Dea Chadiza Syafina

Indeks Tulisan

Bisnis
Senin, 20 Agt 2018

Latah Bisnis di "Lautan Merah": dari Batu Akik Hingga Es Kepal Milo

Orang Indonesia dianggap latah untuk urusan bisnis, booming bisnis batu akik hingga es kepal milo jadi bukti dari kelatahan itu.
Senin, 20 Agt 2018

Langkah Berani Mahathir Batalkan Proyek-Proyek Cina di Malaysia

Mahathir tak mau Malaysia bernasib seperti Sri Lanka yang tak bisa bayar utang ke Cina.
Ekonomi
Kamis, 16 Agt 2018

Pidato Kenegaraan Jokowi: Setoran Pajak Sumber Utama RAPBN 2019

Jokowi memperkirakan Pendapatan Negara dan Hibah diperkirakan sebesar Rp2.142,5 triliun.
Ekonomi
Kamis, 16 Agt 2018

Jokowi: Rencana Belanja Negara 2019 Sebesar Rp2.439,7 Triliun

“Kualitas belanja negara akan semakin ditingkatkan dan fokus untuk memacu perekonomian dan menciptakan kesejahteraan rakyat yang makin merata dan adil,” kata Jokowi.
Sosial Budaya
Kamis, 16 Agt 2018

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019 Dipatok 5,3 Persen

Untuk itu, penguatan industri pengolahan yang mampu menciptakan nilai tambah perlu didorong.
Ekonomi
Kamis, 16 Agt 2018

Jokowi Perkirakan Nilai Tukar Rupiah Rp 14.400 per Dolar AS di 2019

“Nilai tukar rupiah tahun 2019 diperkirakan berada di kisaran Rp14.400 per dolar Amerika Serikat,” kata Jokowi.
Ekonomi
Rabu, 15 Agt 2018

Bisnis Suram Columbia Picu Lilitan Utang Triliunan SNP Finance

SNP Finance menanggung utang triliunan rupiah dan gagal membayar, karena persoalan bisnis retail Columbia yang sulit bersaing.
Ekonomi
Selasa, 14 Agt 2018

Membedah Mesin Ekonomi Negara di ASEAN, Siapa Berlari Kencang?

Konsumsi rumah tangga masih akan menjadi sumber kekuatan utama pertumbuhan ekonomi negara-negara kawasan Asia-Pasifik termasuk Indonesia.
Ekonomi
Senin, 13 Agt 2018

Lira Rontok, Erdogan Minta Warga Turki Ambil Dolar di Bawah Bantal

Saat kepepet Presiden Turki Erdogan mengimbau warganya agar menukar valas euro dan dolar ke mata uang lira Turki.
Ekonomi
Minggu, 12 Agt 2018

Peluang Sempit Indonesia Lolos dari Tuntutan AS Rp5 Triliun di WTO

Secara historis Amerika Serikat (AS) sering menang saat mengajukan gugatan di WTO. Apakah ini akan berlaku juga dalam sengketa dagang dengan Indonesia?