Indeks Tulisan
Universitas Islam Internasional Indonesia, Buat Apa?
Universitas Islam Internasional Indonesia diniatkan menjadi kontribusi besar Indonesia untuk peradaban. Menurut Presiden, Indonesia ini kan negara yang mayoritas muslim, masak tidak punya pusat kajian Islam bertaraf internasional? Negara lain saja punya, kok. Malaysia punya, Pakistan, Singapura. Mengapa kita tidak?
"Kalau Mau Jadi Pengarang Serius Tak akan Ada Uangnya"
Putu Wijaya terus berkaya meski kini hanya menulis dengan satu tangannya. Ia masih menyiapkan sejumlah karya besar. Apa saja yang masih direncanakan oleh peraih 2 Piala Citra ini? Bagaimana pandangannya tentang dunia tulis menulis?

Di Balik Penampilan Glamor Para Pesohor
Syahrini memilih helikopter untuk balik ke Jakarta pasca berlebaran di Sukabumi. Banyak selebriti yang berpenampilan glamor demi menjaga citra diri. Hidup jangan penuh gaya. Berbahaya.
"Parpol Tak Usah Menekan, Tak Usah Sombong"
Bermodalkan 1 juta KTP, posisi Ahok makin kuat. Ia pun dipinang banyak parpol. Belakangan, Ahok menerima pinangan parpol untuk maju ke Pilkada DKI Jakarta. Ia tidak lagi menggunakan jalur independen.
Aneka Jurus Ahok Bertahan Jadi DKI-1
Basuki Tjahaja Purnama memutuskan meninggalkan jalur independen dan beralih ke jalur partai politik untuk melaju ke kursi DKI-1. Keputusan itu justru diambil setelah sejuta fotokopi KTP dukungan berhasil dikumpulkan relawan Teman Ahok.

"Uang Pensiun Saya Sebagai Jenderal Rp4,5 Jutaan"
Para jenderal terpaksa berbisnis ataupun menjadi komisaris setelah purna. Pilihan itu diambil salah satunya karena uang pensiun yang sangat kecil. Bagaimana sebenarnya?
Ketika Para Jenderal (Terpaksa) Mencari "Sampingan"
Keberadaan para jenderal purnawirawan dalam posisi elite sebuah entitas bisnis sudah muncul sejak era 1960-an. Ada permintaan, ada penawaran. Entitas bisnis membutuhkan kehadiran pak jenderal. Sementara pak jenderal juga diuntungkan karena bayarannya yang cukup menggiurkan.

Mengakhiri Kutukan "Ganti Menteri Ganti Kurikulum"
Sejarah mencatat, ganti menteri pendidikan selalu berimplikasi ganti kurikulum imbasnya pada kerepotan sistem pendidikan nasional. Bagaimana mengakhirinya?
Harap Dimengerti, Vaksin Palsu itu Salah Oknum
Kata "oknum" sedang populer akhir-akhir ini, terutama semenjak merebaknya kasus vaksin palsu. Semua menyalahkan "oknum" sebagai dalang di balik peredaran vaksin palsu ini.
Transaksi Haram Vaksin Bohongan
Kasus vaksin palsu adalah hasil dari sebuah persekongkolan jahat. Oknum dokter, suster, bekerja sama mengelabui pasien dengan mengesampingkan dampak buruknya. IDI melemparkan kesalahan ke BPOM. Tapi ada faktor yang terlupakan: ketersediaan vaksin yang tak mencapai 100 persen kebutuhan.
Masuk tirto.id





