Banjir Kalsel 2021: Dampaknya Lebih 1.000 Warga Tapin Dievakuasi

Oleh: Alexander Haryanto - 14 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Berikut adalah rangkuman berita banjir di Kalsel, Kamis, 14 Januari 2021, ada satu balita meninggal dunia.
tirto.id - Banjir melanda Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan pada Kamis, 14 Januari 2021. Dampaknya sekitar 1.492 orang dievakuasi oleh tim gabungan karena rumahnya terkena banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin, Said Abdul Nasir menyatakan, tahap evakulasi masih terus berlanjut. "Pengungsi sudah ada 250 lebih, saat ini tahap evakusi masih terus berlanjut," kata Said seperti dilansir Antara.

Said bilang, warga itu dievakuasi ke Musholla Faturrahman. Selain itu, mereka juga ditempatkan di rumah warga yang aman dari aman. "Saat ini, ketinggian air berkisar 150 cm, tidak ada korban jiwa," kata Said.

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Pemerintah daerah dan relawan masih terus menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, kata Kapolres Tapin, AKBP, Pipit Subiyanto.

Pipit menjelaskan, saat ini tim gabungan sedang mendata korban terdampak banjir, mengevakuasi korban, mendirikan dapur umum, membagikan makanan dan pakaian serta menyedikan tempat pengungsian.

"Debit air sedikit turun, semoga tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi," ujar Kasi Intel Kodim 1010 Rantau, Kapten Inf Waloyo.


Ratusan Rumah di Banjarbaru Terendam Banjir

Banjir yang terjadi juga menyebabkan sebagian besar daerah Banjarbaru, Kalsel terendam banjir. Dilaporkan Antara, Kamis, 14 Januari 2021, setidaknya ratusan rumah ikut terendam akibat tingginya curah hujan.

Banjir dan genangan air hampir merata di seluruh wilayah Banjarbaru dengan total kurang lebih 20 kelurahan dan lima kecamatan yang ikut terdampak, kata Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan.

"Curah hujan sangat tinggi sejak Kamis malam hingga siang bahkan sore hari sehingga sebagian besar kawasan di Banjarbaru terendam. Kita berharap curah hujan berhenti agar air segera surut," ungkap Darmawan.

Biasanya, kata Darmawan, banjir di Banjarbaru cepat surut apabila hujan tidak lama. Namun, hujan kali ini yang berlangsung sejak Rabu malam sangat tinggi dan lama. Alhasil, air hujan tidak tertampung dengan baik di saluran air, embung maupun aliran sungai sehingga menyebabkan luapan air.

"Kami minta masyarakat waspada sehingga tidak menjadi korban banjir. Jika kondisi tidak memungkinkan bertahan di rumah, hendaknya mau mengungsi ke tempat yang lebih aman dan disiapkan pemerintah," ungkap dia.


Banjir Kalsel Ganggu Aktivitas Warga

Banjir yang merata hampir di seluruh daerah Kota Banjarbaru, Kalsel berdampak pada terganggunya aktivitas warga, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru Zaini.

Menurut Zaini, daerah yang paling parah adalah Kecamatan Cempaka dan Liang Anggang. Sebab, ada ratusan rumah dan ribuan orang yang terkena dampaknya.

Akibat tingginya air, kata Zaini, arus lalu lintas di dua kecamatan itu pun tidak bisa dilewati, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Dapur umum sudah disiapkan di titik yang kebanjiran dan pasokan bahan pokok baik dari Pemkot Banjarbaru maupun pihak lain sudah disalurkan kepada masyarakat sekitar yang terdampak banjir," ucapnya.

Selain itu, banjir juga mengakibatkan seorang anak balita berusia 3 tahun di Landasan Ulin Utara meninggal dunia karena masuk ke dalam saluran air tak jauh dari rumahnya.

"Korban masuk dalam saluran air saat bermain di tengah genangan air yang melanda sekitar tempat tinggal orang tuanya. Kami berharap masyarakat waspada di tengah situasi banjir seperti ini," ungkap dia.


Baca juga artikel terkait BANJIR KALSEL atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight