Menuju konten utama

Bagaimana Cara Mengatasi Diaper Rash pada Anak?

Penyebab utama diaper rash adalah iritasi, infeksi, dan alergi, lantas bagaimana cara mengatasinya?

Bagaimana Cara Mengatasi Diaper Rash pada Anak?
Ilustrasi bayi yang sedang dipakaikan popok bayi. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Diaper rash adalah kondisi umum yang biasa dialami oleh bayi atau balita. Kondisi tersebut menyebabkan kulit anak terasa perih, berwarna merah, dan bersisik.

Penyebab diaper rash umumnya karena penggunaan popok sekali pakai (pospak) atau pampers. Pasalnya, jika terlalu sering digunakan dan terlalu lama tidak diganti maka pampers dapat menyebabkan diaper rash pada bayi.

Oleh karenanya, menggunakan popok kain merupakan cara pencegahan paling baik agar bayi tidak terkena diaper rash. Meski begitu, popok kain juga dapat menyebabkan diaper rash. Dalam kasus ini, biasanya disebabkan oleh penggunaan jenis sabun cuci atau deterjen yang tidak cocok dengan kulit bayi.

Sementara penggunaan pampers terlalu sering dapat menyebabkan iritasi, infeksi, bahkan alergi pada kulit bayi, terutama jika ada kotoran yang mengendap. Kotoran yang tertahan di popok bayi dapat mengubah potential Hydrogen (pH) kulit, dan memungkinkan bakteri mencegah sirkulasi udara.

Dilansir dari laman Kids Health, penyebab utama diaper rash adalah iritasi, infeksi, dan alergi. Selain itu, diaper rash juga dapat disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi bayi, terutama jenis makanan baru, yang belum biasa dikonsumsi.

Konsumsi makanan yang berbeda dapat mengubah isi kotoran bayi, serta frekuensi buang air yang dilakukan. Apabila mengalami diare, situasi tersebut dapat memperparah diaper rash yang dialami oleh anak.

Infografik SC Diaper Rash Pada anak

Infografik SC Diaper Rash Pada anak. tirto.id/Quita

Cara mengatasi diaper rash pada anak

Kendati menjadi salah satu masalah yang paling sering dialami bayi, tidak ada treatment khusus untuk mengatasi diaper rash pada anak.

Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah menemukan penyebab dari masalah yang terjadi pada kulit bayi mereka.

Orang tua, juga dapat mengganti popok bayi lebih sering untuk menjaga kelembaban kulit supaya tidak semakin parah. Anda juga dapat memberi waktu kepada bayi tidak memakai popok selama beberapa saat.

Sementara untuk mengobati diaper rash yang terjadi pada bayi, orang tua dapat mengoleskan salep zinc oxide atau konsultasikan dengan dokter anak. Namun, jika dalam 3 hari kondisi ruam pada kulit tidak kunjung membaik, perawatan medis mungkin diperlukan.

Umumnya, masalah diaper rash pada bayi tidak memerlukan tindakan medis apabila luas areanya kurang dari 10% tubuh bagian bawah bayi. Namun, jika ruam yang terjadi lebih dari 10% sebaiknya dilakukan tindakan medis sebelum kondisinya semakin parah.

Orang tua juga harus segera membawa bayi mereka ke dokter apabila diaper rash atau ruam pada kulit bayi disertai demam, anak merasa gatal terus menerus, dan merasakan sakit saat buang air.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Permadi Suntama
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Nur Hidayah Perwitasari