Indeks Tulisan
Usai Nyoblos, Djarot Kunjungi Rumah Megawati di Kebagusan
Djarot Saiful Hidayat sambangi rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di Kebagusan, Jakarta Selatan, usai menggunakan hak pilihnya di TPS 08, Kuningan Timur.

Bupati Tubaba Danai Pembuatan Mural di TPS 027 Kebagusan
Bupati Tubaba mendanai proyek pembuatan mural di dekat TPS 027 dekat kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.
Mengapa Megawati Selalu "Nyoblos" di Kebagusan?
Mega selalu nyoblos di Kebagusan, padahal ia punya rumah di Teuku Umar, Menteng. Ada apa?
Polemik Uang Kembalian Alfamart Berujung Gugatan
Alih-alih menjalankan perintah Komisi Informasi Publik (KIP) untuk membuka data penyaluran donasi, Alfamart kini menggugat KIP dan seorang konsumen di pengadilan negeri dengan dasar Alfamart bukanlah badan publik.
Melawan Orde Baru dengan "Media Tidak Jelas" Proyek Blok M
Ketika media-media dibredel dan berita disensor penguasa Orde Baru, sekumpulan wartawan membuat media-media yang sekarang bisa disebut "media tidak jelas." Proyek media bawah tanah itu disebut Proyek Blok M.

Kutil yang Menyebar dan Derita Manusia Akar
Ketika seseorang didiagnosis epidermodysplasia verruciformis, akan tumbuh kutil yang tampak seperti akar pohon dari kulit-kulitnya.

"Jangan Ada Perbedaan Kualitas Jurnalisme, Apapun Mediumnya"
Bila kepercayaan masyarakat terhadap jurnalisme runtuh maka demokrasi juga runtuh. Sebaliknya, makin bermutu jurnalisme dalam masyarakat, makin bermutu pula masyarakat tersebut.

Pertumbuhan Oplah Koran: Melambat, Melambat, Menurun
Perkembangan internet memicu perubahan pola kita mengonsumi informasi, dari kertas ke layar. Pertumbuhan oplah suratkabar terus melambat sejak 2010.
Media Cetak Bisa Mati, Jurnalisme (Seharusnya) Tidak
Bagaimana media besar berbasis cetak memandang perubahan karakter pembaca? Bagaimana dengan versi harian dan daring mereka yang sangat beda kualitas jurnalismenya?

Latte Factor, Pengeluaran Kecil yang Membuat Bokek
Setiap bulan, kita mengeluarkan uang secara rutin untuk hal-hal yang sebenarnya tak terlalu penting dan bisa kita hindari. Latte factor, begitu David Bach menyebutnya.
Masuk tirto.id








