Indeks Tulisan
Trauma Kolektif Tionghoa dan Kebencian Etnis
Pada 2014, Indonesia tercatat sebagai negara dengan etnis Tionghoa terbanyak di dunia. Ada lebih dari 8,36 juta etnis Tionghoa di sini, namun mereka kerapkali menjadi sasaran kebencian dan kambing hitam.
Membela Umat dan Menjadi Beradab di Masjid
Masjid menurut al-Ujhuri berasal dari kata “sujud” yang artinya “menundukkan diri”. Tempat ibadah dan suci bagi umat islam ini merupakan pusat peradaban. Dari sini banyak pemikiran dan kemajuan dilahirkan. Masjid juga tak jarang jadi pusat pengaduan masyarakat dan keadilan dijalankan.
Masjid Tak Pernah Netral
Tragedi Tanjung Priok 1984 dipicu tentara yang masuk ke dalam mushola tanpa melepaskan alas kaki dan menyiram dinding mushola dengan air comberan. Kabar pun beredar dengan cepat, perlawanan berkobar. Insiden itu menjadi salah satu momen di mana masjid menjadi ruang publik untuk menggerakkan masa secara politis dan ideologis di Indonesia.
Rasisme terhadap Etnis Tionghoa Dari Masa ke Masa
Rasisme kerap terjadi ketika hal-hal yang menyebabkan kecemburuan, gesekan, dan konflik dalam masyarakat dianggap berasal dari sesuatu yang justru tak ada hubungannya: identitas rasial.
Persoalan Intoleransi Bukan Hanya di Jakarta
Jakarta terasa lebih panas setelah ucapan Ahok mengenai Surat Al-Maidah ayat 51 yang tersebar via situsweb dan media sosial. Banyak yang menyebutnya sebagai indikator tidak tolerannya Indonesia. Di kota-kota mana sesungguhnya paling banyak terjadi aksi intoleran?
Kharisma Jati, Pornografi, dan Batas Kebebasan Berekspresi
Polemik tentang komik Kharisma Jati yang dianggap memuat materi pedofil muncul saat ada kejadian penting: pengesahan revisi Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Demonstrasi Dokter Versus Layanan Kesehatan Indonesia
Pada 23 Oktober lalu, berbagai dokter dari seluruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menuntut penghapusan program Dokter Layanan Primer (DLP). Program tersebut dianggap memberatkan dokter, tidak efisien, dan membebani APBN. Bagaimana sebenarnya pendidikan dokter di Indonesia dibanding negara-negara lain di dunia?
Naluri Hakim dan Hukuman untuk Jessica
Majelis Hakim mempertimbangkan sikap Jessica yang tidak menunjukkan rasa bersalah selama persidangan dan ngotot bahwa dirinya tidak bersalah. Dalam konstruksi argumentasi hakim, sikap ngotot itu mencerminkan persoalan kejiwaan Jessica yang dianggap tidak beres.
Ingus Jessica Sebagai Circumstantial Evidence
Bukti-bukti tidak ada yang menunjukkan Jessica Kumala Wongso menaruh sianida ke kopi Wayan Mirna. Dalam membuat keputusannya, hakim mengaku bisa menggunakan circumstance evidence atau bukti tak langsung. Hasilnya, Jessica diganjar 20 tahun penjara.
Pertanian Ramah Lingkungan, Bagaimana Mewujudkannya?
Pertanian modern dianggap menjadi penyumbang kerusakan ozon. Lalu bagaimana mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan?
Masuk tirto.id







