Menuju konten utama

Bahlil Ancam Cabut Izin Eksportir Batu Bara bila Tak Ikuti HBA

Bahlil mengatakan, pemerintah kini tengah menggodok regulasi penerapan harga batu bara acuan (HBA) yang akan menjadi acuan harga batu bara di masa depan.

Bahlil Ancam Cabut Izin Eksportir Batu Bara bila Tak Ikuti HBA
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/01/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memerintahkan perusahaan eksportir batu bara untuk menjual komoditas batu bara sesuai dengan harga batu bara acuan (HBA) yang ditetapkan pemerintah. Apabila Kementerian ESDM masih menemukan pihak yang menjual batu bara tak sesuai HBA, maka pemerintah mengancam akan mencabut izin ekspor perusahaan tersebut.

“Kalau ada perusahaan yang tidak memiliki itu, maka kami punya cara untuk membuat mereka bisa ikut (ikuti regulasi HBA). Itu kira-kira bila perlu, kalau tidak mau ya, kita tidak usah izin ekspornya,” ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (03/02/2025).

Pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini pun menyatakan pemerintah kini tengah menggodok regulasi penerapan HBA itu yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM. Menurut Bahlil, aturan tersebut ke depan akan digunakan sebagai acuan harga komoditas batu bara.

“Saya lagi memerintahkan Dirjen (Minerba) untuk hitung betul HBA kita dibandingkan ICE (ICE Newcastle). Saya umumkan hari ini, tidak dalam waktu lama lagi, kami akan mempertimbangkan untuk membuat keputusan menteri agar HBA itulah yang dipakai untuk transaksi di pasar global,” ungkap Bahlil.

Mantan Menteri Investasi ini pun menyebut upaya tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas harga batu bara dalam negeri agar seimbang dengan harga batu bara di luar negeri. Sebab, dia tak ingin harga batu bara Indonesia di bawah aturan negara lain.

“Masa harga batu bara di negara lain dengan negara kita dibuat lebih murah. Masa harga batu bara kita ditentukan oleh negara tetangga. Jadi kita harus berdaulat dalam menentukan harga komoditasnya sendiri,” ucapnya.

Diketahui, Bahlil menyebut harga batu bara di Indonesia mengacu pada Indonesia Coal Index (ICI). Berdasarkan pemaparannya, Indonesia telah melakukan ekspor komoditas batu bara sebanyak 555 juta ton di sepanjang tahun 2024.

Sedangkan, adapun pemakaian baru bara dunia tercatat total mencapai 8 hingga 8,5 miliar ton. Namun, tercatat hanya 1,5 miliar ton yang beredar di pasar global.

“Jadi batu bara kita ini betul-betul berdampak masif dan terstruktur kalau kita buat kebijakan terjadi pengetatan ekspor, tapi sampai sekarang ini belum, tapi kalau harga kita ditekan terus, tidak menutup kemungkinan kita berpikir lain,” tutur Bahlil.

Baca juga artikel terkait BATU BARA atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher