Nanda Aria

Indeks Tulisan

Ekonomi
Jumat, 23 Jan

Dorong Kemandirian, Bahlil Sebut Dirinya Menteri Anti Impor

Bahlil menekankan bahwa berbagai langkah seperti penambahan kapasitas kilang dan mandatori etanol merupakan strategi bertahap menuju kemandirian energi.
Ekonomi
Jumat, 23 Jan

Tabungan Orang Kaya Melonjak 22,76% sepanjang 2025

Kenaikan tabungan di atas Rp5 miliar sepanjang 2025 melonjak 22,76%. LPS sebut dipengaruhi penempatan dana SAL pemerintah.
Ekonomi
Jumat, 23 Jan

Calon Deputi Gubernur BI Solikin Beberkan Jurus Perkuat Rupiah

Solikin menilai pendalaman pasar keuangan domestik merupakan langkah kritis untuk memperkuat nilai tukar Rupiah.
Ekonomi
Jumat, 23 Jan

AASI Segera Rilis Standar Polis Asuransi Parametrik Bencana

Penerbitan standar polis asuransi parametrik menjadi bagian dari upaya AASI untuk lebih proaktif dan inovatif dalam mengembangkan produk asuransi.
Ekonomi
Jumat, 23 Jan

Menguat Tiga Hari Beruntun, Rupiah Finis Rp16.820 di Akhir Pekan

Jika dilihat selama sepekan, penguatan rupiah telah terjadi tiga hari berturut-turut sejak Rabu (21/1/2026).
Bisnis
Jumat, 23 Jan

Efektif Maret, OJK Wajibkan Asuransi Kesehatan Punya Tim Medis

Aturan ini didorong untuk mengefisiensikan sistem dan mengendalikan biaya kesehatan di Indonesia yang dinilai tinggi.
Ekonomi
Jumat, 23 Jan

Rupiah Diramal Kembali Menguat, Hari Ini Dibuka Rp16.851 per US$

Pergerakan rupiah diperkirakan tetap fluktuatif dengan peluang mengalami apresiasi di penutupan pasar.
Hukum
Kamis, 22 Jan

OJK Serahkan Kasus Bos Investree Adrian Gunadi ke Kejari Jaksel

Berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh JPU, sebagai tanda berakhirnya proses penyidikan.
Ekonomi
Kamis, 22 Jan

Ketua OJK: WNI Kabur dari Kamboja Tak Sepenuhnya Korban

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan para WNI di Kamboja itu juga bagian dari operasi scamming yang mungkin menargetkan orang Indonesia.
Ekonomi
Kamis, 22 Jan

LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan di 3,50%

LPS juga menetapkan TBP simpanan rupiah pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebesar 6,00 persen.