungo satu titik di Kecamatan Pelepat dengan confident 64 persen.

Selain itu terdapat satu titik tepatnya di Kecamatan Nalo Tantan dengan kepercayaan 66 persen dan di Kabupaten Kerinci 88 persen.

"Sementara di Kota Sungai penuh juga terdeteksi satu tiitk di Kecamatan Sungai Bengkal dengan confident 70 persen," katanya, seperti dikutip Antara.

Provinsi Jambi memiliki lahan gambut yang cukup luas sehingga harus menjadi perhatian khusus bagi tim satgas Karhutla dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini, dan upaya yang penting dilakukan setelah saling koordinasi adalah pencegahan.

Pencegahan dilakukan agar Provinsi Jambi yang letaknya berdekatan dengan Singapura tidak dituntut dalam kasus hukum terkait kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap terjadi seperti pada 2015 lalu. Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat meninjau kesiapan tim satgas Karhutla Jambi.

Kapolri yakin, tim satgas Karhutla di Jambi dapat saling berkoordinasi dalam menjalankan program untuk menanggulangi karhutla dan bisa bersama-sama melakukan pencegahan.

Berdasarkan data dari BPBD Jambi, bahwa total lahan terbakar sejak Januari hingga Juli 2017 seluas 369 hektar dengan rinciannya ada 12 hektar di lahan gambut dan 357 hektar di lahan mineral dan dua helikopter pemadam kebakaran sudah menjatuhkan bom air sebanyak 319 kali untuk memadamkan titik api.

Baca juga artikel terkait TITIK PANAS KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra