Menuju konten utama

Bahlil Curiga LNG RI ke Singapura Sebagian Dipakai Buat Trading

Bahlil meyakini bahwa sebagian LNG yang dikirim dari Indonesia dikonsumsi oleh Singapura yang bersumber dari Natuna dan daratan Sumatra.

Bahlil Curiga LNG RI ke Singapura Sebagian Dipakai Buat Trading
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meyakini sebagian pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) yang diekspor Indonesia ke Singapura tidak sepenuhnya digunakan untuk konsumsi domestik negara tetangga tersebut. Bahlil menduga, sebagian kargo LNG dari Indonesia justru dimanfaatkan Singapura sebagai komoditas perdagangan (trading) untuk diekspor kembali ke negara lain.

Bahlil memaparkan, saat ini Indonesia mengirimkan gas pipa sebesar 409,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) yang bersumber dari Natuna dan daratan Sumatra. Selain gas pipa, Indonesia juga mengekspor sebanyak 148 kargo LNG ke Singapura, yang nilainya setara dengan 1.480 MM.

"Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain. Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka," kata Bahlil usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Di tengah kecurigaan tersebut, Bahlil menegaskan keputusan pemerintah Indonesia untuk memangkas sebagian pasokan ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 MM dari total kontrak 409,5 MM. Ia memastikan bahwa langkah pengurangan pasokan tersebut sama sekali tidak melanggar kesepakatan jual-beli yang telah ditandatangani.

Dia menyatakan, pemangkasan sebesar 31 MM masih berada di atas ambang batas minimum pengiriman yang diatur dalam kontrak kerja sama kedua negara.

"Nah, sekarang ini kan yang kita lakukan pemotongan sebagian itu kan adalah 31 MM dari total 409 MM dari kontrak yang ada. Dengan yang ada itu, kita belum melanggar kontrak karena ada batas minimum, kan? Batas minimum itu belum kita lampaui. Jadi nggak ada masalah, ya," tegasnya.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher